Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 19 August, 2019 |

MERAUKE,ARAFURA,-Saat ini mulai banyak bermunculan anak-anak muda berbakat dan trampil dari Kota Rusa khususnya yang menghasilkan sebuah karya dan mampu memberikan inspirasi maupun wadah bagi banyak orang. Kemajuan teknologi seperti sekarang juga semakin mempermudah para pemuda Merauke untuk menuangkan ide dan karyanya sehingga dapat saksikan oleh publik dalam waktu cepat dan dimana saja. Salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas You Tube dan Instagram yang mulai marak dipilih oleh masyarakat.

Published in Papua Selatan

MERAUKE,ARAFURA,-Franky Wohel, salah satu pembicara yang diundang dalam kegiatan workshop ‘Merauke Berkarya’ di Mr.Bean Coffee Sabtu lalu sangat mengapresiasi kegiatan yang sarat dengan nilai positif tersebut. Sebab dapat memacu dan memotivasi anak-anak muda Merauke untuk selalu berkarya secara khusus dalam dunia visual atau video. Jadi anak-anak muda mampu memproduksi sebuah film atau konten yang tepat, baik dari segi pengambilan gambar, akting dan talenta dari orang itu sendiri. Kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terlebih peserta sangat antusias mengikuti workshop.

Published in Papua Selatan

SENTANI,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Drs. Yerry F. Dien, M.Si, membuka pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tingkat III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, di Aula Lantai II Kator Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (5/7) kemarin.
Dalam sambutan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, yang dibacakan Sekda Kabupaten Jayapura Drs. Yerry F. Dien, M.Si, mengatakan, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan bukan sekedar menyerahkan selembar surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPL) kepada peserta dan menyampaikan pertanggungjawaban setelah melaksanakan kegiatan.
Oleh karena itu, Diklat ini merupakan salah satu kegiatan yang mendukung proses pengembangan dan penataan kompetensi. Sasarannya, untuk menciptakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kemampuan memimpin sesuai dengan persyaratan jabatan structural yang diembannya, katanya.
Kompetensi yang dibangun pada Diklat ini adalah kompetensi kepemimpinan operasional, yaitu kemampuan membuat perencanaan kegiatan intansi dan memimpin keberhasilan implementasi pelaksanaan kegiatan tersebut, sambung Sekda Yerry.
Menurutnya, pelaksanaan Diklat Pim III dan IV ini menggunakan sistem pola baru yang lebih aplikatif, dengan materi pembelajaran yang dirancang untuk menciptakan pemimpin perubahan dengan meningkatkan kemampuan leadership birokrasi di sektor publik, serta cara pembelajarannya berbasis pada pengalaman dan bersifat in-off kampus.
Seorang leader tentunya berbeda dengan manajer karena leader harus memiliki visi yang jauh kedepan, mampu memberikan motivasi, mampu menginspirasi, adaptif terhadap perubahan, berpikir kreatif dan out of the box serta mampu menciptakan menciptakan inovasi-inovasi baru, terangnya.
Pola baru ini, kata Sekda Yerry, diatur dalam peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 19 tahun 2015 dan nomor 20 tahun 2015 tersebut, pada dasarnya merupakan bagian dari reformasi birokrasi. Setelah memperhatikan kondisi riil dari hasil penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan selama sekian tahun, namun kompetensi yang dibangun belum menampakkan hasilnya secara signifikan.
Karena pola baru ini pada kurikulumnya lebih memberikan bobot lebih besar yakni 70 persen kepada peserta sebagai calon pemimpin perubahan untuk berimprovisasi dalam merancang dan sekaligus mempraktekkan proyek perubahan bagi perkembangan organisasi dan lingkungan kerjanya, papar dia.
Sekda Yerry menambahkan, Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas secara professional dengan dilandaskan kepribadian dan etika pegawai negeri sipil sesuai dengan kebutuhan instansi.
Selain itu juga, untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai agen perubahan dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat, katanya.
Saya berharap kepada peserta Diklat harus mampu melakukan perubahan dalam diri sendiri, barulah kita bisa merubah orang lain. Sehingga saudara-saudari bisa disebut sebagai agen perubahan, harapnya. (Jems)

Published in Lintas Daerah