Pasific Pos | Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 23 July, 2019 |

Jayapura,- Prajurit Lantamal X melaksanakan giat bersih-bersih pantai di area sekitar Monumen Tank Pasukan Pendarat Sekutu peninggalan Perang Dunia II di Pantai Hamadi Belakang Mako Lantamal X, akhir pekan kemarin.
Kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah nafas bagi seluruh prajurit Lantamal X Jayapura, mengingat lokasi pantai Hamadi tidak jauh dari Mako Lantamal X, sehingga menjaga kebersihan pantai menjadi kewajiban dan merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan oleh para prajurit.
Selain itu, Lantamal X juga memiliki kebanggan tersendiri karena di pantai Hamadi tersebut terdapat Monumen Tank Pasukan Pendarat Sekutu pada masa Perang Dunia II.
Komandan Lantamal X yang diwakili oleh Wadan Lantamal X, Kolonel Laut (P) Rakhmawanto, S.E. mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai ini dilaksanakan karena kepedulian prajurit Lantamal X akan kebersihan dan keindahan laut serta untuk mengenang sejarah masa lampau yang tersimpan di Pantai Hamadi.
Karena pantai ini merupakan lokasi pendaratan tank pasukan Sekutu pada tahun 1944. “Pantai ini menjadi saksi bisu saat pasukan Sekutu menghadapi pasukan Jepang yang menguasai sebagian besar wilayah Pasifik,” ujarnya.
Lebih lanjut Wadan Lantamal X mengatakan, apabila pantai bersih dan indah, pasti akan menarik masyarakat Jayapura dan wisatawan untuk berkunjung ke pantai Hamadi. ”Tidak hanya untuk menikmati indahnya suasana pantai yang teduh, tetapi juga mengetahui sejarah tentang Perang Dunia II di masa lampau”, ujarnya.
Wakil Komandan Lantamal X berharap, terutama kepada masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah kelaut terutama sampah-sampah plastik, mengingat plastik sulit terurai.
Sebelum melaksanakan giat bersih-bersih pantai, seluruh prajurit Mako Lantamal X melaksanakan apel pagi di dermaga Talud Mako Lantamal X yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian sektor pembersihan, mulai dari ujung Utara sampai dengan batas komplek Angkatan Laut Hamadi di sisi Selatan Pantai Hamadi Jayapura.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wadan Lantamal X Kolonel Laut (P) Rakhmawanto, S.E., Asrena, Asops, Aspers dan Aslog Danlantamal X, Kadis/Kasatker Lantamal X, para Perwira serta seluruh prajurit dan ASN Mako Lantamal X dan prajurit Yonmarhanlan X.
Dalam sejarah Perang Dunia II tercatat, pasukan Sekutu di bawah komando Jenderal Douglas MacArthur yang terkenal dengan strategi _Island Hoping_ (Loncat Katak) untuk mengalahkan bala tentara Jepang, melaksanakan pendaratan di Jayapura pada tanggal 22 April 1944. Strategi pendaratan tentara Sekutu dibagi menjadi dua daerah pendaratan, yaitu di daerah Teluk Tanah Merah (Depapre) dan daerah Teluk Humbold (Hamadi), yang lebih lanjut dikenal dengan _“Nijptangbeweing”_ atau gerakan tank yang akan menjepit pusat kekuatan udara Jepang terbesar di Asia Tenggara yang berada di Sentani. (Erna)

Published in Kota Jayapura