Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com - Results from #40

| 20 October, 2019 |

Puluhan Rumah OAP Segera Rampung

Kamis, 02 November 2017 21:51

MERAUKE,ARAFURA,- Sebanyak 25 unit rumah bagi masyarakat atau Oraang Asli Papua (OAP) di Kampung Baad segera rampung. Pembangunan puluhan unit rumah bersumber dari Pemerintah Provinsi Papua Tahun 2017. Selain itu, ada juga bantuan yang diberikan oleh pemerintah yaitu bedah rumah bagi masyarakat kampung sebanyak 60 unit rumah.

Published in Papua Selatan

Jayapura,- Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKP2) Provinsi Papua, Daud Ngabalin mengaku kurang dari 10 persen paket pekerjaan dinasnya dikerjakan oleh Pengusaha Asli Papua.

Published in Kota Jayapura

Pendamping PKH Utamakan OAP

Jumat, 14 Juli 2017 00:05

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) dalam perekrutan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Selain itu, perekrutan tenaga pendamping PKH ini dimudahkan karena sistme perekrutan tidak hanya dilakukan secara online, tetapi dilakukan juga secara offline, sehingga memberi kemudahaan bagi calon pendamping asli Papua.
 “Mudah-mudahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tersedia di Papua paling tidak harapannya diutamakan yang sarjana kemudian memiliki pengalaman di bidang sosial dan juga latar belakang pendidikan juga sesuai dengan kebutuhan baik pendamping maupun operator itu bisa terukur dengan proses awal yang akan dibicarakan dengan pemerintah daerah dengan kabupaten/kota,”kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua, DR Ribka Haluk,MM di Kantor Gubernur Papua, kemarin.
Dirinya menyebutkan, keberadaan program PKH ini akan mendorong bukan hanya keluarga miskin bisa mendapatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan dan kesejahteraan sosial itu lebih baik tetapi mendorong untuk pemerintah kabupaten/kota menyediakan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang cukup dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Jadi PKH akses kan ternyata di sini puskesmas masih terbatas, sarana pendidikan mungkin SMA saja yang baru ada di pusat-pusat ibu kota, kalau di distrik SD mungkin sudah ada tapi juga temuan kami di beberapa kabupaten gurunya yang tidak cukup tersedia, ini kan kondisi ini yang menjadi bagian yang harus dibuka kepada publik," ujarnya.
Sebelumnya Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa menyebutkan pihaknya tetap menyesuaikan proses perekrutan tenaga pendamping PKH dengan kondisi daerah Papua.
“Kita harapkan jika memang kedepan untuk perekrutan tenaga pendamping PKH di Papua ini bisa menggunakan tenaga asli Papua, karena memang kita melihat kalau orang asal daerah tersebut yang menjadi pendamping itu lebih membantu dan memudahkan masyarakat penerima program PKH,”pungkasnya. (Bams)

Published in Info Papua

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik dan memberi apresiasi atas penandatangan nota kesepahaman antara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan Pemerintah Provinsi dan sejumlah Universitas di Jayapura.
Ini menunjukan keseriusan BMKG meningkatkan sumber daya manusia di Tanah Papua di bidang Pendidikan  Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
Secara khusus yang akan didik adalah putra putri terbaik asli Papua, sebagaimana kita ketahui bersama sangat minim orang asli Papua latar belakang pendidikan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
Demikian penegasan Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli  Gubernur Bidang  Pemerintahan, Politik dan Hukum Simeon Itlay pada acara penandatangan nota kesepahaman antara BMKG dan Pemprov Papua dan Universitas di Fave Hotel Jayapura, Selasa (11/07/2017) kemarin.
“Harapan pemerintah daerah agar kerja sama ini akan terjadi dengan bak, dan membawa perubahan yang lebih maju di Tanah Papua,” ujarnya.
Dikatakan, putra putri Papua yang dididik dan dititipkan kepada BMGK diharapkan dapat menjadi tenaga handal yang mampu memberikan informasi cuaca di daerah sesuai dengan penempatan masing-masing.
“Kami juga memberikan apresiasi bagi para Rektor Universitas yang ada di Jayapura yang telah mengambil bagian dalam proses pendatanganan nota kesepamahan ini,” ujarnya lagi.
Dijelaskan, fenomena perubahan cuaca di Papua ini sangat signifikan berubah sangat cepat dan sangat mempengaruhi jalur penerbangan dan pelayaran. Yang terbaru, beberapa hari lalu pesawat Pilatus milik perusahaan penerbangan AMA hilang dalam jalur penerbangan antara Wamena-Darakma.
Oleh karena itu, sebagai persyaratan KNKT bahwa setiap bandar udara wajib diberikan informasi cuaca penerbangan yang dikeluarkan oleh BMKG.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura Slamet Suyitno Raharjo, mengatakan tercatat empat universitas di Jayapura yang diajak dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut.
"Keempat perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Cenderawasih, Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), Ottow Geissler serta Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ)," katanya lagi.
Slamet menambahkan dengan adanya kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif pada kedua pihak seperti mengembangkan kualitas sumber daya manusia BMKG, melakukan riset serta penelitian yang bermanfaat pada bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika di Tanah Papua. (Bams)

Published in Info Papua

Pemda Merauke ‘Dorong’ OAP

Jumat, 07 Juli 2017 01:17

MERAUKE,- Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si mengatakan sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) pemerintah daerah akan melakukan perlakuan khusus bagi Orang Asli Papua (OAP). Selain itu, Bupati juga mengajak semua pihak untuk mendorong OAP.
“Mereka diperlakukan dengan khusus saja masih susah, jadi mereka perlu pendampingan terus. Ini merupakan tugas kita sampai masa jabatan berakhir,” terang Bupati kepada wartawan di Aula D III Akademi Keperawatan, Kamis (6/7).
Ia meminta dukungan semua pihak dan masyarakat untuk memberikan perlakukan khusus bagi OAP agar mereka dapat setara dan sejajar. “Tidak minta banyak, minimal 60,40 persenlah pasti dapat berjalan dengan baik,” ungkap Bupati.
Sementara itu, Ketua Prodi D III Akademi Keperawatan Merauke, M. Saljan, S.Kep, M.Kep mengatakan pihaknya sangat senang ketika dikunjungi langsung oleh Bupati Merauke, Ketua DPRD Merauke dan Kapolres sehingga Bupati dapat melihat secara langsung permasalahan-permasalahan yang ada  terutama pada Orang Asli Papua yang sedang melakukan studi di DIII Keperawatan.
“Kebanyakan OAP yang kuliah mereka terkendala dengan biaya. Mungkin dengan kunjungan Bupati ke sini dapat membantu permasalahan mereka,” ujarnya. (Melani Razak)

Published in Papua Selatan

 

JAYAPURA,- Puluhan Anak Asli Papua (OAP) calon polisi mendatangi Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Selasa (20/6) pagi, karena kecewa tidak lolos dalam seleksi Penerimaan Bintara Kepolisian (Secaba) tahun 2017 di Polda Papua.
Dikoordinatori Pdt. John Baransano di depan Sekda Papua Hery Dosinaen mengeluhkan tak ada keberpihakan pihak panitia penerimaan tes bintara kepolisian (Secaba) kepada putra dan putri asli Papua.

Published in Headline

Halaman 5 dari 5