Pasific Pos | Info Papua | Pasific Pos.com

| 17 September, 2019 |

Pendamping PKH Utamakan OAP

Jumat, 14 Juli 2017 00:05

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) dalam perekrutan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu, perekrutan tenaga pendamping PKH ini dimudahkan karena sistme perekrutan tidak hanya dilakukan secara online, tetapi dilakukan juga secara offline, sehingga memberi kemudahaan bagi calon pendamping asli Papua.
 “Mudah-mudahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia di Papua paling tidak harapannya diutamakan yang sarjana kemudian memiliki pengalaman di bidang sosial dan juga latar belakang pendidikan juga sesuai dengan kebutuhan baik pendamping maupun operator itu bisa terukur dengan proses awal yang akan dibicarakan dengan pemerintah daerah dengan kabupaten/kota,”kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua, DR Ribka Haluk,MM di Kantor Gubernur Papua, kemarin.
Dirinya menyebutkan, keberadaan program PKH ini akan mendorong bukan hanya keluarga miskin bisa mendapatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan dan kesejahteraan sosial itu lebih baik tetapi mendorong untuk pemerintah kabupaten/kota menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang cukup dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jadi PKH akses kan ternyata di sini puskesmas masih terbatas, sarana pendidikan mungkin SMA saja yang baru ada di pusat-pusat ibu kota, kalau di distrik SD mungkin sudah ada tapi juga temuan kami di beberapa kabupaten gurunya yang tidak cukup tersedia, ini kan kondisi ini yang menjadi bagian yang harus dibuka kepada publik," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan pihaknya tetap menyesuaikan proses perekrutan tenaga pendamping PKH dengan kondisi daerah Papua.
“Kita harapkan jika memang kedepan untuk perekrutan tenaga pendamping PKH di Papua ini bisa menggunakan tenaga asli Papua, karena memang kita melihat kalau orang asal daerah tersebut yang menjadi pendamping itu lebih membantu dan memudahkan masyarakat penerima program PKH,”pungkasnya. (Bams)

Published in Info Papua