Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Jayapura,-  Kekerasan kerap terjadi dalam masa pengenalan sekolah maupun yang dilakukan orang tua murid kepada guru. Mencegah hal itu, Walikota Jayapura, Benhur Tommi Mano meminta agar tidak ada lagi tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan guru, siswa hingga orang tua murid.
"Saya harap tidak ada lagi guru yang memukul muridnya, guru yang memukul guru, atau orang tua yang memukul guru," tegas Walikota dalam apel menyambut tahun ajaran baru di SMP Negeri 5 Jayapura, Senin pagi kemarin.
Menurut Tommy Mano, lebih baik anak didik yang orang tuanya memukul guru dikeluarkan dari sekolah dan guru yang memukul muridnya akan dipecat.
"Saya tidak main-main dengan pendidikan karena saya sangat peduli dengan dunia pendidikan di Kota Jayapura," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya berharap Kota Jayapura dapat menjadi nomor satu di dunia pendidikan sehingga hal-hal yang harus diperbaiki pada masa kepemimpinan yang lalu, akan diperbaiki dan ditingkatkan dalam masa kepemimpinan kini.
"Hal ini demi mutu dan kualitas pendidikan di Kota Jayapura, karena pendidikan itu penting dan pendidikan itu mahal," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga mengharapkan masing-masing orang tua untuk membina dan mengasuh anak-anaknya dengan baik.
Senada dengan Wali Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan setempat I Wayan Mudiyasa mengatakan dalam rangka tahun ajaran baru khususnya di wilayahnya, pihaknya mengagendakan agar pada 20 Juli 2017 diintensifkan sebagai masuk sekolah secara efektif dan orang tua wajib mengantar anaknya ke sekolah. (Erna)

Published in Pendidikan & Kesehatan

Dinas P&P Larang Kekerasan di MPLS

Minggu, 16 Juli 2017 16:58

SENTANI - Berkaitan dengan awal masuk sekolah tahun ajaran baru, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Kabupaten Jayapura Alpius Toam, ST, M.MT, melarang sekolah, senior atau OSIS melakukan tindak kekerasan selama kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) atau yang dulu dikenal dengan nama MOS. Jika hal itu terjadi, maka Dinas P&P akan menindaknya.

Published in Pendidikan & Kesehatan

SENTANI - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di seluruh sekolah di Kabupaten Jayapura akan dimulai pada Senin (17/7) pekan depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST, M.MT, meminta kepada setiap dan pengawas benar-benar menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa baru selama pelaksanaan MPLS itu berlangsung.
Jadi, kegiatan MPLS ini harus berjalan sesuai tujuannya, yakni mengeksplorasi seluruh informasi tentang sekolah, kata Alpius ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/7) kemarin.
Alpius juga menegaskan, setiap guru harus maksimal mencegah suasana intimidatif, perploncoan dan kegiatan tidak terpuji lainnya, selama dan sesudah masa MPLS di sekolah masing-masing.
Jadi, guru juga harus melakukan langkah-langkah koordinatif dan antisipatif atas kemungkinan terjadinya dinamika peserta didik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, selama maupun pasca kegiatan MPLS tersebut, kata dia.
Itu sudah secara otomatis sudah pasti ada terbentuk pantia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) di masing-masing sekolah. Mereka itulah yang nantinya mengatur (pendamping). Karena pasti dari semua guru juga ikut terlibat dalam pelaksanaan MPLS di sekolah mereka masing-masing, tambah Alpius.
MPLS yang akan berlangsung pada Senin (17/7) pekan depan itu, dahulu MPLS dikenal sebagai masa orientas siswa (MOS).

Published in Pendidikan & Kesehatan