Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

JAYAPURA,- Hasil penghitungan suara secara keseluruhan pada Pemungutan Suara Ulang di di 7 TPS 2 distrik Pilkada Intan Jaya, pasangan calon nomor urut 3, Natalis Tabuni (cabup petahana-red) dan Yan Robert Kobogoyauw unggul dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 7 TPS 2 distrik Pilkada Intan Jaya, dengan mengantongi 2.048 suara.
Komisioner KPU Papua, Tarwinto kepada wartawan Rabu (12/7) mengatakan, pelaksanaan PSU di 7 TPS yang berada di 2 Distrik yakni Sugapa dan Agasiga, Kabupaten Intan Jaya, berjalan aman dan lancar.
"Begitupun dengan Rekapitulasi di tingkat PPD Sugapa dan Agisiga berjalan aman lancar. Sampai di tingkat KPU pun demikian berjalan aman dan lancar berlangsung pukul 19.30 - 22.15," kata Tarwinto.
Pelaksanaan rekapitulasi menghadirkan saksi paslon nomor 2 dan 3 dan mereka, kata Tarwinto menerima sudah menerima hasilnya. Sedangkan saksi untuk paslon nomor 1 dan 4 tidak hadir dalam proses rekapitulasi.
"Dalam tujuh hari ke depan KPU Papua akan menyiapkan laporan hasil PSU untuk kemudian dilaporkan ke MK melalui KPU RI," terangnya.
Adapun perolehan hasil PSU di 7 TPS 2 Distrik ditambah hasil rekapitulasi yang lalu di 6 Distrik , paslon nomor urut 1, Bartolomius Mirip dan Deny Miagoni sebanyak 120 suara ditambah hasil lalu, 8.636 total jumlahnya 8.756, nomor urut 2 Yulius Yupugauw - Yunus Kalabetme 1.079 suara ditambah 33.958 menjadi 35.030, nomor urut 3 Natalis Tabuni - Yan Robert Kobogoyauw 2.048 suara ditambah 31.476 menjadi 33.528, lalu nomor urut 4 Thobias Songgonauw - Hermanus Miagoni, dengan 0 suara, jumlahnya tetap sama dengan hasil lalu yakni 1.928 suara.
Sebelumnya, pelaksanaan Pilkada serentak di Kabupaten Intan Jaya, 15 Februari 2017 lalu diwarnai bentrok oleh massa pendukung dua pasangan calon mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka. Sejumlah rumah juga dibakar oleh massa. (Bams)

Published in Headline

JAYAPURA,- pelaksanaan pemungutan suara ulang yang dilaksanakan dua distrik yakni Agisiga dan Distrik Sugapa kabupaten Intan Jaya berjalan aman.
 Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal  saat di temui di ruang kerja di mapolda Papua, Selasa (11/7) sore.

 Dirinya menuturkan pelaksanaan pemungutan suara ulang yang berlangsung di dua distrik dengan total tujuh TPS ini berjalan aman tanpa ada ganggun dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, selain itu juga yang mendukung berjalannya prmungutan suara ulang yang aman dikarenakan satu TPS di jaga aparat baik TNI/POLRI dengan total peronil berjumlah 30 orang dan pengawas TPS merupakan Perwira.

“ SPU di intan jaya hingga sore tadi saya terima laporan kondisi disana mana dan kondusfi,” pungkasnya.

Dirinya melanjutkan sementara untuk pengamanan jalannya rekapitulasi dari hasil pemungtan suara ulang di dua distrik dengan total tujuh TPS ini akan di jaga ketat dengan pihak kepolisian bail dari personil BKO Brimob yang ada dan anggota Polres yang sudah berada di sana serta di bantu oleh rekan-rekan TNI yang ada.

“ Tadi dilakukan rekapitulasi suara tingkat TPS dan rencannya besok akan dilaksanakan rekapitulasi tingkat KPU maka akan ada penjagaan ketat pihak keamanan guna mengantisipasi hal hal yang tidak dinginkan terjadi,” jelasnya.
 Kata kamal pasukan yang akan amankan jelang rekaiptulasi di Kantor KPU Itan Jaya dari hasil pemungutan suara ulang akan melibatkan  2 SSK Brimob yang ada disana serta anggota  Polres serta TNI .

Dirinya menghimbau kepada pihak pihak jangan masyarakat di profokasi  atau  masyarakat sendiri yang terprofokasi terhapap kelompok tertentu  untuk kepentingan tertentu,  dan siapa yang terpilih menjadi bupati dialah  calon bupati yang terbaik dipilih masyarakat di kabupaten Intan Jaya  dan kepada semua pihak harus mendukung supaya ada perubahan yang bisa di bawa untuk intan jaya yang lebih baik lagi ke depannya.

Published in Headline

JAYAPURA,- Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan guna mengantisipasi hal hal yang tidak di inginkan menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang yang akan di laksanakan 11 juli besok di Distrik Agisiga dan Distrik Sugapa kabupaten Intan Jaya dengan total TPS berjumlah tujuh TPS akan dijaga ketat pihak Kepolisian Dan TNI.

“Kita akan lebih seriusi dalam menjaga keamanan menjelang pemungutan suara ulang (PSU) di kabupaten Intan Jaya, dimana hal ini akan dilihat dengan menempatkan 30 personil dimasing masing TPS, 10 dari unsur TNI sedangkan 20 dari Polri,” ucap Boy saat di wawancarai awak media usai melaksanakan upacara peringati hatu HUT Bhyangkara ke 71 di Mako Brimob Polda Papua, Senin (10/7) pagi.

Lanjut Mantan Kadiv Humas Polri ini menuturkan selain itu juga untuk pengawasan sendiri pihaknya akan menerjunkan Perwira pengawas dengan pangkat Kompol sehingga ini benar benar dalam pengawasan ekstra dalam menjaga pesta demokrasi untuk berjalan aman dan damai tanpa ada gangguan.
Dirinya pun menambahkan apabila dalam pelaksaan pemungutan suara ulang (PSU) yang akan di laksanakan ada gangunan maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.

“Satu TPS ada 30 anggota yang berjaga di sana sementara untuk mengantisipasi ada gangguan di lapangan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab maka kita akan bertindak tegas dan apabila perbuatanya sudah sangat berlebihan maka tidak akan segan kami ambil tindakan melumpuhkan, dan itu artinya kita sangat seriusi hal ini,” tegasnya.

Published in Headline

SENTANI - Walaupun sempat terjadi perdebatan yang cukup alot saat penandatanganan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Jayapura terkait dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun waktu pelaksanaan untuk menentukan pelaksanaan PSU tersebut.
Namun penandatanganan NPHD PSU ini tetap berjalan sukses dan juga telah disepakati soal waktu pelaksanaan maupun jumlah TPS antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dengan KPU Provinsi Papua beberapa waktu lalu.
Memang dalam penandatanganan NPHD itu juga (jumlah TPS) sedikit menjadi perdebatan alot, karena itu semua akan mempengaruhi jumlah dana, kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika ditanya wartawan terkait penandatanganan NPHD yang didalamnya juga telah ditetapkan jumlah TPS sebanyak 229 yang akan menggelar PSU di 17 Distrik, usai acara Halal Bihalal Pemkab Jayapura bersama TNI/Polri dan masyarakat, baru-baru ini.
Dari pihak KPU Provinsi Papua sendiri, kata Bupati Mathius, bahwa mereka mengakui mengalami kesulitan ketika melakukan komunikasi dengan Bawaslu Papua.
Jadi, Bawaslu Papua menolak terhadap hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Jayapura dan didukung KPU Provinsi Papua. Saya pikir perdebatan ini pasti bisa panjang karena kewenangan bukan di Bawaslu namun kewenangan  ada di KPU, bebernya.
Menurut Bupati Mathius, rekomendasi Bawaslu inilah yang dilaksanakan oleh KPU Papua, termasuk juga dalam memverifikasi itu. Artinya, PSU harus dilakukan karena ini rekomendasi Bawaslu (Panwas) dan sudah ada keputusan untuk tetap dilaksanakan.
Kalau soal jumlah itu kewenangannya ada di KPU Papua, setelah diverifikasi mana yang bisa dilakukan. Apalagi dari DKPP RI juga memberikan kewenangan itu maka DKPP tidak bisa mengintervensi kewenangan KPU. Tapi, saya pikir kita tidak boleh berdebat soal itu terlalu panjang karena kalau kita terus berdebat nanti akan berlarut-larut, sehingga kita tetap menandatangani NPHD dan DKPP memberikan kewenangan kepada KPU Papua untuk melaksanakan secara baik, tuturnya.
Bupati Mathius meminta penyelenggara (KPU dan Bawaslu) tidak boleh bermain saat proses PSU berlangsung nanti.
Kita mengingatkan (berpesan) kepada penyelenggara baik KPU dan Bawaslu tetap pada fungsi penyelenggaranya. Jangan ikut bermain di dalam tugas-tugas yang bukan menjadi tugasnya, kata dia.
Selain itu, ia meminta kepada para peserta (Paslon) Pilkada, juga harus menjunjung tinggi keadilan, kebenaran dan kejujuran serta berdemokrasi dengan benar.
Kita harus junjung tinggi. Kalau memang hasilnya sudah diketahui ada salah satu paslon yang menjadi pemenang, maka semua harus tunduk pada komitmen awal yakni siap menerima kekalahan dan kemenangan. Jangan karena tidak menang terus bikin ulah-ulah yang berkepanjangan di berbagai hal, ujarnya.
Bagaimana mau menjadi seorang pemimpin kalau tidak konsisten. Harus ada pengakuan, kesungguhan dan komitmen yang pernah dibuat awal untuk siap menghargai keputusan rakyat. Saya pikir konsisten ini yang penting dan perlu dijunjungg dalam rangka pelaksanaan PSU tersebut, tandas Mathius.

Published in Sosial & Politik

JAYAPURA,– Guna mencegah terjadinya konflik antar pendukung calon Bupati di Intan Jaya, menjelang pelaksanaan PSU di 7 TPS, para kandidat dan tim sukses di kumpulkan untuk membuat komitmen bersama mensukseskan pilkada di Intan Jaya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menerangkan, pertemuan itu digelar guna mengajak seluruh elemen masyarakat disana untuk mensukseskan pilkada, hingga terpilihnya kepala pemerintahan, tanpa adanya konflik.

“Sebelumnya daerah ini melakukan konflik antar pendukung pada saat pilkada. Maka dari itu, kita berupaya untuk konflik itu tak terulang kembali, mengingat di Intan Jaya akan digelar PSU pada 7 TPS,” pungkasnya.

Kamal menjelaskan pada saat pertemuan, Wakil Gubernur Klemen Tinal menerangkan apabila PSU mendatang konflik, hal itu tidak hanya menyanyitkan hati orang banyak tetapi juga Tuhan.
“Saya ingatkan, bagi yang nantinya menang dan kalah, mereka adalah pemenang. Karena dari puluhan ribu masyarakat di Intan Jaya, empat pasangan inilah yang terpilih,” kata Kamal menirukan pernyataan Klemen Tinal.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, kedatangan mereka ke Intan Jaya untuk membawa harapan bagi masyarakat pada pelaksanaan pesta demokrasi yang menentukan siapa pemimpin lima tahun kedepan didaerah tersebut.

“Walaupun kita berbeda pilihan, demokrasi adalah saling menghargai, setiap individu warga negara punya hak, harus saling menghormati satu sama lainnya , mulai dari rumah ataupun satu kampung kita tidak boleh saling menyalahkan, memusuhi, menyakiti karena berbeda itu,” jelasnya.

Boy berharap peristiwa yang terjadi sebelumnya tak terulang, agar tak ada lagi korban jiwa mau pun material.
“Saya menghimbau kepada para tokoh-tokoh apabila ada yang berbeda pilihan harus kita hargai, biarlah pelaksanaan pilkada yang lalu kita jadikan pelajaran, jangan ada lagi saling serang dalam pelaksanaan PSU nanti,” katanya.

Kamal menjelaskan saat ini sudah ada 2 SSK Brimob membeck up Polres Paniai dalam pelaksanaan PSU di sana. “Pengamanan khusus dilakukan ditempat pelaksanaan pemilu, kantor KPU dan Panwaslu serta kantor pemerintahan,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, lanjut Kamal, apabila terjadi konflik, semua yang terlibat akan ditindak tegas. Pasalnya, hal itu telah disepakati pemerintah setempat dan para calon.

“Kalau terjadi tindakan kekerasan maka kami pihak keamanan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Maka dari itu kami berpesan, apabila salah satu pasangan calon merasa dirugikan dalam pelaksanaan nantinya maka ada langkah-langkah hukum yang harus di tempuh bukan mengerahkan massa untuk saling serang,” katanya.

Kamal berjanji Kepolisian dan TNI bersikap netral dalam pelaksanaan pemilu. “Jangan berharap dukungan dari kepolisian atau TNI, kami akan mengawal pelaksanaan ini agar berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Sebatas diketahui pemilu di Intan Jaya sebelumnya sudah dilaksanakan pleno rekapitulasi oleh KPU Provinsi Papua pada akhir bulan April Lalu. Namun, Mahkamah Konstitusi (MK) meminta tujuh TPS kembali dilakukan pemilihan ulang.

Dimana perolehan suara pasangan nomor urut 1, Bartolomius Mirip dan Deny Miagoni, memperoleh 8.636 suara, nomor urut 2 Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme memperoleh 33.958 suara, nomor urut 3 Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw memperoleh 31.476 suara, sedangkan pasangan nomor urut 4 Thobias Zonggonau dan Hermaus Miagoni memperoleh 1.928 suara.

Published in Headline

JAYAPURA,- dalam rangka pemungutan Suara Ulang pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten Intan Jaya di dua distrik 11 juli mendatang sebanyak 130 personil Anggota Kepolisian Polres Paniai di kerahkan.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal saat di hub Minggu (9/7) pagi.

Kata Kamal sebanyak 130 personil yang di kerahkan guna penebalan pasukan di dua distrik yang akan melaksanakan pemungutan suara ulang pemilihan bupati dan wakil bupati yakni Distrik Agisiga dan distrik Sugapa dengan Jumlah 7 TPS.

"130 personip ini sudah di terbangkan menggunakan hellycopter BELL 2212 PK HMN milik CV. Cahya Utama Sabtu Pagi," pungkasnya.

Lanjut Kamal pergeseran Personil ke Tps melalui jalur udara untuk menghemat waktu dan tenaga, Tps tidak dapat dijangkau dengan kendaraan darat dan jika di tempuh dengan berjalan kaki bisa memakan waktu nerhari hari untuk sampai ke tujuan.

"Pergeseran Personil kami menggunakan jalur udara untuk menghemat waktu dan tenaga Personil Pam, Tps juga tidak di jangkau dengan kendaraan darat jika ditempuh dengan jalan kaki bisa berhari - hari," Paparnya.

" Masing - masing TPS juga didampingi Perwira Pengendali (Padal) dari Polda Papua yang sangat membantu selain menambah jumlah tenaga pengamanan juga membantu mengendalikan personil di Lapangan tps sesuai perintah Kapolda papua," Lanjutnya.

Dirinya pun menambahkan 130 personil yang di terjunkan dalam rangaka Pemungutan Suara ulang rencanya pasukan anggota itupun ditaruh di titik rawan, Objek Vital serta membantu rekan rekan BKO Brimob, Polsek Setempat dan TNI melalakukan Razia Senjata Tajam dan Miras.
 
Perlu diketahui Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kab. Intan Jaya di laksanakan di 2 Distrik dan 7 TPS yaitu Distrik Sugapa Kampung Emondi 4 Tps dan Distrik Agisiga Kampung Soali 1 TPS, Kampung Tausiga 1 TPS serta Kampung Unambundoga 1 TPS 11 Juli 2017 mendatang. (Ridwan)

Published in Sosial & Politik

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, meminta kepada semua pihak untuk menghentikan seluruh fitnah dan upaya pembusukan jelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Bupati Mathius juga meminta semua pihak tidak mencari aib pihak lain dan menyebarkannya.
Memang ada pihak-pihak yang sering melakukan fitnah. Kita berharap kepada semua supaya bekerja dengan memberikan tempat pada rakyat. Jangan kita melakukan upaya-upaya pembusukan, upaya-upaya penyebaran-penyebaran informasi-informasi yang tidak benar, kemudian penyebaran ujaran kebencian (fitnah) dan menyebarkan isu-isu yang tidak benar, ujar Bupati Mathius di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, pekan lalu.
Dijelaskannya, memang sudah menjadi konsekuensi bagi orang baru yang masuk itu pasti dia akan bekerja keras. Itu wajarlah dan dimana-mana seperti itu. Jadi, jangan mencari aib orang serta jangan memaksa (mengintimidasi) dan tidak boleh disamakan. Beri kebebasan bagi rakyat untuk memilih sesuai dengan hati nurani dan bicaralah kepada masyarakat apa yang selama ini saudara-saudara ketahui, jelasnya.
Pada kesempatan itu, Mathius berharap kepada rekan-rekan media massa baik cetak dan elektronik untuk menolak upaya penyebaran ujaran kebencian guna menjaga daerah ini tetap aman dan kondusif serta tidak membuat kecewa masyarakat ketika menyalurkan hak politiknya.
Sehingga kita harus menjaga daerah ini tetap damai dan aman, serta Pilkada atau PSU yang akan berlangsung ini maupun pembangunan yang sedang kita lakukan itu juga bisa berjalan dalam suasana yang sama, pungkasnya.

Published in Headline

Nabire,- Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar , Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI George E. Supit beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke kabupaten Intan Jaya.
Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk mengetahui situasi kamtibmas dan kesiapan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di kabupaten Intan Jaya yang akan dilaksanakan pada 11 Juli mendatang.
Kapolda Papua yang ditemui di bandara Nabire mengatakan, kondisi riil di lapangan saat ini dalam kondisi kondusif dan siap melaksanakan PSU.
"Saya bersama Pangdam tadi menyaksikan para paslon yang ada tiga itu menandatangani kesepakatan untuk menjaga kedamaian dan mensukseskan PSU," ujar Kapolda.
Dikatakannya pula, dengan adanya kesepakatan ini bila nanti saat pelaksanaan terjadi kerusuhan maka saya perintahkan Kapolres untuk menindak secara tegas.
Tampak dalam rombongan, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar,  Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol Wagio Raharjo,  Dir Sabhara Polda Papua Kombes Pol Yan Frits K,  Ka Kor Spripim, Kompol Dedy, Ipda Hotma Manurung.
Sementara dari Kodam tampak, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George Supit, Asintel Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Bosco Yunanto, Asops Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Rudy Jayakarya dan dari Komisioner KPU Propinsi  Papua Isak Hikoyabi. (Fani)

Published in Lintas Daerah

Nabire,- Aparat Keamanan (Apkam) yang bertugas wajib memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam proses PSU yang akan datang.
Demikian dikatakan Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar dihadapan prajurit TNI dan Polri dalam apel kesiapan pelaksanaan PSU di kabupaten Intan Jaya, Rabu kemarin.
"Kami dari pihak Kepolisian menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak khususnya TNI yang telah memberikan bantuan pengamanan pelaksanaan PSU," ujar Kapolda.
Ditegaskannya, bahwa tugas aparat keamanan adalah mewujudkan situasi yang aman dan kondusif sehingga PSU dapat terlaksana dengan lancar.
"Kita harus mengeleminir semua potensi ancaman yang ada baik konflik sosial, teror maupun potensi ancaman dari kelompok bersenjata," ujarnya.
Lebih lanjut ditekankan bahwa sebagai alat negara kita harus menyakinkan lagi bahwa posisi TNI dan Polri dalam proses Pilkada adalah netral sehingga setiap calon dapat bersaing dengan sehat.
Kedepan kita berharap kepada semua pihak agar konflik pada saat Pilkada sebelumnya tidak terjadi kembali dalam PSU tanggal 11 Juli 2017, hendaknya setiap pasangan calon dan para Tim Sukses tidak melakukan tidakan pengerahan massa yang dapat memicu konflik. Oleh karena itu kita harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar tercipta situasi dan kondisi yang kondusif.
Lindungi rakyat dan lindungi kepentingan umum dengan cara yang persuasif namun tidak mengabaikan hukum.
Sementara itu  Pangdam XVII/Cenderawasih,  Mayjen TNI George Elnadus Supit dihadapan prajurit mengatakan bahwa apkam mendapat tugas pengamanan PSU di wilayah Kabupaten Intan Jaya.  
Oleh karena itu, kita harus bertugas dengan baik sehingga pelaksanaan PSU dapat berjalan dengan aman. Laksanakan tugas sesuai dengan Protap, dalam waktu yang ada laksanakan latihan. Jaga kekompakan antara seluruh aparat keamanan sehingga kita dapat mengatasi setiap permasalahan dengan tepat, cepat dan tuntas," ujar Pangdam dengan tegas.
Pangdam juga berpesan agar apabila terjadi sesuatu yang dapat memicu konflik maka harus segera diambil tindakan agar tidak meluas.
Tampak dalam apel ini antara lain,   Klemen Tinal (Wakil Gubernur Papua),  Kombes Pol Wagio Rahardjo (Dirintelkam), Kombes Pol Andi Heru Santo (Dirbinmas),  Kol Inf Rudi Jayakarta (Asops Kasdam), Kol Inf Bosco H Yunanto (Asintel Kasdam), Letkol Inf Jerry H.T. Simatupang (Dandim 1705/PN),  AKBP Supriagung (Kapolres Paniai) , G. M. Pasek S (Kajari Nabire) (Fani)

Published in Lintas Daerah

Nabire,- Tiga pasangan calon yang akan mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) sepakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian di kabupaten Intan Jaya. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani oleh semua pasangan calon yang hadir.
Penandatanganan ini disaksikan oleh  Wakil Gubernur Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua.
Wakil Gubernur, Klemen Tinal pada kesempatan ini mengatakan, pertemuan ini  dalam rangka menandatangani kesepakatan menjaga kabupaten Intan Jaya yang aman.
"Kehidupan masyarakat harus diutamakan, jangan korbankan nyawa hanya untuk hal - hal yang tidak ada artinya. Kita semua harus mengawal proses PSU sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku," ujar Klemen Tinal.
Ditegaskannya pula, dalam pemilukada ini tidak ada yang menang maupun kalah dalam proses pemilihan pemimpin daerah karena semua pasangan calon adalah putra terbaik.
Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar berharap agar amanat Mahkamah Konstitusi  tentang PSU di Kabupaten Intan Jaya dapat dilaksanakan dengan demokratis dan mengutamakan kedaulatan rakyat.
"Dalam demokrasi kita semua harus saling menghargai karena setiap individu memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihan. Hindari konflik yang dapat menimbulkan korban jiwa, oleh karena itu kami dari aparat keamanan datang ke kabupaten Intan Jaya untuk bersama - sama masyarakat menjaga keamanan di  Intan jaya," ujar Kapolda.
Kapolda berpesan  kepada seluruh pasangan calon bahwa PSU merupakan pesta rakyat, oleh karena itu kami menghimbau agar tidak memberikan instruksi kepada para pendukungnya untuk melakukan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan korban jiwa. "Apabila hal tersebut terjadi maka kami dari Kepolisian akan bertindak tegas. Kita tidak ingin masyarakat kabupaten  Intan jaya menjadi korban sia - sia hanya karena pesta demokrasi," ujar Kapolda.
Kapolda menegaskan  bahwa TNI dan Polri akan bersikap netral, kami tidak akan memihak kepada pasangan calon manapun karena kami hanya memihak kepada kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama pangdam XVII/Cenderawasih , Mayjen TNI George Elnadus Supit menegaskan proses demokrasi adalah pesta rakyat untuk menentukan pemimpinnya, oleh karena itu hindari konflik yang dapat menimbulkan korban dalam masyarakat.
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah diprovokasi oleh pihak manapun untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain," ujar Pangdam.
Pangdam mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama sama membangun Kabupaten Intan Jaya menjadi lebih maju demi masyarakat yang sejahtera. (Fani)

Published in Headline

Halaman 1 dari 2