Pasific Pos | Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 20 July, 2019 |

 

JAYAPURA - Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengapresiasi kegiatan khitanan massal di Masjid Al Ahkam Vuria, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (14/5/18), yang diikuti anak-anak dan orang dewasa.

Published in Kota Jayapura

 

JAYAPURA, - Usai peresmian Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buper Waena, Distrik Heram, jam menunjukkan pukul 12.00 WIT, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru langsung menggelar salat dzuhur berjamaah.

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru telah dilantik menjadi ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura masa bakti 2017-2022.

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru mengatakan, peran RT/RW di Kota Jayapura belum berfungsi maksimal karena masih ada warga yang belum terdaftar.

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru melakukan sidak di Kelurahan Waena dan Kampung Yoka untuk memantau kegiatan di dua tempat ini terkait pendataan kependudukan.

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, mendapat laporan dari warga terkait adanya pungutan liar (pungli) pada satu sekolah di Kota Jayapura terkait penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2017/2018.

Published in Kota Jayapura

Jayapura,- Wakil Walikota Jayapura Ir.H.Rustan Saru membuka Secara Resmi pencanangan pelaksanaan  pengenalan lingkungan sekolah bagi Sekolah SMP Negeri 2 Jayapura, Muhammadiyah Jayapura dan SMA Negeri 1 Jayapura yang di pusatkan di SMA Negeri 1 Jayapura Senin (17/17).
Dalam sambutannya Wakil Walkota Jayapura meminta agar Calon siswa baru yang akan bersekolah baik itu yang akan masuk di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas agar disiplin waktu pada saat masuk sekolah.   
"hampir semua sekolah-sekolah menentukan 08.00 wit, siswa sudah ada di ruang kelas, tapi kadang-kadang anak sekolah itu jam 09.00 baru sampai di sekolah, jadi harus disiplin waktu sehingga tidak terlambat,saya minta kepala sekolah dicatat juga anak-anak yang malas malas,"kata Wakil Walikota
Dikatakan pada tahun tahun sebelumnya hari hari pertama memasuki sekolah yang baru dulu ketika begini SD masuk SMP SMP masuk SMA orang tua selalu was-was dan khawatir karena  dulu masih diberlakukan MOS Masa Orientasi Siswa di mana siswa si ploncong oleh seniornya, maka setelah dikaji persoalan ini menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia membuat undang-undang Permen yang baru yaitu undang-undang tentang pengenalan lingkungan sekolah (LPS).
Dikatakan PLS ini memberikan kegiatan yang kreatif edukatif inovatif mengembangkan potensi-potensi siswa masing-masing sehingga tidak dilakukan MOS lagi yang tidak menjatuhkan mental siswa maka itu perintah permen ini Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI maka guru guru harus tahu dan memahami itu yang boleh terlibat di dalam PLS ini hanya adalah guru-guru sekolah masing-masing penanggung jawab adalah kepala sekolah boleh melibatkan kakak kakak senior dengan catatan adalah Pengurus organisasi sekolah OSIS boleh tapi tidak boleh lebih dari 2 orang dalam satu kelas itu pun diseleksi Jangan sampai ada yang teridentifikasi atau berkelakuan tidak baik.
"Ini catatan untuk kepala sekolah dan guru- guru dan waktunya PLS hanya tiga hari tidak boleh lebih."katanya
Rustan saru juga meminta agar siswa dan siswi tisak diperkenankan menggunakan HP pada saat jam belajar disekolah.
"Saya minta anak-anak sekolah sekarang jangan pegang HP di dalam ruang kelas, karena tidak diperbolehkan, sehingga guru harus perhatikan hal itu, kalau mau sukses jangan pernah berhenti untuk belajar,"ungkapnya
Ia juga menegaskan mengingat kondisi saat ini tentang maraknya peredaran dan pemakaian narkoba, perlu kita cegah dari sedini mungkin, khususnya kepada para pelajar, jangan sampai terpengaruh oleh keadaan tersebut.
"Saya apresiasi beberapa sekolah yang telah melakukan tes urine kepada siswa yang baru masuk seperti SMK 3 akhirnya apa terbukti ada 8 yang teridentifikasi pengguna ganja,” tegasnya.
Disini lain, ia imbau kepada guru-guru untuk terus mengawasi anak-anak di sekolah dan juga orang tua aktif mengawasi anak-anaknya ketika sudah pulang dari sekolah,” ungkapnya. (Erna)

Published in Pendidikan & Kesehatan

Wakil Walikota Tinjau Lokasi TPU Buper

Selasa, 11 Juli 2017 00:33

Jayapura,- Wakil Walikota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah terkait di Pemerintah Kota Jayapura meninjau lokasi yang akan di jadikan pemakaman Muslim, yang yang berlokasi di TPU Buper Waena Distrik Heram, Senin(10/07/2017).
Para rombongan langsung meninjau batas-batas wilayah, yang seluas 10 Ha untuk pemakanan dan Pemkot ingin segera lakukan pembangunan infrastruktur berupa  pagar dan akses jalan masuk  dan penerangan pada tahun 2017 ini.
 "Kami melihat lokasi pemakaman yang dibeli oleh Pemda di Buper waena lebih dari 10 hektar, namun masih ada sedikit bermasalah,’’ ujarnya.
Ia mengatakan, Pemkot Jayapura akan membuka akses jalan menuju ke lokasi pemakaman. “saat ini jalan masih berupa jalan tanah yang baru dibongkar, Sehingga lokasi belum bisa difungsikan," kata Wakil Walikota kepada Wartawan usai memantau lokasi tersebut.
Wakil Walikota juga sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Jayapura, karena  TPU Buper Waena belum bisa difungsikan.
"Jadi saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat kota Jayapura yang telah kita janji secepatnya kita akan fungsikan Tapi sampai hari ini belum bisa kita berikan jawaban yang pasti Kenapa yang pertama akses jalan harus tuntas paling tidak beraspal atau dibeton," ujarnya.
 Ia meminta kepada semua SKPD terkait agar fokus untuk segera menuntaskan lokasi agar tahun ini paling tidak kalau bisa segera difungsikan.
"lokasi sudah oke tinggal akses jalan ke sana karena disini juga perlu tentu lampu-lampu jalan untuk menunjang penerangan ketika ada pemakaman pada malam hari untuk itu sekali lagi kepada seluruh masyarakat kota Jayapura pemerintah kota sudah beli lokasi tapi untuk waktu dekat belum bisa kita fungsikan."katanya
Tahun ini juga, Pemkot Jayapura telah menyediakan  biaya kurang lebih 5 miliar, dan sementara proses pelelangan untuk pembuatan pagar keliling, nah kita minta kalau itu bisa disisihkan sebagian untuk untuk pematangan lokasi areal pemakaman sehingga bisa nampak tahun ini bentuk langka kerja nyata dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Jayapura untuk menuntaskan pemakaman Islam di kota Jayapura."ungkapnya.

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Korek api adalah batang kayu dibuat berukuran kecil. Ujungnya sudah dibumbuhi dengan suatu bahan, yang pada umumnya mengandung forfor, dan ujungnya di gosok pada alat khusus.

Korek api banyak manfaatnya, sebelumnya di kenal kompor gas biasanya ibu-ibu zaman dulu menggunakan korek api untuk memasak.

Dalam konteks menyebar luaskan informasi, korek api bisa menjadi bumerang bagi pelaku dan disekitarnya, yang bisa menimbulkan kekacauan bila tidak digunakan sebagai mestinya.

Terkait itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, mengajak warga agar jangan seperti korek api sebab korek api memiliki kepala tapi tidak mempunyai otak.

"Satu batang korek bisa membakar sejuta pohon," kata Rustan di Kantor Wali Kota Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (8/7).

Saking bahayangnya penggunaan korek api dalam informasi, pria yang dikenal ramah dan murah senyum ini meminta kepada seluruh warga khususnya pimpinan organisasi baik Islam maupun Kristen agar jangan seperti korek api karena sangat berbahaya.

"Himbaulah seluruh jemaat masing-masing agar tidak memberikan informasi yang tidak bertanggungjawab. Kalau ada bisa dilaporkan kepada pihak berwajib," kata Rustan.

Begitu juga dengan media sosial, lanjut Rustan, medos seperti Facebook, Blog, Instagram dan sejenisnya sangat cepat menyentuh semua elemen sehingga informasi yang tidak benar maupun benar cepat menyebar.

"Hati-hati juga para pengguna HP (hanphone). Jangan asal sebar informasi bila tidak tau sumber masalahnya," kata Rustan. (Ramah)

Published in Kota Jayapura

JAYAPURA, - Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, mengatakan pada 18 Juli 2017 Pasar Entrop Jayapura sudah bisa dioperasikan karena sudah selesai dikerjakan.
"Segera diresmikan sehingga perekonomian khususnya di wilayah Entrop itu bisa jalan," kata Benhur di Kantor Wali Kota Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (7/7).
Menurut Benhur, pasar yang bersebelahan dengan terminal yang akan di bangun tipe A agar pedagang yang berjualan di bdan jalan segera di menempati pasar dimaksud.
"Untuk menuju kota smart city. Semua bangunan yang sudah selesai di kerjakan sudah harus diresmikan sehingga masyarakat bisa memanfaatkan. Kawasan ruko di jantung Kota Jayapura kami jadikan sebagai pusat bisnis," kata Benhur.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Jayapura Robert L.N Awi, mengatakan belum dioperasikan pasar Entrop karena masih dalam tahap penyempurnaan seperti lahan parkir, selokan, dan pagar.
"Kami juga berharap secepatnya bisa dioperasikan sehingga perekonomian di wilayah itu bisa jalan. Pedagang yang jualan di badan-badan jalan dimaksukkan ke dalam pasar sehingga menjadi rapih," kata Robert.
Terkait pedagang yang berjualan di pasar dimaksud, Pemkot Jayapura mengutamakan pedagang yang berjualan di wilayah setempat. Pihaknya juga membuka pendaftaran untuk berniaga di Pasar Entrop. (Ramah)

Published in Ekonomi & Bisnis

Halaman 1 dari 2