Pasific Pos | Info Papua | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Jayapura,-  Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua melakukan sosialisasi program restorasi gambut Papua di Iayapura, Selasa (11/07/2017) di Hotel Aston Jayapura.
 “Sesuai dengan PP No. 1 Tahun 2016 tentang Badan Restorasi Gambut, hari ini kami datang ke layapura bertemu dengan para pemangku kepentingan untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi upaya restorasi gambut di Provinsi Papua," jelas Nazir Foead, Kepala Badan Restorasi Gambut, saat hadir dalam kegiatan sosialisasi program restorasi gambut BRG RI di Hotel Aston Jayapura kemarin.
Dengan total 2 juta hektar target restorasi gambut di 7 provinsi, Papua menjadi salah satu provinsi prioritas BRG dalam merestorasi gambut hingga tahun 2020.
Kepala BRG melaporkan progres kegiatan restorasi gambut kepada Presiden RI. “Sesuai dengan perintah presiden dalam rapat terbatas, disebutkan restorasi gambut perlu didukung penuh oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," tambah Nazir.
Menurutnya, upaya restorasi gambut memerlukan kerjasama dan dukungan banyak pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, kelembagaan adat, kelompok masyarakat sipil, dan masyarakat secara keseluruhan.
Lebih lanjut disampaikan, keterlibatan masyarakat perlu menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pelaksanaan restorasi gambut agar pelaksanaannya tepat sasaran.
Selain untuk tuiuan menyampaikan informasi kebijakan dan rencana restorasi gambut kepada para pemangku kepentingan, sosialisasi ini diharapkan bisa membangun kesepahaman bersama tentang peran, tugas, dan fungsi masingmasing pihak dalam kegiatan restorasi gambut di Papua. Restorasi gambut perlu berjalan atas dasar antisipasi dampak sosial, ekonomi, lingkungan, yang tidak diinginkan masyarakat. Karena itu, persetujuan masyarakat terhadap rencana dan pelaksanaan restorasi adalah hal utama yang hams dipenuhi.  Dalam kegiatan yang dihadiri SKPD provinsi, kabupaten-kabupaten yang rawan mengalami krbakaran hutan dan Iahan gambut, balai taman nasional, akademisi, LSM, perwakilan masyarakat, dan sektor swasta, disampaikan bagaimana restorasi gambut dilaksanakan dan apa yang menjadi terget BRG di Papua khususnya tahun ini.
Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Myrna A. Safitri, menambahkan, pekan ini akan dimulai studi pemetaan sosial dan potensi desa di 3 di Kabupaten Merauke. Pengumpulan data untuk mendukung pelaksanaan proyek restorasi  gambut lni akan dilaksanakan di Desa Kaliki, Desa Sumber Rejeki dan Desa Sumber Mulya.
“Sebelumnya kami juga sudah merekrut dan memberikan pelatihan  fasilitator desa untuk ditempatkan di desa target restorasi gambut melakukan pendampingan dan mengintegrasikan program restorasi gambut dalam penyusunan rencana pembangunan desanya," tutup Myrna. (Bams)

Published in Info Papua