Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Wamena, - Prajurit anggota bayalyon infantri (Yonif) 756/WMS berhasil menangkap bandar , pengedar yang juga sekaligus pemilik ladang ganja di Wamena. Penangkapan terhadap pemilik ladang ganja sekaligus bandar dan pengedar ganja Apius Logo ini pada Kamis (2/8) malam.

Published in Kriminal

Gelar Patroli Satgas Temukan Ladang Ganja

Minggu, 03 September 2017 23:04

Keerom,- Tim gabungan personel Kompi C Satgas Yonif 410/Alugoro melaksanakan patroli keamanan sekitar Pos Kalilapar yang menjadi sektor tanggung jawabnya di pimpin Danki C Satgas Lettu Inf Sarimin Syaiful serta Dan Pos Kalilapar Lettu Inf M Ikhsan beserta sepuluh orang anggota, Minggu (3/9/17) . Pelaksanaan patroli keamanan ini telah berhasil menemukan ladang ganja yang siap panen kurang lebih 40 batang ganja setinggi rata-ratat 150  cm.

Published in Kriminal

Polres Pegubin Musnahkan 825 Pohon Ganja

Senin, 28 Agustus 2017 21:23

JAYAPURA- Sebanyak 852 Pohon Ganja setinggi satu meter yang ditemukan warga di ladang seluas dua hektar di pedalam distrik Oksop Kabupaten Pegunungan Bintang beberapa waktu lalu dimusnahkan di halaman Mapolres Pegunungan Bintang, Senin (28/8) siang.

Published in Kriminal

JAYAPURA,-  Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengklaim satelit yang dimiliki mampu mengidentifikasi ladang ganja di seluruh Provinsi Papua.
Demikian penegasan Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rokhis Komarudin saat memberikan sosialisasi pemanfaatan citra satelit di lingkup pemerintah provinsi Papua, Senin (17/5/2017) kemarin.
Ia mengatakan, dengan satelit LAPAN, pihaknya bisa memonitor ladang ganja  dimana. Dan kami juga sudah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN)," kata Rokhis.
Ia mencontohkan, penggunaan satelit sudah dipakai BNN untuk melihat potensi adanya ladang ganja di Aceh, dan hasilnya sangat efektif.
"Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menggunakan satelit yang kami miliki ini,"  tambahnya.
Meskipun demikian, data-data yang sudah bisa diakses sendiri adalah yang resolusinya rendah dan menengah. Dimana untuk medapatkannya bisa dengan cara di unduh (download). Nanti diajarkan bagaimana cara melakukan hal itu," ucapnya.
Sementara untuk data-data yang resolusinya tinggi, katanya, harus melalui permintaan dari pemerintah daerah dan minimal pejabat eselon II, yang ditujukan kepala Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh.
"Nanti kami juga akan sampaikan bagaimana tata caranya agar bisa dipahami oleh teman-teman di daerah," katanya.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya menggunakan single government listen untuk data resolusi tinggi. Artinya lisensinya adalah milik pemerintah Indonesia. Jadi bisa dimanfaatkan oleh seluruh institusi pemerintah baik pusat maupun daerah, tidak menggunakan lisensinya sendiri. "Dengan demikian data tidak akan tumpang tindih dan lebih hemat," ucapnya. (Bams)

Published in Headline