Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Nabire,- Tiga pasangan calon yang akan mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) sepakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian di kabupaten Intan Jaya. Kesepakatan ini dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani oleh semua pasangan calon yang hadir.
Penandatanganan ini disaksikan oleh  Wakil Gubernur Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua.
Wakil Gubernur, Klemen Tinal pada kesempatan ini mengatakan, pertemuan ini  dalam rangka menandatangani kesepakatan menjaga kabupaten Intan Jaya yang aman.
"Kehidupan masyarakat harus diutamakan, jangan korbankan nyawa hanya untuk hal - hal yang tidak ada artinya. Kita semua harus mengawal proses PSU sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku," ujar Klemen Tinal.
Ditegaskannya pula, dalam pemilukada ini tidak ada yang menang maupun kalah dalam proses pemilihan pemimpin daerah karena semua pasangan calon adalah putra terbaik.
Sementara itu Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar berharap agar amanat Mahkamah Konstitusi  tentang PSU di Kabupaten Intan Jaya dapat dilaksanakan dengan demokratis dan mengutamakan kedaulatan rakyat.
"Dalam demokrasi kita semua harus saling menghargai karena setiap individu memiliki hak yang sama dalam menentukan pilihan. Hindari konflik yang dapat menimbulkan korban jiwa, oleh karena itu kami dari aparat keamanan datang ke kabupaten Intan Jaya untuk bersama - sama masyarakat menjaga keamanan di  Intan jaya," ujar Kapolda.
Kapolda berpesan  kepada seluruh pasangan calon bahwa PSU merupakan pesta rakyat, oleh karena itu kami menghimbau agar tidak memberikan instruksi kepada para pendukungnya untuk melakukan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan korban jiwa. "Apabila hal tersebut terjadi maka kami dari Kepolisian akan bertindak tegas. Kita tidak ingin masyarakat kabupaten  Intan jaya menjadi korban sia - sia hanya karena pesta demokrasi," ujar Kapolda.
Kapolda menegaskan  bahwa TNI dan Polri akan bersikap netral, kami tidak akan memihak kepada pasangan calon manapun karena kami hanya memihak kepada kepentingan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama pangdam XVII/Cenderawasih , Mayjen TNI George Elnadus Supit menegaskan proses demokrasi adalah pesta rakyat untuk menentukan pemimpinnya, oleh karena itu hindari konflik yang dapat menimbulkan korban dalam masyarakat.
"Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah diprovokasi oleh pihak manapun untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain," ujar Pangdam.
Pangdam mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama sama membangun Kabupaten Intan Jaya menjadi lebih maju demi masyarakat yang sejahtera. (Fani)

Published in Headline

Nabire,- Tiga pasangan calon (paslon) yang akan mengikuti Pemungutan Suara Ulang di kabupaten intan Jaya , menandatangani kesepakatan "siap menang dan siap kalah" serta akan menjaga keamanan.
Paslon nomor urut 1, Bartolomeus Mirip dan Deni Miagoni mengajak semua pihak agar tidak mengutamakan kepentingan masing - masing karena tindakan tersebut akan menghancurkan Kabupaten Intan Jaya.
"Nasib Kabupaten Intan Jaya ada di atas pundak kita, untuk itu berikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya. Kita harus saling menghormati dan saling menghargai demi terciptanya  Intan Jaya yang aman dan damai," ujar paslon nomor urut satu.
Lanjutnya, sebagai salah satu pasangan calon kami mengakui bahwa terjadinya konflik disebabkan kurangnya informasi yang diperoleh masyarakat terkait dengan hasil Pilkada.
Sementara itu Paslon nomor urut 2 , Yulius Yapogao dan Yunus Kalabetme menyatakan siap menang dan siap kalah dalam pelaksanaan PSU yang akan datang.
Pada kesempatan ini, paslon nomor urut 3, Natalis Tabuni dan Yan Robert menyatakan siap menang dan siap kalah dalam PSU selama pelaksanaan PSU dilaksanakan dengan benar.
" Kami menyadari bahwa konflik pada saat Pilkada beberapa waktu yang lalu terjadi akibat adanya pihak yang tidak netral," ujarnya.
Pada akhirnya pertemuan ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan PSU damai oleh seluruh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya. (Fani)

Published in Headline