Pasific Pos | Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

Jayapura,- Janji Walikota Jayapura memberikan reward sebesar Rp 25 juta kepada warga yang berhasil menangkap pelaku jambret bukan sekedar janji belaka.

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, pil Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol (PCC) dapat merusak merusak tatanan kehidupan generasi muda.

Published in Pendidikan & Kesehatan

JAYAPURA, - Pemerintah Kota Jayapura telah membeli seluas 10 hektar lahan di Buper Weana, yang diperuntukkan untuk pekuburan bagi umat Islam di Kota Jayapura.

Lahan yang sudah dipersiapkan sejak lima tahun tersebur sampai saat ini belum bisa digunakan karena masih terkendala pada akses jalan, dan fasilitas pendukung lainnya.

"Jangan sampai kita dua selesai (Benhur Tomi Mano dan Rustan Saru), dalam lima tahun kedepan hanya tinggal cerita saja. Harus di tuntaskan supaya saudara-saudara saya yang Islam bisa ada lokasi khusus," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (11/7).

Kuburan muslim itu, lanjut Benhur, ummat muslim yang meninggal dunia tidak perlu merogoh kocek lagi alias di gratiskan. Pasalnya, pekuburan di Tanah Hitam di haruskan mmebayar Rp5 hingga Rp25 juta untuk satu orang.

"Saya kasihan, apalagi yang tidak mampu. Parkiran saja bisa bayar Rp50 hingga Rp100 ribu," kata Benhur.

Menurut Wali Kota Jayapura dua periode ini, dengan memberikan tanggungjawab kepada wakilnya agar sebagai pemerintah benar-benar fokus kerja.

"Saya berikan tanggungjawab kepada Wakil Wali Kota untuk mengatasi kuburan itu. Kita hadir untuk mereka. Mulai enam bulan ke depan, lokasi pemakaman muslim sudah bisa di gunakan," kata Benhur.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, mengatakan dengan sisa anggaran tahun 2017 bisa di pakai untuk pembangunan kuburan dimaksud.

"Hanya membuat jalan, blok makam, musholah, kami aliri air bersih, dan pemakan muslim ini bisa menjadi pariwisata nantinya. OPD yang bertanggungjawab jangan tinggal diam dan saling menyalahkan. Fokus kita selesaiakan pemakaman muslim itu sehingga bisa digunakan," kata Rustan. (Ramah)

Published in Kota Jayapura

Jayapura,-  Gedung  Serba Guna Jemaat Eden Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara,  Kota Jayapura  diresmikan,  Minggu (9/7) kemarin.
Sebelum peresmian Gedung  Serba Guna dan Perayaan HUT ke-69 Jemaat Eden Tanjung Ria dilakukan ibadah dipimpin Pdt. S. Loupatty/Latuputty, D. Th.
Turut  hadir dalam acara   tersebut antara lain Ketua Majelis Jemaat  Eden Tanjung  Ria Pdt. Agustina Korwa Imbenay, STh, Ketua Klasis GKI Kota Jayapura Pdt. Willem Itar, STh,  Ketua Sinode GKI Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, Walikota Jayapura DR.  Benhur Tomy Mano, MM, Sekda  Kota Jayapura, RD Siahaya, SH
Walikota Jayapura DR.  Benhur Tomy Mano, MM, kepada Wartawan usai meresmikan penggunaan gedung Serba Guna Jemaat GKI Eden Tanjung Ria Distrik Jayapura Utara mengatakan, Gedung Serba Guna ini saya harapkan dapat digunakan dan di pakai untuk pembinaan-pembinaan rohani, untuk meningkatkan iman warga jemaat di tempat ini.
Selain itu, gedung ini dapat diatur dengan baik supaya kegiatan-kegiatan gereja di tempat ini tidak seharusnya menggunakan gedung gereja sebagai tempat ibadah, tetapi kita menjaga kesucian dari gedung ini. “gedung ini bisa digunakan untuk kegiatan kegiatan rapat dan latihan-latihan paduan suara dan juga untuk pembinaan-pembinaan rohani itu yang kita harapkan supaya tidak menganggu gedung ibadah (gedung gereja-red,”
Benhur Tomi Mano yang disapa BTM kembali mengimbau kepada jemaat Eden Tanjung Ria yang juga ada warga Kota Jayapura untuk ikut mendukung program-program Pemerintah Kota Jayapura.
‘Saya harapkan kehadiran jemaat disini yang pertama adalah moral iman warga jemaat itu harus kuat dan juga jemaat disini bisa membantu Pemerintah Kota Jayapura dalam melawan radikalisme yang ingin masuk ke Kota Jayapura, kalau iman kita kuat, iman kita kokoh, maka hal-hal itu bisa kita lawan demi kemajuan Negara kita dan juga kemajuan Kota Jayapura yang kita cintai,” ujarnya. (Erna)

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA,- Pemerintah Kota Jayapura terus mensosialisasikan bahaya mengkonsumsi minuman beralkohol (miras), yang bisa menghancurkan masa depan masyarakat di Kota Jayapura khususnya.
"Masyarakat di Kota Jayapura, mari bersama-sama perangi miras karena bisa merusak masa depan," kata Benhur di Kantor Wali Kota Jayapura, Kota Jayapura, , Kamis (6/7).
Bersama aparat keamanan baik TNI dan Polri, masyarakat punya andil dalam melakukan pengawasan sebab Kota Jayapura milik semua orang, bukan milik masyarakat tertentu saja.
"Yang hangat dilakukan saat ini pemberantasan miras. Oleh karena itu, Perda miras oleh Pemprov Papua. Saya garis bawahi, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi itu salah," kata Benhur.
Seperti diketahui belum lama, Pemprov Papua bersama instansi terkait telah melakukan penandatanganan Pakta Integritas tentang pencegahan, penjualan, dan peredaran miras.
Pemprov Papua juga telah melakukan razia di tempat-tempat penjualan, dan yang biasa digunakan untuk mengkonsumsi miras.
"Saya bekerja sesuai dengan aturan. Pemerintah punya aturan begitu juga dengan Papua melalui otsus, namun tetap jalan bersama-sama untuk menjadi kehidupan yang lebih baik lagi. Bukan secara preman," kata Benhur.
"Peraturan Pemprov dan Pemkot Jayapura harus jalan bersamaan memberantas miras. Jangan jalan sendiri-sendiri. Pemerintah bukan preman, tapi punya aturan dalam melaksanakan perda," Benhur menambahkan.
Terkait yang disangkakan kepada Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, yang dinilai telah makan uang miras, dibantah oleh pria yang akrab di sapa BTM ini.
"Saya tidak makan uang miras. Pemprov belum merevisi Undang-Undang Nomor 15/2013 tentang ijin pemasokan, dan peredanan miras. Miras tidak untuk meningkatkan PAD," kata Benhur.
Sebagai pemerintah, lanjut Benhur, Perda miras harus secara terus menerus disosialisasikan sehingga tidak terjadi kesalahan pahaman dalam pelaksaannya dilapangan.
"Banyak orang Papua baik anak-anak, dewasa, dan orang tua mati karena mengkonsumsi miras," kata Benhur. (Ramah)

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Hari pertama kerja usai libur lebaran 1438 Hijriyah/2017 Masehi, Pemerintah Kota Jayapura langsung menggelar apel di lapangan upacara kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Senin (3/7).
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, memberikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura karena 99 persen yang ikut apel.
"Saya minta kepada ASN, jangan lihat pemimpinnya tapi disiplin itu timbul dari diri masing-masing ASN. Saya memberikan apreasiasi," kata Benhur.
Kedisiplinan yang sudah tertanam dalam diri ASN bukan saja dalam apel, tapi juga di ruang kerja masing-masing untuk tetap melayani dengan baik.
"Kota Jayapura sebagai ibukotanya Provinsi Papua harus tampil beda dengan menerapkan kedisiplinan dalam kerja," kata Benhur.
Meski demikian, ASN Kota Jayapura diberikan peringatan tegas berupa pemindahan tugas bagi yang tidak patuh dan taat atas porgram kerja pemimpinnya.
"Saya siap tanda tangan surat pengunduran diri sebagai ASN Kota Jayapura, kalau anda tidak mau ikut kebijakan yang saya buat di kota ini. Bukan untuk saya tapi buat rakyat," kata Benhur.
"Bukan saja saya hanya tanda tangan. Tapi juga saya beritahu sikap ASN yang bersangkutan. Kenapa saya pindahkan.
Bersama wakilnya Rustan Saru, Benhur optimis terus meningkatkan kinerja ASN dan penghargaan Pemerintah Kota Jayapura yang sudah diraih selama lima tahun kedepan.
Tak lupa Benhur juga memberikan apresiasi kepada ASN muslim yang sudah melaksanakan ibadah puasa sehingga mencapai fitrahnya.
"Ibarat sehelai kerta putih yang bersih. Jangan dikotori lagi. Harus dipertahankan dan lebih meningkatkan provesional kerjanya," kata Benhur. (Ramah)

Published in Kota Jayapura

Personil Satpol PP Akan Ditambah

Rabu, 21 Jun 2017 09:54

 

JAYAPURA,- Dalam rangka meningkatkan disiplin dan mengecek personil petugas Satpol PP serta petugas Pemadaman (PMK) Kota Jayapura, Selasa(20/6) kemarin, Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM mengumpulkan semua petugas Satpol Kota Jayapura dan PMK untuk diberikan arahan yang berlangsung di main hall Wali Kota.
Inti dari arahan Benhur Tomi Mano yaitu, bagi semua petugas Satpol PP Kota Jayapura dan PMK harus bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan selalu menunggu perintah atasan.

Published in Kota Jayapura