Pasific Pos | Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

JAYAPURA, - Pemerintah Kota Jayapura telah membeli seluas 10 hektar lahan di Buper Weana, yang diperuntukkan untuk pekuburan bagi umat Islam di Kota Jayapura.

Lahan yang sudah dipersiapkan sejak lima tahun tersebur sampai saat ini belum bisa digunakan karena masih terkendala pada akses jalan, dan fasilitas pendukung lainnya.

"Jangan sampai kita dua selesai (Benhur Tomi Mano dan Rustan Saru), dalam lima tahun kedepan hanya tinggal cerita saja. Harus di tuntaskan supaya saudara-saudara saya yang Islam bisa ada lokasi khusus," kata Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (11/7).

Kuburan muslim itu, lanjut Benhur, ummat muslim yang meninggal dunia tidak perlu merogoh kocek lagi alias di gratiskan. Pasalnya, pekuburan di Tanah Hitam di haruskan mmebayar Rp5 hingga Rp25 juta untuk satu orang.

"Saya kasihan, apalagi yang tidak mampu. Parkiran saja bisa bayar Rp50 hingga Rp100 ribu," kata Benhur.

Menurut Wali Kota Jayapura dua periode ini, dengan memberikan tanggungjawab kepada wakilnya agar sebagai pemerintah benar-benar fokus kerja.

"Saya berikan tanggungjawab kepada Wakil Wali Kota untuk mengatasi kuburan itu. Kita hadir untuk mereka. Mulai enam bulan ke depan, lokasi pemakaman muslim sudah bisa di gunakan," kata Benhur.

Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, mengatakan dengan sisa anggaran tahun 2017 bisa di pakai untuk pembangunan kuburan dimaksud.

"Hanya membuat jalan, blok makam, musholah, kami aliri air bersih, dan pemakan muslim ini bisa menjadi pariwisata nantinya. OPD yang bertanggungjawab jangan tinggal diam dan saling menyalahkan. Fokus kita selesaiakan pemakaman muslim itu sehingga bisa digunakan," kata Rustan. (Ramah)

Published in Kota Jayapura