Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com - Results from #30

| 19 August, 2019 |

Ribuan PAUD Papua Belum Terakreditasi

Sabtu, 11 November 2017 21:00

JAYAPURA,- Sampai dengan saat ini, ribuan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum terakreditasi atau belum mendapat pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional (BAN).

Published in Pendidikan & Kesehatan

PAUD di Kota Jayapura Antisipasi Pil PCC

Rabu, 27 September 2017 19:43

JAYAPURA, - Untuk memberikan rasa aman kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jayapura, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat bekerjasama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jayapura atas penggunaan pil Paracetamol Cafein, dan Carisoprodol (PCC).

Published in Pendidikan & Kesehatan

Dari Pelaksanaan Sidang Klasis GKI Tanah Merah

SENTANI,- Untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mendorong seluruh gereja untuk memberikan perhatian terhadap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sekolah minggu yang ada di kampung-kampung.
Demikian ajakan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, ketika menghadiri Sidang Klasis GKI Tanah Merah, di Kampung Yongsu Spari, Distrik Raveni Rara, Kabupaten Jayapura, pekan lalu.
Bupati Mathius menuturkan, gereja harus memberikan perhatian serius terhadap masa depan generasi muda baik yang ada di PAUD maupun sekolah minggu diseluruh kampung di daerah ini.
Kita harus memberikan perhatian penuh terhadap sekolah minggu, PAUD dan SD yang ada di kampung. Karena masa depan gereja ada di dalam generasi uda tersebut, tuturnya.
Dalam pelaksanaan Sidang Klasis itu, Bupati Mathius juga berpesan bahwa di dalam gereja tidak boleh memisahkan antara adat, gereja dan pemerintah. Tetapi, dari ketiga komponen ini juga harus menjadi satu kesatuan untuk pembangunan di daerah ini.
Kita berada di dalam satu perjuangan yang besar untuk memajukan dan juga menyelamatkan masa depan generasi muda di daerah ini, imbuhnya.
Selain itu, dia menambahkan, Injil adalah kekuatan Allah, maka itu jangan pernah terganggu dengan hal apapun.
Kita tidak boleh berubah, karena harga diri kita sangat mahal dari suatu apapun dan kita semua sudah ditebus. Apa yang orang-orang tua sudah meletakkan dasar, kemajuan dan peradaban baru serta gereja hadir itu harus menjadi kekuatan kita, tukasnya. (Jems)

Published in Lintas Daerah

SENTANI - Wakil Ketua (Waket) II DPRD Kabupaten Jayapura, Korneles Yanuaring berharap tidak ada lagi pungutan liar (Pungli) biaya kepada para calon penerimaan siswa baru tahun ajaran 2017 ini.
Kata Waket Korneles, Pemerintah Pusat sudah berupaya untuk memberikan pendidikan yang gratis kepada setiap warga Negara untuk mendapatkan pendidikan.
Saya pikir sudah menjadi trend selama ini ya, dan beberapa waktu belakangan itu pada saat pendaftaran-pendaftaran siswa baru baik di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK itu trend yang muncul adalah pungutan liar. Kita juga sering menerima pengaduan terkait pungutan-pungutan liar yang dilakukan di sekolah-sekolah, ujarnya kepada wartawan di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, usai menghadiri pertemuan antara porter dengan Disnaker, Selasa (4/7) kemarin.
Maka itu, kita berharap untuk tahun ini jangan lagi ada pungutan liar (Pungli). Kalau sampai ada, saya pikir itu sudah tidak ada toleransi lagi terhadap yang bersangkutan dan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati harus tegas untuk mengambil tindakan, jika ada pungutan liar tersebut, tambah Waket Korneles dengan nada penuh harap.
Menurutnya, apapun nama dan bentuknya, kalau ada pungutan kepada siswa atau calon siswa yang diluar kebijakan pemerintah, itu bisa dikatakan Pungli. Apalagi kalau pungutan tersebut sudah dilarang dalam Undang-Undang dan juga tidak ada dasar hukumnya.
Kalau hanya sekedar formulir, tidak perlulah harus ada biayanya, bisa ditanggung dana BOS termasuk biaya operasional panitia, karena PSB sudah menjadi program rutin tiap tahun, tuturnya.
Korneles menegaskan, penerimaan siswa baru (PSB) juga harus disesuaikan dengan jumlah ruangan kelas yang tersedia disekolah tersebut. Jangan sampai memaksakan diri untuk menampung siswa sebanyak-banyaknya, sehingga melebihi kapasits.
Kalau memang ruang belajar yang tersedia hanya satu atau dudua ruangan saja, ya terimalah ssiwa baru sesuai dengan ruangan yang ada itu, sarannya.
Korneles juga menyampaikan, saat ini di Kabupaten Jayapura sudah memiliki ti Sapu bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli). Dia berharap tim satgas Saber Pungli yang sudah ada di daerah ini supaya bisa mengawasi pelaksanaan PSB yang sedang berlangsung ini.
Kalau memang ada indikasi-indikasi yang masuk kategori Pungli, berikan tindakan dan diproses saja secara hukum, tukasnya. (Jems)

Published in Lintas Daerah

 

JAYAPURA,- Sedikitnya 21 siswa/siswi  PAUD Waniemabey PKK Kota Jayapura tahun ajaran 2016/2027 hari ini di tamatkan dari pendidikan PAUD, dari 21 siswa tersebut terdapat 6 siswa/siswi yang memiliki nilai terbaik.
Acara penamatan apresiasi dan kreasi  ini di gelar di aula Sian Soor kantor walikota Jayapura Kamis (15/6) yang turut di hadiri Walikota Jayapura di Wakili Asiaten Bidang Pemerintahan Umum Sekda Kota Jayapura. Drs. Hanok Wambukomo.MM. Ketua istri Wakil Walikota Jayapura. Ny.Hj. Rasmawati Rustan Saru, ketua pengelola PAUD Waniambey Ny.J.J.Siahaya.

Published in Pendidikan & Kesehatan

Halaman 4 dari 4