Displaying items by tag: Mama Papua | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Jayapura,- Pemerintah Provinsi Papua akan menyediakan noken sebagai souvenir bagi para peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Tanah Papua.

Published in Ekonomi & Bisnis

Manokwari, TP - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meresmikan 100 unit pondok pinang mama-mama asli Papua kerjasama Dinas Sosial Provinsi Papua Barat dan Asosiasi Gabungan Kontraktor Nasional (GABPEKNAS) Kabupaten Manokwari, di Kampung Maripi Pantai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Senin (5/11).

Published in Papua Barat

SENTANI - Noken merupakan tas Tradisional Papua yang aslinya dibawa dengan kepala dan berbentuk rajutan atau anyaman dari bahan serat kulit kayu atau benang memiliki cita rasa seni tinggi. Itulah sebabnya jadi tren. Mulai dari pegawai kantoran, mahsiswa, anak sekolah, wartawan, aparat keamanan hingga pedagang sekalipun menggemarinya. Biasanya dipakai untuk membawa barang.

Published in Kabupaten Jayapura

MERAUKE,ARAFURA,-Rektor Unmus, Dr.Philipus Betaubun, ST. MT mengemukakan bahwa masih banyak masyarakat lokal yang membutuhkan perhatian termasuk warga asli Papua yang mengais rezeki dengan berjualan di pasar. Seperti yang diketahui bahwa di Jayapura terdapat pasar yang dikhususkan untuk mama-mama Papua. Namun beda halnya dengan di Pasar Wamanggu karena masih banyak mama Papua yang harus berjualan dengan fasilitas seadanya. Terkadang hanya berjualan dengan selembar tikar atau bahkan daun pisang namun dengan fasilitas serba minim itu mereka tetap bersemangat dan mampu menunjukkan jati diri mereka sebagai perempuan Papua yang turut mendukung pembangunan di wilayah Merauke.

Published in Papua Selatan

MERAUKE,ARAFURA,- Menyambut Perayaan Paskah Tahun 2018, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Merauke St. Fransiskus Xaverius berinisiatif menggalang aksi sosial. Sebagai bentuk kepedulian, mereka turun langsung ke Pasar Baru Mopah Merauke, Senin (19/3) lalu untuk membuat meja jualan yang baru bagi pedagang mama-mama Papua.

Published in Papua Selatan

Manokwari, TP - Dewan Adat Papua (DAP) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar kerja sama, lokarkarya Partisipatif dalam rangka pengembangan design program pemberdayaan perempuan Papua pelaku Ekonomi. Kegiatan dilaksanakan di salah satu hotel di Manokwari, Jumat (15/12/17).

Published in Papua Barat

Manokwari,TP -Pemerintah provinsi (pemprov) Papua Barat melalui Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Papua Barat menggelar Demo Masak Berbasis Pangan Lokal dan Pameran Kerajinan oleh mama-mama Papua, di Auditorium PKK Arfai Perkantoran,Senin (2/10).

“Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ketua PKK Papua Barat, Ny.Yuliana Mandacan. Saya minta kegiatan ini dilakukan karena potensi perempuan cukup besar. Potensi perempuan bisa digunakan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi perempuan,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Republik Indonesia, Yohana Yembise kepada wartawan di sela-sela kegiatan demomasak, Senin (2/10/17).

Menurutnya, dengan adanya produk-produk makanan dan produk kerajinan tangan yang dihasilkan mereka bisa membuka usaha warung makan dan membuka galeri untuk menjual hasil produk mereka.

Selanjutnya, produk-produk yang dihasilkan perempuan-perempuan Papua bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

“Inilah tujuan dari pemerintah untuk memberdayakan kaum perempuan ikut terlibat dalam pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Disinggung tentang upaya mendorong usaha mama-mama Papua ke depan seperti apa. Ia mengatakan, salah satunya rangkaian kegiatan pada hari sebelumnya.

“Ibu gubernur ketemu saya di Jakarta dan kita sepakat untuk menggelar kegiatan ini. Supaya, perempuan-perempuan disini bisa diberdayakan dan bisamelihat kelebihan mereka terutama di bidang ekonomi,” terang Yembise.

Ia mencontohkan, hasil karya yang diperoleh selama mereka mengikuti pelatihan menjahit di Surabaya selama 1 bulan. Akhirnya, sudah bisa menjahit seragam dan bisa menjahit tas batik.

“Perempuan Papua memiliki potensi, dan perlu diperhatikan oleh pemprov Papua Barat. Contohnya mereka bisa menjahit seragam sekolah. Ke depanDinas Pendidikan bisa memesan baju disini saja untuk anak-anak kita di SD, SMP,dan SMA,” tukasnya. [FSM-R3] 

Published in Papua Barat

Alasan Pasar Mama Papua Belum Difungsikan

Rabu, 27 September 2017 19:36

JAYAPURA, - Meski pengerjaannya sudah diselesaikan, sampai saat ini Pasar Mama Papua yang terletak di Jalan Percetakan Negara tepatnya di depan Hotel Aston Jayapura belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Published in Ekonomi & Bisnis

SOLPAP Curhat Ke Walikota Jayapura

Rabu, 27 September 2017 19:15

Jayapura, Bagai bapak dengan putranya, demikian yang terjadi saat pertemuan antara Walikota Jayapura, Benhur Tommi Mano dengan mama mama pedagang pasar Papua.

Published in Kota Jayapura

SENTANI,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A), pada Senin (17/7) kemarin pagi melakukan pelatihan manajemen ekonomi keluarga berupa pembuatan anyaman Noken dan pengolahan sagu kepada 50 orang peserta, yang semuanya adalah mama-mama Papua.
Kegiatan yang dilakukan di Aula Balai Pendidikan dan Latihan Pertanian Provinsi Papua, Yahim-Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura itu, dibuka secara langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Jayapura, Drs. Louis Nauw mewakili Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si.
Dalam sambutannya, Ia memberikan apresiasi kepada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kabupaten Jayapura yang telah menyelenggarakan pelatihan manajemen ekonomi keluarga tersebut.
Selain itu, kata dia, pelatihan membuat Noken ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk membuat suatu kegiatan, yang lebih memfokuskan pada pemberdayaan masyarakat, khususnya mama-mama Papua dalam mengembangkan kearifan lokal Noken.
Dengan pelatihan ini diharapkan bisa menggali potensi yang ada. Sehingga mama-mama Papua lebih kreatif dalam meningkatkan ekonomi keluarga, serta menjaga warisan yang telah diwariskan kepada generasi penerus samapai saat ini, katanya.
Lebih lanjut Louis menyampaikan, pelatihan yang dilakukan saat ini harus disambut baik oleh mama-mama Papua, dengan mengikuti kegiatan tersebut dengan baik. Sehingga setelah mengikuti pelatihan ini, mama-mama Papua diharapkan bisa termotivasi untuk lebih giat menghasilkan Noken guna kelangsungan perekonomian keluarga, dan secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.
Kami berharap mama-mama ini bisa termotivasi dalam meningkatkan perekonomian keluarga dan juga berharap kerajinan tangan yang dihasilkan nanti oleh mama-mama ini dapat diperjual belikan di masyarakat, sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarga atau semua kebutuhan hidup bisa terpenuhi, tuturnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano, menambahkan, pelatihan peningkatan pendapatan atau manajemen ekonomi keluarga ini difokuskan pada cara pembuatan Noken dan pengolahan sagu yang diikuti 50 orang mama-mama Papua perwakilan dari 19 distrik se-Kabupaten Jayapura, sehingga memiliki nilai ekonomis.
Maria Bano menuturkan, bahwa pihaknya telah melakukan program pelatihan seperti ini sejak tiga tahun lalu dan banyak menghasilkan beberapa pengrajin Noken yang ada di Bumi Khenambay Umbay.
Sejak tiga tahun kami telah membina ini, dan sudah ada hasilnya di Kampung Puay. Mereka itu selalu memberikan kontribusi bagi kami. Misalnya para pengrajin Noken ini sering sumbangkan hasil kerajinan tangan mereka, saat ada tamu yang datang ke daerah ini sebagai cinderamata dari pemerintah, imbuhnya.
Selain memberikan pelatihan, kata Maria Bano, para peserta juga diberikan modal usaha masing-masing sebesar Rp 3 juta. Namun dalam perjalanannya, dana tersebut digunakan oleh warga untuk keperluan sehari-hari. Sehingga usaha yang dibuat tidak berkembang.
Untuk itu, Maria meminta melalui pelatihan kali ini masyarakat yang menerima bantuan dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang diberikan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kita harap mereka yang menerima bantuan dana ini agar tidak menghabiskan dana tersebut untuk keperluan sehari-hari. Tapi, dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha mereka. Nah, ini yang nanti kita lakukan pendampingan kepada mereka, pintanya diakhir wawancara. (Jems)

Published in Kabupaten Jayapura