Pasific Pos | Papua Selatan | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Manokwari, TP – Gubernur Papua Barat dan Bupati Manokwari Selatan (Mansel) diminta untuk tidak menerbitkan rekomendasi teknis dan Izin Usaha Perkebunan (IUP) untuk PT. Mitra Silva Lestari (MSL).

Published in Papua Barat

Saiba: Kami Harap Ditindaklanjuti Pihak Terkait



Manokwari, TP – Panitia khusus (pansus) Kebar, DPR Papua Barat, telah menyelesaikan tugasnya sebagai mediator dalam penyelesaian masalah  perkebunan kelapa sawit antara Masyarakat Adat Kebar dan PT Bintuni Agro Prima Perkasa (BAPP), di Kabupaten Tambrauw, dengan melahirkan 14 rekomendasi.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Rencana pembukaan perkebunan kelapa sawit di dua distrik yang ada di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) oleh PT. Mitra Silva Lestari, sudah mengikuti prosedur yang berlaku.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Setelah mengalami sendiri dampak kehadiran perusahaan Kelapa Sawit di wilayahnya, akhirnya mantan Kepala Kampung Sidey Jaya, Yani Waramui angkat bicara menanggapi rencana beberapa perusahaan Kelapa Sawit yang hendak membuka lahan di Papua.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Maxi N. Ahoren berharap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan Kelapa Sawit di Kebar, Kabupaten Tambrauw secepatnya.

Published in Papua Barat

Jakarta, PT Sinar Mas dan masyarakat adat pemilik hak ulayat bertemu. Pertemuan yang difasilitasi oleh Bupati Jayapura berlangsung Senin (1/10) di aula lantai II jantor Bupati Jayapura.

Published in Lintas Daerah

Manokwari, TP – Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Barat hanya mengeluarkan izin pengembangan komoditas Jagung untuk PT Agro Bintuni Prima Perkasa yang beroperasi di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP  Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Papua Barat, Prof. DR. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si mendukung penilaian Manager Senior Program Conservation International (CI) Indonesia, Yance de Fretes.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Alasan pembangunan dan peningkatan perekonomian masyarakat Papua Barat untuk memberikan izin ke investor membuka lahan perkebunan Kelapa Sawit, dinilai kurang tepat.

Published in Papua Barat

MERAUKE,- Kehadiran perkebunan sawit di wilayah Kabupaten Merauke dinilai cukup memberikan kontribusi, baik dari sisi penyiapan lapangan kerja maupun peningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar perkebunan. Apalagi untuk perusahaan-perusahaan yang telah berproduksi bahkan sudah smapai tahap pengolahan sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah.
“Cukup memberikan kontribusi, apalagi kalau sudah CPO itu akan memberikan manfaat,”ungkap Bupati Merauke, Frederikus Gebze,SE,M.Si ketika ditemui wartawan usai menghadiri resepsi HUT Bhayangkara ke 71 di Mapolres Merauke, Senin (10/7).
Lebih lanjut kata Bupati, salah satu ketentuan Corporate social responsibility (CSR) adalah apabila ada perusahaan masuk ke suatu daerah maka diberikan konsersi 20 persen dari total areal yang ada itu dijadikan PIR (Perkebunan Inti Rakyat). PIR dikelola oleh masyarakat setempat yakni pemilik hak ulayat, marga, dusun dan lain sebagainya dengan membentuk sebuah koperasi serta dalam kontrol Dinas Koperasi.
Untuk itu, Bupati juga berharap kepada media massa untuk juga bisa memberikan informasi bahwa investor yang masuk ke Merauke itu membuka lapangan kerja dan hasilnya kelihatan  jelas.  Kemudian, jika memang ada yang mengintervensi terkait dengan upaya memberdayakan maka diminta untuk melihat situasi yang ada. Dimana masyarakat juga butuh hidup, salah satunya melalui program pemberdayaan. (Suyatmadi)

Published in Papua Selatan