Pasific Pos | Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

PROVIDENCE,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendukung kerjasama antara Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan University of Rhode Island (URI) untuk membuka fakultas kelautan dan perikanan.

Published in Pendidikan & Kesehatan

PROVIDENCE,- Universitas Rhode Of Island Amerika Serikat bekerjasama dengan Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura akan membuka fakultas perikanan dan ilmu kelautan. Penjajakan untuk pembukaan fakultas ini telah dilakukan antara kedua universitas.

Published in Pendidikan & Kesehatan

JAYAPURA – Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas menuturkan aksi pembubaran paksa pihaknya terhadap sekumpulan massa yang mengatasnamakan gerakan Perempuan Revolusioner West Papua (GPR-WP) yang melakukan aksi demonstrasi di kampus Univesitas Cenderawasih (Uncen) lantaran tidak mengantongi ijin bahkan aksi yang dilakukan sudah dikaji terlebih dahulu sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan surat keputusan Kapolri.

Published in Kriminal

Jayapura, Solidaritas Peduli Uncen  (PSU) kembali melaksanakan unjuk rasa di pintu gerbang Universitas Cenderawasih di Perumnas 3 Waena. Unjuk rasa ini  dilakukan  terkait dengan mahalnya atau meningkatnya biaya pendidikan (SPP). Kegiatan aksi di koordinir oleh Alfas, Castro, Yanto, Frans dan penanggung jawab umum (Luranswau) Ketua BEM Fisip dan diikuti sekitar 250 orang mahasiswa.

Published in Sosial & Politik

 

JAYAPURA - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 Universitas Cendrawasih (Uncen), BEM Uncen menyelenggarakan pertandingan sepak bola antar perguruan tinggi se-kota Jayapura dari 19 Oktober hingga 8 November 2018.

Published in Olahraga

BEM Uncen Tolak Seleksi CPNS Online

Rabu, 19 September 2018 13:01

JAYAPURA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen bersama sembilan BEM Fakultas menolak pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang menggunakan sistem online.

Published in Kota Jayapura

YPM : Setiap Manusia Memiliki Kesempatan Untuk Menjadi Pemimpin



Jayapura, - Di sela-sela rangkaian Rapat Paripurna APBD Perubahan yang harus terus dihadiri, Politisi Muda DPR Papua, Yan Permemas Mandenas, SSos, MSi menyempatkan diri memberikan Kuliah Umum kepada mahasiswa baru Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)Universitas Cenderawasih, Selasa (4/9/18) kemarin.

Published in Sosial & Politik

Jayapura, - Malam telah larut namun tak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa Universitas Cendrawasih melakukan protes di Mapolres Kota Jayapura Kamis (16/8).

Published in Headline

 

Jayapura, - Ancaman Penjabat Gubernur (Penjagub) Papua, Soedarmo yang akan menghentikan dana Otsus ke Fakultas FISIP Uncen, mendapat kecaman dari Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai.


Dikatakan, ancaman itu, lantaran ospek di Uncen yang diwarnai yel-yel Papua Merdeka dan mengenakan bintang kejora.


Legislator Papua ini menilai, ancaman itu merupakan cara-cara rezim, atau cara-cara pendekatan masa Orde baru (Orba)


"Itu cara-cara Orde Baru, karena mereka selalu mengancam orang asli Papua untuk mendapatkan sebuah haknya. Apalagi, Penjabat ini mantan jenderal dan tahu sejarah politik Papua dan NKRI. Jadi jangan asal melontarkan sebuah ungkapan yang seolah -olah mewakili pemerintah pusat," kata Ruben Magai kepada sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15*8/18).


Lanjut dikatakan, hari ini kondisi Papua ada pada titik merah. Apalagi, penjabat gubernur ini juga adalah Dirjen Kesbangpol di Kemendagri, sehingga dia tahu itu persis, bagaimana caranya mendekati orang Papua.


"Jadi, bukan mengungkapkan sebuah kata yang mengandung ancaman. ," ketus Ruben.


Bahkan tandas Ruben, ini juga salah satu cara untuk membungkam ruang demokrasi orang asli Papua.


Padahal lanjutnya, dana Otsus itu diberikan kepada orang asli Papua saat minta merdeka. Namun cara Penjagub Papua itu memperlihatkan sikap Jakarta yang sebenarnya untuk tidak mau membangun Papua.


"Dana Otsus bukan diberikan penjabat gubernur. Seperti anak kecil saja, seakan sudah tak ada solusi. Selama ini sudah banyak orang Papua yang terbunuh dengan istilah Seperatis, OPM, GPK dan lainnya. Itu istilah-istilah yang selama pemerintahan Orde Baru, dipakai oleh TNI/Polri," ketusnya.


Untuk itu, Ruben juga meminta kepada pihak kepolisian, tak lagi menangkap mahasiswa seperti permintaan penjabat gubernur, dan penjabat gubernur juga harus menjelaskan apakah itu bicara atas nama negara atau pribadi, karena ada kepentingan.


"Jadi, hentikan kata-kata yang mengancam orang asli Papua dalam dunia pendidikan. Jangan lagi tangkap mahasiswa karena itu mimbar kampus. Jangan Seenaknya melontarkan kata-kata yang bukannya mengobati hati masyarakat Papua, tapi malah sebaliknya melukai hati orang asli Papua,," tegasnya.


Ruben Magai menambahkan, penjabat gubernur harus tahu selama ini orang Papua selalu dalam ancaman dan stigma. Apalagi pendekatan hukum dan senjata, dipakai negara. Kondisi itu sudah terjadi sejak 1961.


"Kami bukan tak mengerti, jadi mulai hari ini kepolisian hentikan semua proses itu, tidak boleh menangkap mahasiswa, karrna itu adalah mimbar kampus. Mereka harus tahu itu, " tekannya. (TIARA)

Published in Headline

Jayapura, - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit melalui Wakapendam Letkol Inf Dax Sianturi, Rabu (15/8), menyesalkan terjadinya aksi seperatisme dalam institusi kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, pada pelaksanaan orientasi studi (ospek) atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa kemarin.

Published in Kriminal

Halaman 1 dari 4