Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

SENTANI - Guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Khenambai Umbay, sekaligus untuk menjawab Visi Jayapura Cerdas maka Pemerintah Kabupaten Jayapura mengadakan kerjasama bidang pendidikan dengan Universitas Pelita Harapan.

Published in Pendidikan & Kesehatan

Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan akan mengirim 50 calon guru untuk menimba ilmu di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Elias Wonda mengatakan pengiriman calon guru ini akan dilakukan 2018, dan dikhususkan bagi orang asli Papua (OAP). Dimana masing-masing wilayah adat akan mengirim 10 orang.
"Mereka ini nantinya akan ikuti program Teachers College Universitas Pelita Harapan (TC-UPH). Tahun depan itu merupakan tahun ajaran baru," kata Wonda kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.
Mengenai biaya, jelas ia, seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah provinsi, dimana anggaran yang nantinya dipersiapkan sekitar Rp2-3 miliar. Untuk itu, masing-masing wilayah adat harus mengirim perwakilannya.
"Dari jumlah yang ada, kami akan lakukan seleksi terlebih dulu, apabila sudah benar-benar siap maka kami akan diantar langsung ke UPH. Biaya sekolah hingga makan akan dibiayai oleh pemerintah provinsi," ucapnya.
Menurutnya, pengiriman calon guru akan dilakukan sebanyak dua kali. "Sebanrnya tahun ini tapi sudah terlambat, sehingga akan dilakukan tahun ajaran baru," tambahnya.
Setelah lulus, kata ia, akan diangkat menjadi guru dan ditempatkan disekolah unggulan yang akan dibangun pemerintah provinsi. "Sekolah unggulan ini akan dibangun tahun ini, dimana rencana tersebut sesuai dengan keinginan pak gubernur," katanya.
Dia menambahkan, jika 50 guru yang dikirim selesai sekolah maka akan dikembalikan ke masing-masing daerahnya.  "Kalau sekolah unggulan ini sudah buka, guru-guru inilah yang akan mengajar di sekolah ini. Ini sesuai perintah gubernur kepada saya, dan surat pemberitahuan sudah kami edarkan di lima wilayah adat,"urainya. (Bams)

Published in Pendidikan & Kesehatan