Pasific Pos | Kriminal | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Kepolisian Resor Merauke, AKBP  Bahara  Marpaung,  SH yang diwakili Kabag Ops Polres Merauke AKP Erol Sudrajat, S.Sos, M.Si didampingi para Kasat dan Anggota Polres Merauke mendapat apresiasi dari anak - anak Sekolah Minggu GBI Rock Batu Karang Merauke dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor KPU Merauke, Senin lalu.

Published in Papua Selatan

Jayapura –  Kegiatan Polisi Pi Ajar yang merupakan program unggulan dari Binmas Noken Polri terus digencarkan di seluruh wilayah Papua, tidak terkecuali di Kabupaten Puncak Jaya dimana Binmas Noken Polres Puncak Jaya melaksanakan kegiatan Polisi Pi Ajar di SD Negeri Inpres Wandegobak Distrik Irimuli Kabupaten Puncak Jaya pada Rabu (6/3/2019)

Published in Pendidikan & Kesehatan

Polisi Serbu SD Negeri Yalipak Di Lanny Jaya

Selasa, 26 Februari 2019 20:35

JAYAPURA- Kehadiran polisi di tengah masyarakat tak sekedar memberikan pengayoman dan melindungi masyarakat, namun juga turut mencerdaskan anak bangsa khususnya anak anak di Kabupaten Lanny Jaya tepatnya di SD Negeri Yalipak, Distrik Pirime, Selasa (26/2).

Published in Pendidikan & Kesehatan

JAYAPURA – Tiga dari lima pelaku pengeroyokan terhadap satu anggota Polisi bernama Bripda Agus Dalyono (23) di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Jayawijaya berhasil ditangkap oleh Satuan Resersi Krimnal Polres Jayawijaya, Senin (18/2) kamarin.

Published in Kriminal

Jayapura, - Kepolisian Daerah (Polda) Papua meminta maaf kepada masyarakat Jayawijaya atas ulah oknum anggota polisi yang melakukan interogasi terhadap seorang pencuri dengan menggunakan ular.

Published in Kriminal

NABIRE – Guna menjawab sejumlah isu seputar kasus penganiayaan dilakukan oknum anggota Polisi Air (Polair) Polres Nabire, Senin kemarin Kepala Kepolisian Resor Nabire memberikan penjelasan terkait kasus dimaksud. Melalui bagian Humasnya, Kapolres Nabire AKBP Sonny M. Nugroho T, S.IK menyampaikan, sekitar pukul 12.00 WIT, bertempat di Jalan Poros Samabusa, Kabupaten Nabire telah terjadi penganiayaan yang dilakukan seorang oknum polisi berinisial JAS (33) terhadap sopir truk HLR (19), Jumat (18/01/19).

Published in Papua Tengah

Kapolres Sonny : Pelaku Sudah Diamankan dan Akan Diproses


NABIRE - Citra kepolisian kembali tercoreng. Disaat Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sedang giat-giatnya memperbaiki citra lembanganya, malah oknum anak buahnya bikin ulah. Kali ini oknum anggota Satuan Polisi Air (Polair) Polres Nabire, Papua, berinisial FS, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga Nabire bernama Hongluis Rumbobiar (30).

Published in Papua Tengah

Polisi Cilik Ikut Pelatihan PBB

Senin, 14 Januari 2019 22:48

MERAUKE,ARAFURA,-Kepala Kepolisian Resor Merauke, AKBP Bahara Marpaung, SH melalui Kasat Lantas Polres Merauke, AKP Iskandarsyah, S.P, S.IK bersama anggotanya melaksanakan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB ) kepada para Polisi Cilik Bhayangkara Polres Merauke belum lama ini. Pelaksanaan latihan tersebut dipimpin oleh Aiptu Geral Labetubun dan Aiptu Joko Junior dengan jumlah Polisi Cilik sebanyak 25 orang.

Published in Papua Selatan

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menuturkan soal SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) terkait dengan tindak pidana pembakaran rumah di Kampung Yokiwa yang kembali diangkat ke permukaan oleh Perhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia (PAK-HAM) Papua untuk dihentikan.
Menurut Bupati Mathius kasus tersebut sudah terjadi sejak dua tahun lalu (2015), sehingga Ia meminta upaya dari gerakan-gerakan itu di Kabupaten Jayapura dihentikan.
Dikatakan Bupati, Polres Jayapura harus konsisten dan melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah secara baik agar supaya kasus tersebut tidak berdampak pada kemanan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Jayapura.
" Saya minta aparat Kepolisian harus konsisten untuk menjaga upaya yang pernah kita lakukan secara bersama-sama. Karena keputusan ini merupakan saran dari pihak Kepolisian terkait masalah itu yang harus diselesaikan secara damai atau kekeluargaan. Apalagi konsepnya disiapkan juga oleh pihak Kepolisian, maka itu pihak kepolisian harus konsisten," kata Bupati Mathius, Rabu (12/7) kemarin siang, menanggapi pemberitaan yang diterbitkan salah satu media Lokal Papua Post, pada Senin (10/7) lalu.
Mathius menilai, persoalan tersebut sebenarnya sudah disetujui masyarakat dengan menandatangani perjanjian perdamaian. Namun dari sekian banyak yanh setuju untuk berdamai, ada satu-dua orang yang tidak setuju.
"Padahal, Pemerintah sudah siap untuk membangun perumahan yang terbakar. Tapi, karena proses ini tidak jalan, sehingga proses ini juga berlarut-larut. Bagaimana rumah ini mau dibangun kalau semua ini tidak didamaikan, katanya.
Mathius pun meminta kepada PAK-HAM Papua untuk tidak memaksakan kehendaknya dan juga untuk menghentikan gerakan-gerakan yang akan dilakukan di Kabupaten Jayapura.
Saya minta kepada PAK-HAM Papua dibawah pimpinan pak Mathius Murib, agar hentikan gerakan-gerakan itu di Kabupaten Jayapura. Jangan dibawa ke ranah politik lagi, karena Pilkada belum selesai, apalagi mereka (PAK-HAM) melakukan gerekan ini melibatkan Polres Jayapura, itu yang tidak boleh. Karena proses hukum ini sudah selesai, juga sudah sampai di pengadilan. Nah, kenapa sekarang ini mengungkit kembali lagi, katanya.
Atas kejadian tersebut, Mathius pun menginginkan pihak media massa untuk tidak asal memuat berita yang menyudutkan seseorang namun tidak melakukan konfirmasi balik kepada pihak yang disudutkan dalam memuat suatu berita.
Saya minta media jangan asal memuat. Selain itu juga, saya ingatkan media jangan memprovokasi keadaan untuk menjelang PSU, itu tidak boleh. Kepada pihak Kepolisian diminta untuk kerjasama dengan pihak pemerintah daerah. Apa yang sudah kita komunikasikan, ya harus dibangun komunikasi. Jangan buat stagmen-stagmen yang memperkeruh suasana menjelang PSU, pinta Mathius.
Untuk diketahui di dalam pemberitaan salah satu media, Satuan Reskrim Polres Jayapura masih menunggu untuk menghadirkan Bupati Jayapura atas penangguhan penahanan 7 orang tersangka terhadap laporan tindak pidana pembakaran rumah sebagaiman dalam surat perintah No: Sp. Sidik/241/XI/2015 Reskrim, tanggal 2 November 2015 dan LP No : LP/199/XI/2015?Res Jayapura/Sek Sentani Timur, tanggal 2 November 2015.
Dalam menghadirkan Bupati Jayapura, Penyidik Reskrim Polres Jayapura telah berkoordinasi dengan Kesbangpol Jayapura terkait hal ini, dan soal ini tinggal menunggu koordinasi Kesbangpol kepada Bupati Jayapura untuk hadir di Polres Jayapura, kata Kasat Reskim Polres Jayapura, Iptu Jerry Koagouw, SH, MH, belum lama ini.
Sementara itu ditempat terpisah, Asisten Direktur PAK-HAM Papua, Decy Violent menyampaikan bahwa telah melakukan mediasi diantara kedua belah pihak atas kasus pembakaran rumah tersebut. Namun itu tidak direalisasi. Sebab, mereka minta harus menghadirkan Bupati Jayapura.
Mereka minta agar Bupati Jayapura hadir. Sebab, bila Bupati sudah ditempat maka kita semua bisa damai. Mereka tunggu Bupati, sebab kedatangannya bisa mendamaikan, imbuhnya.

Published in Sosial & Politik

JAYAPURA,- bertampat di di distrik Puninggame kabupaten Lany Jaya, aksi kontak senjata kembali terjadi antara  pihak kepolisian Polres Lany Jaya dengan kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) yang berlangsung selama dua jam, sekitar Pukul 10:00 WIT hingga 12:00 WIT. Selasa (11/7).
Dari aksi kontak senjata pihak kepolisian dengan Kelompok keriminal senjata ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal ketika di konfirmasi di runag kerjanya Di Mapolda Papua, Selsa (11/7) sore membenarkan hal tersebut.
 Kata kamal kejadian kontak senjata tersebut ketika salah satu warga yang mendatangai Mapolsek Tiom guna melaporkan kejadian pemalakan yang dilakukan sekelompok orang yang membawa senjata saat warga hendak melintas.
"Saat tiba di tempat pemalakan dengan tujuan untuk mecari pelaku, tiba tiba anggota kami langsung di brondong tembakan, sehingga terjadi saling tembak antara anggota serta kelompok sipil bersenjata tersebut yang trejadi sekitar 30 menit,” jelasnya.

 Lanjut Kamal, karena kekuatan anggota Polres dan Polsek saat itu tidak sebanding dengan jumlah OTK. Maka anggota yang ada di lapangan kembali menghubungi Polres Lanny Jaya meminta bantuan personil, ketika anggota Polres tiba di lokasi kontak senjata kembali lagi terjadi selama 2 jam dengan lokasi yang tak jauh dari lokasi sebelumnya namun masih di Distrik Puninggame.

“Setelah kurang waktu 2 jam adu tembak, ketika Polisi mendekati lokasi OTK di mana posisi mereka berada di atas ketinggian mereka melarikan diri dan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut. Hanya saja kami belum menangkap mereka,” ucapnya.

Sementara itu kata Kamal hingga saat ini kondisi di Lany Jaya sendiri pasca kontak senjata dengan kelompok keriminal bersenjata tesebut aman kondusfi, namun pihaknya belum bisa mengetahui kelompok sipil bersenjata itu dari kelompok mana.

“Diduga pelaku yang melakukan penyerangan itu berjumlah 15 orang dengan mengunakan senjata berat, kami juga belum bisa memastikan dari mana kelompok sipil bersenjata ini,” pungkasnya. (Ridwan)

Published in Headline

Halaman 1 dari 2