Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

JAYAPURA,- Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan guna mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang yang akan di laksanakan 11 juli besok di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa kabupaten Intan Jaya dengan total TPS berjumlah tujuh TPS akan dijaga ketat pihak Kepolisian Dan TNI.

“Kita akan lebih seriusi dalam menjaga keamanan menjelang pemungutan suara ulang (PSU) di kabupaten Intan Jaya, dimana hal ini akan dilihat dengan menempatkan 30 personil dimasing masing TPS, 10 dari unsur TNI sedangkan 20 dari Polri,” ucap Boy saat di wawancarai awak media usai melaksanakan upacara peringati hatu HUT Bhyangkara ke 71 di Mako Brimob Polda Papua, Senin (10/7) pagi.

Lanjut Mantan Kadiv Humas Polri ini menuturkan selain itu juga untuk pengawasan sendiri pihaknya akan menerjunkan Perwira pengawas dengan pangkat Kompol sehingga ini benar benar dalam pengawasan ekstra dalam menjaga pesta demokrasi untuk berjalan aman dan damai tanpa ada gangguan.
Dirinya pun menambahkan apabila dalam pelaksaan pemungutan suara ulang (PSU) yang akan di laksanakan ada gangunan maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

“Satu TPS ada 30 anggota yang berjaga di sana sementara untuk mengantisipasi ada gangguan di lapangan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab maka kita akan bertindak tegas dan apabila perbuatanya sudah sangat berlebihan maka tidak akan segan kami ambil tindakan melumpuhkan, dan itu artinya kita sangat seriusi hal ini,” tegasnya.

Published in Headline

JAYAPURA,- Masyarakat Intan Jaya diminta tenang dan turut mensukseskan jalannya Pemungutan Suara Ulang (PSU). Pelaksanaan PSU tujuh TPS di Intan Jaya, akan berlangsung tanggal 11 Juli mendatang.
Demikian dikatakan, anggota DPR Papua dari Dapil Intan Jaya, Thomas Sondegau kepada wartawan kemarin
Lebih lanjut dikatakannya, beberapa kabupaten di Papua akan dan sudah melaksanakan PSU. Kabupaten yang akan melaksanakan PSU yakni Intan Jaya, Jayapura, dan Yapen. Kabupaten yang telah melaksanakan PSU yakni Tolikara dan Puncak Jaya.
"Kami minta masyarakat  Intan Jaya ketika PSU 7 TPS jangan sampai seperti beberapa waktu lalu sehingga semua pihak harus menahan diri. Ini untuk merebut 3245 suara. Jangan sampai seperti Puncak Jaya. Intan Jaya sudahlah, beberapa waktu lalu ada korban banyak," katanya.
Menurutnya, para kandidat harus menjaga agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Jangan karena kepentingan politik, rakyat korban. Terutama politisi muda, jangan berupaya menciptakan polemik.
"Semua harus menahan diri biarlah masyarakat menentukan pilihannya siapa yang akan menjadi pemimpin," ujarnya.
Katanya, kabupaten lain juga kalau sudah melaksanakan PSU apapun hasilnya ya sudahlah, serahkan semua pada putusan MK. Semua pihak harus menahan diri, siapapun terpilih, itu pilihan rakyat.
"Mengubah kabupaten tidak gampang. Siapapun naik belum tentu langsung rubah itu kabupaten. Kami minta juga pihak-pihak tak bertanggungjawab jangan kacaukan masyarakat. Apapun keputusan MK, itu final tidak perlalu saling lempar kesalahan," katanya. (Fani)

Published in Headline