Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

SENTANI,- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengungkapkan sebenarnya jumlah rumah ibadah yang tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Jayapura jumlahnya cukup banyak. Mulai dari gereja, hingga masjid.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI –  Ditahun 2017 ini, Lembaga Missi Recclassering- Republik Indonesia (LMR-RI) Papua, akan fokus membangun Puluhan rumah-rumah ibadah.
“Rumah ibadah perlu mendapatkan perhatian serius sebab, rumah ibadah sangat berperan penting dalam memberikan kesejukan hati dan pemikiran kepada setiap manusia untuk tetap menjaga kedaiaman, ketentraman, serta kebersamaan ditanah Papua ini. Sehingga tahun 2017 ini, melalui kebijakan Gubernur Papua, Lukas Enembe, S. IP, kami akan fokus melakukan pembangunan rumah-rumah ibadah,” ujar Komandan LMR-RI, Komando Wilayah (Komwil) Papua, Imam Syafi’I, SE. kepada wartawan, Selasa (11/7) Kemarin, di Sentani.
Kata Imam, bukan hanya gereja atau masjid yang menjadi perhatian pihaknya tapi seluruh rumah ibadah di Papua, dari 6 agama yang diakui oleh negara.
“Karena Beliau (Gubernur), memerintahkan untuk membangun semua rumah ibadah dari 6 agama yang diakui, maka kita sebagai lembaga yang diberikan kepercayaan oleh beliau, harus melaksanakan dengan penuh tanggungjawab,”akunya.
“, Untuk itu, Kedepannya kami akan mulai fokus melakukan pembangunan rumah ibadah yang ada. Baik yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura maupun Kabupaten Kerom,”tegasnya.
Selain pembangunan rumah ibadah, lanjut Imam, LMR-RI Juga masih tetap pada kegiatan Bhakti Sosial (Bhaksos) diwilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura Dan Kabupaten Kerom.
“Tentunya, Selain pembangunan rumah ibadah, kita juga masih fokus pada kegiatan Bhaksos dan kegiatan lainnya yang berhubungan langsung dengan masyarakat,”katanya.
“Harapan kami, dengan berbagai kegiatan yang akan kami lakukan ini, LMR-RI bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat dan dicintai oleh masyarakat Papua,”harapnya menambahkan.
Tak lupa juga Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Papua terlebih kepada seluruh umat beragama, untuk tetap menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan umat beragama.
“Intinya persatuan, kesatuan serta kerukunan umat beragama harus terus kita jaga. Supaya, jalannya pembangunan di Papua bisa berjalan lancar, aman dan terkendali,”imbuh Imam.

Published in Lintas Daerah