Pasific Pos | Kriminal | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

JAYAPURA,- Peredaran minuman keras (miras) oplosan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di beberapa daerah di Papua seperti enam warga Keerom dan dua warga Lanny Jaya kurun waktu dua bulan terakhir ini menjadi perhatian serius bagi Polda Papua untuk memutus mata rantai peredarannya sekaligus mengungkap para pelaku yang terkait dengan proses distribusi serta konsumennya.

Published in Kriminal

"Seorang wanita dijadikan calon tersangka"

 

JAYAPURA - Pasca tewasnya enam orang warga Keerom akibat mengkonsumsi minuman keras Mansion House (Whisky) oplosan beberapa waktu lalu, seorang wanita berinisial NS ditetapkan sebagai calon tersangka.

Published in Kriminal

Jayapura, – Seorang pemuda berinisial JH (24) warga jalan SD Percobaan Wamena tidak berkutik saat diamankan pihak Kepolisian Jayawijaya bersama BKO Brimob Polda Papua lantaran kedapatan memproduksi dan menjual minuman keras oplosan, Sabtu (3/3/18).

Published in Kriminal

Jayapura, – Anggota Kepolisian Resor Jayawijaya berhasil mengamankan tiga pelaku pembuat minuman keras lokal jenis Cap Tikus di tiga lokasi berbeda di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, Selasa, (5/12/17) Sore.

Published in Kriminal

Manokwari, TP – Sebanyak 23 botol minuman keras (miras) berlabel, terdiri dari 10 botol Black Label dan 13 botol Martil, diamankan anggota Ditresnarkoba Polda Papua Barat dari beberapa tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Manokwari, Selasa (19/9/17) malam.

Published in Papua Barat

JAYAPURA,- Pelaku pembutan miras oplosan bermerek, berinisial MA yang kini telah kabur setelah mengatahui rumahnya di grebek polisi beberapa waktu lalu, hingga kini masih diburu Pihak kepolisian Polres Jayapura Kota.

Hal ini disampaikan Perwira Urusan Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra saat ditemui di Mapolres Jayapura Kota, Kamis (13/7) siang.

 Jahja menuturkan, pihaknya telah berkerja keras dengan mengali informasi dari biro jasa keberangkatan baik dari jasa keberangkatan udara dan laut, namun belum mendapatkan informasi lebih lanjut.

“Jadi teman teman sudah mencari informasi dari biro perjalan udara maupun laut guna memastikan apakah pelaku masih berada di Jayapura atau sudah pergi meninggalkan Papua,” tutur Jahja.

 Labih lanjut Ia menerangkan apa bila dari informasi yang diterima pelaku sudah kabur dan meinggalkan jayapura atau papua maka Pihaknya akan menerbitkan Daftar Pencarian Orang terhadap pelaku berinisial MA tersebut guna mempermudah pelacakan.

“Rencananya kami akan terbitkan DPO terhadap pelaku apabila sudah pergi meninggalkan Papua,” pungkas Jahja.

Selain itu saat ditanyakan terkait adanya keterlibatan istri pelaku dalam pengompolosan minuman keras bermerek tersebut kata Jahja dirinya belum bisa memastikan hingga pelaku MA diciduk.

“Sementara untuk pengembangan dan keterangan saksi diduga pelaku masih satu orang, namun tidak menutup kemungkinan ada peran istri pelaku. Apabila pelakunya tertangkap nanti kita lihat pengembangannya labih lanjut, siapa saja yang membantu pelaku dalam meracik minuman oplosan tersebut,” jelasnya.

Published in Kriminal

JAYAPURA,- Anggota Polres Jayapura Kota berhasil menggerebek sebuah Rumah yang di duga sebagai tempat pengomplosan Minuman Kersa Oplosan bermerek, di jalan jalan baru Pantai Enggros lorong Bar Vista Kelurahan Entrop distrik Jayapura Selatan, Senin (3/7) lalu.
Dari hasil penggeledahan Anggota Polres Jayapura Kota berhasil mengamankan barang bukti berupa 105 botol minuman keras Oplosan jenis Black Label, 16 botol civas, 70 botol kososng merek Red Label, 31 botol kosong merek dos kosong, delapan buah tutup botol civas,  tiga botol kosong black label, 2 botol kosong civas, 3 botol air mineral yang diduga berisikan minuman oplosan, 3 gelas ukur, 3 sorong, 1 buah jeregen berisikan Alkohol Murni, satu regen berisikan minuman oplosan yang sudah di racik, serta satu buah cool box yang vdiduga sebagai tempat penyimpanan minuman oplosan.
Kapolres Jayapura Kota AKBP Marison Tober Sirat dalam Press konfrens di Mapolres Jayapura Kota dihadapan Para awak media menyebutkan pengungkapan kasus ini ketika ada laporan salah satu warga bernama kiki yang meninggal setelah mengonsumsi minuman keras oplosan tersebut, sehingga pihaknya lakukan penyidikan dan berhasil membongkar kasus pengoplosan minuman keras oplosan bermerek ini.
“kami berhasil mengamankan lima orang yang di duga kuat mengetahui hal tersebut, dan kini kelima orang tersebut masih dalam pengawasn pihak kepolsian Polres jayapura Kota dengan dikenakan wajib lapor, sedangkan untuk pelaku sendiri kami sudah mengetahui identitasny berinisial MA,” pungkasnya akhir pekan kemarin.
Tober menuturkan, kasus pengoplosan minuman keras ini dilakukan pelaku sangat professional dikarenakan kalau di bandingkan dengan minuman aslinya sangat mirip mulai dari kemasan hingga hingga segel botol serta bea Cukainya, selain itu juga pelaku sendiri mpernah bekerja di salah satu bar yang ada di jayapaura sebagai Manager Barthender.
“Kasus pengoplosan minuman keras ini merupakan modus yang canggih dilihat sepintas dan tanpa di ketahui minuman ini mirip dengan minuman asli kerana memiliki lebel dan bea cukai, namun sejauh ini kami masih diuji Balai POM guna , namun dari pengamatan kita di duga alcohol yang dikandung di minuman oplosan itu diatas 30 persen hingga ada korban jiwa, namun kami masih menunggu hasil dari uji labolatorium tersebut,” jelasnya.
Lanjut Tober, kelima orang yang telah diamanakn dan dikenakan wajib lapor tersebut merupakan kelinci percobaan dari pelaku, namun tidak menutup kemingkinan kelima orang yang telah diamankan akan di tetapkan sebagai tersangka apabila ada cukup bukti setelah pelaku MA di tangkap  dan diminta keterangan.
“Diduga kuat pelaku sudah melarikan diri ke luar Papua, namun kami akan mengejar pelaku gunan menangkapnya, pelaku sendiri akan kami kenakan beberapa Pasal termaksud pemalsual Bea cukai. Serat meminta keterangan dari pelaku sejauh mana keterlibatan kelima orang yang sementara dijadikan saksi,” ucapnya. (Ridwan)

Published in Kriminal