Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com - Results from #60

| 9 December, 2019 |

MERAUKE,ARAFURA,-Ketua Ikatan Alumni SMAN 2 Angkatan 99, Ronald Ohoilulin, SE, M.Pd mengemukakan bahwa komunikasi dengan seluruh alumni angkatan tahun 1999 selama ini masih tetap intens meskipun mereka harus terpisahkan dengan jarak yang sangat jauh. Komunikasi dilakukan melalui group yang ada di media WA di mana para alumni bisa berbagi informasi apa saja atau sekedar saling menyapa menanyakan kabar masing-masing.

Published in Papua Selatan

SMAN 1 Sentani Dukung Program BNNK Jayapura

Selasa, 26 September 2017 20:46

Untuk Pertemuan dengan Orang Tua Siswa Untuk Melakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba



SENTANI - Kepala SMAN 1 Sentani, Agnes Anetha Mambieuw Hikoyabi, S.Pd, menyatakan bahwa SMA Negeri 1 Sentani menyambut baik dan mendukung program Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Jayapura untuk melakukan pertemuan dengan orang tua siswa dalam mengadakan sosialisasi bahaya narkoba.

Published in Pendidikan & Kesehatan

SENTANI - Mencegah adanya peredaran obat terlarang seperti PCC (Paracetamol Cafein Carisoprodol) di lingkungan sekolah, SMA Negeri 1 Sentani merutinkan kegiatan sweeping kepada seluruh siswa saat hendak masuk dan pulang sekolah di ruangan kelas.

Published in Pendidikan & Kesehatan

Alumni SMA Negeri 2 Angkatan 99

Senin, 25 September 2017 00:22

‘Berbagi Kasih Dengan Warga Urumb’




MERAUKE,ARAFURA,-Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Angkatan Tahun 1999, Kamis (21/9) lalu menyambangi warga Kampung Urumb untuk memberikan bingkisan kasih yang terdiri dari pakaian seragam dan sejumlah sembako. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ronald Ohoilulin, SE, M.Pd selaku ketua, Abdul Majid Salam, SE sebagai wakil ketua, bendahara, Yeanne Christine serta beberapa anggota alumni lainnya yang ikut serta.

Published in Papua Selatan

SMAN 1 Sentani Gelar LDK Bagi Pengurus OSIS

Minggu, 24 September 2017 21:39

SENTANI - Dalam rangka menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang handal, SMA Negeri 1 Sentani menyelenggarakan kegatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi calon pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Published in Pendidikan & Kesehatan

SMAN 1 Sentani Gelar Nobar Film G30S/PKI

Minggu, 24 September 2017 21:24

SENTANI - SMA Negeri 1 Sentani menggelar nonton bareng (Nobar) Film G30S/PKI di Aula sekolah tersebut, Jumat (22/9/17).

Published in Pendidikan & Kesehatan

SENTANI - Wakil Ketua (Waket) II DPRD Kabupaten Jayapura, Korneles Yanuaring berharap tidak ada lagi pungutan liar (Pungli) biaya kepada para calon penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017 ini.
Kata Waket Korneles, Pemerintah Pusat sudah berupaya untuk memberikan pendidikan yang gratis kepada setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan.
Saya pikir sudah menjadi trend selama ini ya, dan beberapa waktu belakangan itu pada saat pendaftaran-pendaftaran siswa baru baik di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK itu trend yang muncul adalah pungutan liar. Kita juga sering menerima pengaduan terkait pungutan-pungutan liar yang dilakukan di sekolah-sekolah, ujarnya kepada wartawan di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, usai menghadiri pertemuan antara porter dengan Disnaker, Selasa (4/7) kemarin.
Maka itu, kita berharap untuk tahun ini jangan lagi ada pungutan liar (Pungli). Kalau sampai ada, saya pikir itu sudah tidak ada toleransi lagi terhadap yang bersangkutan dan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati harus tegas untuk mengambil tindakan, jika ada pungutan liar tersebut, tambah Waket Korneles dengan nada penuh harap.
Menurutnya, apapun nama dan bentuknya, kalau ada pungutan kepada siswa atau calon siswa yang diluar kebijakan pemerintah, itu bisa dikatakan Pungli. Apalagi kalau pungutan tersebut sudah dilarang dalam Undang-Undang dan juga tidak ada dasar hukumnya.
Kalau hanya sekedar formulir, tidak perlulah harus ada biayanya, bisa ditanggung dana BOS termasuk biaya operasional panitia, karena PSB sudah menjadi program rutin tiap tahun, tuturnya.
Korneles menegaskan, penerimaan siswa baru (PSB) juga harus disesuaikan dengan jumlah ruangan kelas yang tersedia disekolah tersebut. Jangan sampai memaksakan diri untuk menampung siswa sebanyak-banyaknya, sehingga melebihi kapasits.
Kalau memang ruang belajar yang tersedia hanya satu atau dudua ruangan saja, ya terimalah ssiwa baru sesuai dengan ruangan yang ada itu, sarannya.
Korneles juga menyampaikan, saat ini di Kabupaten Jayapura sudah memiliki ti Sapu bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli). Dia berharap tim satgas Saber Pungli yang sudah ada di daerah ini supaya bisa mengawasi pelaksanaan PSB yang sedang berlangsung ini.
Kalau memang ada indikasi-indikasi yang masuk kategori Pungli, berikan tindakan dan diproses saja secara hukum, tukasnya. (Jems)

Published in Lintas Daerah

JAYAPURA, - Tahun ajaran 2017/2018, Pemerintah Kota Jayapura membuat regulasi sistim penerimaan siswa baru sesuai zonasi atau wilayah agar setiap calon siswa yang mendaf bisa diterima.
Selain itu, memeratakan jumlah peserta didik di masing-masing sekolah agar tidak terjadi penumpukan siswa dalam kelas.
"Kalau menggunakan llintas rayon, maka sesua masyarakat pinginnya ke sekolah favorit yang diingkan masing-masing siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa di kantor Wali Kota Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Senin (3/7).
Pemerataan penerimaan siswa baru pada tahun ajaran kali ini sesuai wilayah dikarenakan semua sekolah di Kota Jayapura merupakan sekolah unggulan.
"Jadi, jangan menganggap satu atau dua sekolah saja yang sekolah unggulan. Masyarakat harus sadar, dan peserta didik harus mengikuti peraturan yang berlaku," kata Wayan.
Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan Indonesia Nomor 17/2017, kata Wayan, setiap kelas khusus untuk SMA per kelas adalah 36 siswa. SMP 33, SMK 47.
"Sekarang tidak diperbolehkan lagi. Kalau tidak lulus kan kasihan juga. Lebih baik ikutilah peraturan yang kami buat sesuai dengan Juknis tentang PPDB online 2017," kata Wayan.
Untuk penerimaan peserta didik baru, di masing-masing sekolah dibuka setiap pukul 08.00 WIT pada hari kerja dari 1 hingga 11 Juli, dan pengumuman pada 14-17 Juli 2017.
PPDB online di Kota Jayapura dikhususnya untuk peserta siswa SMP, SMA, SMK. Pendaftaran menggunakan formulir diperuntukkan bagi siswa SD untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Setiap anak di kota ini harus sekolah dan wajib belajar 12 tahun dari usia 7-12 tahun. Segera melakukan perubahan alamat rumah yang lama bila pindah ditempat yang baru. Pengumuman PPDB online murni dan tidak ada titipan," kata Wayan.
"Saya harapkan pada saat pengumuman hasil pendaftaran online di tanggal 14 nantinya pengumuman yang murni dan tidak ada titipan," pungkasnya. ( Erna/Ramah)

Published in Pendidikan & Kesehatan

Halaman 7 dari 7