Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Jayapura,- Wakil Walikota Jayapura Ir.H.Rustan Saru membuka Secara Resmi pencanangan pelaksanaan  pengenalan lingkungan sekolah bagi Sekolah SMP Negeri 2 Jayapura, Muhammadiyah Jayapura dan SMA Negeri 1 Jayapura yang di pusatkan di SMA Negeri 1 Jayapura Senin (17/17).
Dalam sambutannya Wakil Walkota Jayapura meminta agar Calon siswa baru yang akan bersekolah baik itu yang akan masuk di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas agar disiplin waktu pada saat masuk sekolah.   
"hampir semua sekolah-sekolah menentukan 08.00 wit, siswa sudah ada di ruang kelas, tapi kadang-kadang anak sekolah itu jam 09.00 baru sampai di sekolah, jadi harus disiplin waktu sehingga tidak terlambat,saya minta kepala sekolah dicatat juga anak-anak yang malas malas,"kata Wakil Walikota
Dikatakan pada tahun tahun sebelumnya hari hari pertama memasuki sekolah yang baru dulu ketika begini SD masuk SMP SMP masuk SMA orang tua selalu was-was dan khawatir karena  dulu masih diberlakukan MOS Masa Orientasi Siswa di mana siswa si ploncong oleh seniornya, maka setelah dikaji persoalan ini menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia membuat undang-undang Permen yang baru yaitu undang-undang tentang pengenalan lingkungan sekolah (LPS).
Dikatakan PLS ini memberikan kegiatan yang kreatif edukatif inovatif mengembangkan potensi-potensi siswa masing-masing sehingga tidak dilakukan MOS lagi yang tidak menjatuhkan mental siswa maka itu perintah permen ini Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI maka guru guru harus tahu dan memahami itu yang boleh terlibat di dalam PLS ini hanya adalah guru-guru sekolah masing-masing penanggung jawab adalah kepala sekolah boleh melibatkan kakak kakak senior dengan catatan adalah Pengurus organisasi sekolah OSIS boleh tapi tidak boleh lebih dari 2 orang dalam satu kelas itu pun diseleksi Jangan sampai ada yang teridentifikasi atau berkelakuan tidak baik.
"Ini catatan untuk kepala sekolah dan guru- guru dan waktunya PLS hanya tiga hari tidak boleh lebih."katanya
Rustan saru juga meminta agar siswa dan siswi tisak diperkenankan menggunakan HP pada saat jam belajar disekolah.
"Saya minta anak-anak sekolah sekarang jangan pegang HP di dalam ruang kelas, karena tidak diperbolehkan, sehingga guru harus perhatikan hal itu, kalau mau sukses jangan pernah berhenti untuk belajar,"ungkapnya
Ia juga menegaskan mengingat kondisi saat ini tentang maraknya peredaran dan pemakaian narkoba, perlu kita cegah dari sedini mungkin, khususnya kepada para pelajar, jangan sampai terpengaruh oleh keadaan tersebut.
"Saya apresiasi beberapa sekolah yang telah melakukan tes urine kepada siswa yang baru masuk seperti SMK 3 akhirnya apa terbukti ada 8 yang teridentifikasi pengguna ganja,” tegasnya.
Disini lain, ia imbau kepada guru-guru untuk terus mengawasi anak-anak di sekolah dan juga orang tua aktif mengawasi anak-anaknya ketika sudah pulang dari sekolah,” ungkapnya. (Erna)

Published in Pendidikan & Kesehatan