Displaying items by tag: Pelatihan Noken dan Pengolahan Sagu | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

SENTANI,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A), pada Senin (17/7) kemarin pagi melakukan pelatihan manajemen ekonomi keluarga berupa pembuatan anyaman Noken dan pengolahan sagu kepada 50 orang peserta, yang semuanya adalah mama-mama Papua.
Kegiatan yang dilakukan di Aula Balai Pendidikan dan Latihan Pertanian Provinsi Papua, Yahim-Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura itu, dibuka secara langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Jayapura, Drs. Louis Nauw mewakili Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.
Dalam sambutannya, Ia memberikan apresiasi kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kabupaten Jayapura yang telah menyelenggarakan pelatihan manajemen ekonomi keluarga tersebut.
Selain itu, kata dia, pelatihan membuat Noken ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk membuat suatu kegiatan, yang lebih memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya mama-mama Papua dalam mengembangkan kearifan lokal Noken.
Dengan pelatihan ini diharapkan bisa menggali potensi yang ada. Sehingga mama-mama Papua lebih kreatif dalam meningkatkan ekonomi keluarga, serta menjaga warisan yang telah diwariskan kepada generasi penerus samapai saat ini, katanya.
Lebih lanjut Louis menyampaikan, pelatihan yang dilakukan saat ini harus disambut baik oleh mama-mama Papua, dengan mengikuti kegiatan tersebut dengan baik. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini, mama-mama Papua diharapkan bisa termotivasi untuk lebih giat menghasilkan Noken guna kelangsungan perekonomian keluarga, dan secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.
Kami berharap mama-mama ini bisa termotivasi dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan juga berharap kerajinan tangan yang dihasilkan nanti oleh mama-mama ini dapat diperjual belikan di masyarakat, sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga atau semua kebutuhan hidup bisa terpenuhi, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano, menambahkan, pelatihan peningkatan pendapatan atau manajemen ekonomi keluarga ini difokuskan pada cara pembuatan Noken dan pengolahan sagu yang diikuti 50 orang mama-mama Papua perwakilan dari 19 distrik se-Kabupaten Jayapura, sehingga memiliki nilai ekonomis.
Maria Bano menuturkan, bahwa pihaknya telah melakukan program pelatihan seperti ini sejak tiga tahun lalu dan banyak menghasilkan beberapa pengrajin Noken yang ada di Bumi Khenambay Umbay.
Sejak tiga tahun kami telah membina ini, dan sudah ada hasilnya di Kampung Puay. Mereka itu selalu memberikan kontribusi bagi kami. Misalnya para pengrajin Noken ini sering sumbangkan hasil kerajinan tangan mereka, saat ada tamu yang datang ke daerah ini sebagai cinderamata dari pemerintah, imbuhnya.
Selain memberikan pelatihan, kata Maria Bano, para peserta juga diberikan modal usaha masing-masing sebesar Rp 3 juta. Namun dalam perjalanannya, dana tersebut digunakan oleh warga untuk keperluan sehari-hari. Sehingga usaha yang dibuat tidak berkembang.
Untuk itu, Maria meminta melalui pelatihan kali ini masyarakat yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang diberikan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kita harap mereka yang menerima bantuan dana ini agar tidak menghabiskan dana tersebut untuk keperluan sehari-hari. Tapi, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha mereka. Nah, ini yang nanti kita lakukan pendampingan kepada mereka, pintanya diakhir wawancara. (Jems)

Published in Kabupaten Jayapura