Pasific Pos | Papua Barat | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

Manokwari, TP – Bangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang diserahterimakan Kementerian PUPR melalui Satker Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PPSPAM) Provinsi Papua Barat ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, setahun lalu, manfaatnya tidak bisa dirasakan masyarakat.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Batuan dari Pemerintah Pusat terkait pemasangan sambungan air minum bagi warga yang berpenghasilan rendah di Kabupaten Manokwari, sedang diupayakan PDAM Manokwari.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, berencana memperlebar badan Jl Drs. Esau Sesa sampai Maruni, dengan lebar badan jalan tambahan seluas 25 meter.

Published in Papua Barat

Bupati Mandacan Tegur Direktur PDAM

Selasa, 21 November 2017 15:19

Manokwari, TP – Pelayanan air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manokwari kembali dikeluhkan. Kali ini, langsung disampaikan Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan karena pelayanan air bersih hingga di rumah dinasnya di Brawijaya tidak memuaskan.

Published in Papua Barat

Manokwari,  – Untuk kesekian kalinya, Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan dan Wakil Bupati Edi Budoyo menyoroti kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manokwari.
Bupati mengaku kecewa atas pelayanan PDAM yang sampai saat ini tidak memuaskan sehingga masyarakat masih terus mengeluh karena tidak mendapatkan pelayanan air bersih.

Published in Papua Barat

Manokwari,– Keluhan tidak maksimalnya pelayanan air bersih untuk masyarakat Manokwari yang digerakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Manokwari sampai ketelinga Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan.
Orang nomor satu di Pemerintah Daerah (pemda) Manokwari itu pun mempertanyakan kinerja pelayanan air bersih yang dikelola PDAM Manokwari.
Mandacan mengaku, banyak menerima laporan dari masyarakat tentang pelayanan air bersih yang dinilainya justru menyusahkan masyarakat.
“Banyak keluhan dari masyarakat, air mereka bayar terus tapi tidak jalan, hanya angin saja keluar, direktur PDAM coba itu dikoreksi,” kata Mandacan pada apel pagi di halaman kantor bupati, Senin (3/7).
Mandacan menginginkan PDAM segera mencari penyebabnya, karena pelayanan air bersih sudah banyak dikeluhkan masyarakat terutama pelanggan.
“Jadi, tolong diperhatikan, karena air sumber kehidupan bagi semua orang, tanpa air semua bisa mati,” tandas Mandacan.
Sementara itu, Direktur PDAM Manokwari, Bobby Wariori yang ditemui wartawan usai apel pagi, mengaku pelayanan air bersih belakang ini kurang maksimal.
PDAM kata Wariori, sudah berusaha semakimal mungkin untuk tetap menjaga pelayanan air bersih tetap bisa dirasakan mayarakat.
“Faktor pertama adalah cuaca hujan yang menyebabkan material batu dan lumpur menutupi jaringan di Warmare, sehingga kita harus bersihkan material itu,” kata Wariori.
Setelah dibersihkan jelas Wariori, air baru tembus di daerah perkotaan sekitar 24 jam karena jaringan yang cukup panjang, sehingga masyarakat merasa pelayanan kurang maksimal.
“Kita tidak bisa pastikan apakah ini dampak dari pembukaan lahan di bagian atas tapi setiap hujan resiko yang terjadi adalah material tutup Inteknya,” jelasnya. [SDR]

Published in Papua Barat