Namun diakui untuk beberapa komoditi memang stoknya sudah tidak ada di Bulog diantaranya adalah gula. Karena sejak November lalu, gula sudah mulai menipis tapi pihaknya tetap mengajukan pada Perum Bulog pusat.
“Untuk saat ini Perum Bulog Pusat sudah mendapatkan penugasan sebanyak 29.750 ton gula mentah yang akan diolah di pabrik gula Bulog di Blora. Nah ini yang akan di distribusikan ke daerah-daerah termasuk di Papua maupun di Papua Barat,”ungkapnya
Selain itu, pihaknya pun telah mengajukan juga untuk kebutuhan gula dalam menghadapi pendemik Covid-19 maupun untuk kebutuhan hari besar keagamaan.
“Itu kita rencanakan akan ada tambahan dalam bulan April kurang lebih 5000 ton. Alokasinya nanti 3000 ton untuk wilayah Papua dan yang 2000 ton untuk wilayah Papua Barat. Ini secara terus menerus Bulog melalui pemerintah dan melalui Kemendag juga akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan gula. Baik dari panen dalam negeri maupun dari impor seperti gula kristal putih,” paparnya.
Sementara untuk komoditi lain, seperti minyak goreng dan Tepung Terigu pihaknya juga sudah ajukan tambahan.
“Jasi dalam waktu dekat akan masuk sebanyak 60.000 liter minyak goreng dan Tepung Terigu kurang lebih 30 ton untuk suplai ke rumah pangan kita dan ke toko-toko maupun ke outlet ditribusi Bulog lain,” jelasnya.
Dari hasil pantauan itu, Anggota Komisi II DPR Papua, Mustakim HR, SE. M.Si menyimpulkan bahwa seluruh masyarakat Papua tidak perlu khawatit apalagi panik menghadapi kondisi yang ada saat ini.