Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 19 May, 2019 |

Jayapura,-  Lima jenazah korban pesawat AMA Pilatus Porter PK RCX  yang jatuh pada Rabu siang telah berhasil dievakuasi.
Dua jenazah Pilot dan Co Pilot langsung dievakuasi ke Sentani dan 3 jenasah penumpang masih disemayamkan di Rumah Sakit Daerah Wamena.
Menurut perwakilan AMA Aviation kepada pers di Bandara Wamena, proses evakuasi ke empat jenazah berjalan dengan lancar.
Sementara itu menurut Kepala Kantor SAR Jayapura,  Melkianus Kotta bahwa semua proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar dan aman.
"Evakuasi dilakukan oleh Tim ERG dari PT Free Port PK OCE yang di piloti Capt.  Ariel Machmud dan juga Tim SAR yang telah melakukan perjalanan via darat juga telah kembali ke Posko SAR dengan selamat," ujar Melkianus.
Kepala Bandara Wamena,  Rasburhany Umar  mengatakan bahwa rencana Jumat  7 Juli 2017 akan dilakukan acara serah terima  jenazah di RSUD Wamena apabila pihak AMA telah mendapatkan semua data dari pihak keluarga korban.
"Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses Operasi SAR dari awal hingga selesai", tambah Rasburhany.
Pesawat naas ini diketahui mengalami hilang kontak sekitar pukul 11.30 WIT setelah lepas landas dari bandara Wamena. Diketahui pesawat baru teebang sekitar 8 menit dan mengalami troble.
Terhitung 28 jam sejak hilang kontak, seluruh jenasah dapat dievakuasi.
Dari pantauan di lapangan diketahui Kamis  pagi pukul 08.465WIT  Helly Airfast PK-OCE milik PT Freeport Indonesia yang dipiloti oleh Ariel serta membawa 5 Crew evakuasi yang dipimpin oleh Abdulrasid (Leader Resque Timika) terbang dari bandara Wamena menuju lokasi hilangnya kontak pesawat AMA PK-RCX pada koordinat S0410.75 E138 51.45.
Nama Crew helly tersebut antara lain, Aril (Pilot),  Hari (Co pilot),  George Tomkaw (Lood Master) , Ricard Wanggai (Resque) , Koman Mambai (Resque)
 Pukul 09.25 Wit Helly Airfast PK-OCE kembali dari melaksanakan peninjauan lokasi hilang kontaknya pesawat AMA PK-RCX pada koordinat S0410.75 E138 51.45, dengan bahwa lokasi hilang kontaknya pesawat AMA PK-RCX di kampung Wosak distrik Mbua kabupaten Nduga. Dan diketahui lokasi hilang kontaknya pesawat AMA PK-RCX keluar dari jalur/Route penerbangan biasanya Wamena-Derakma,
Setelah melaporkan kepastian lokasi jatuhnya pesawat,  personel Resque Timika menggunakan Helly Airfast PK-OCE  kembali menuju lokasi hilangnya kontak pesawat AMA PK-RCX untuk melakukan evakuasi Korban.
Heli Airfast PK-OCE take off menuju lokasi jatuhnya pesawat di Kampung Wosak distrik Mbua kabupaten Nduga dalam rangka penyerahan bantuan bahan makanan  kepada masyarakat sekitar yang akan membantu evakuasi korban.
Tak lama berselang  Heli Airfast PK-OCE tiba di Bandar Udara Wamena dengan membawa 2 jenazah korban selanjutnya jenazah dimasukkan kedalam peti jenazah, dan dibawa ke rumah RSUD Wamena guna dilaksanakan indentifikasi.
Pukul 13.25 Wit, Heli Airfast PK-OCE kembali membawa dua jenasah lagi.
Dan sekitar pukul 15.00 WIT berhasil mengangkat satu jenasah lagi. Sore kemarin, jenazah Pilot dan Co Pilot pesawat AMA yang jatuh diterbangkan ke Jayapura dengan menggunakan pesawat AMA jenis caravan. (Fani)

Published in Headline

Korban Kebakaran Terima Bantuan

Jumat, 07 Juli 2017 01:15

MERAUKE,- Korban musibah kebakaran di Jalan Ternate RT 3 Kelurahan Seringgu Jaya menerima penyerahan bantuan, Kamis (6/7) di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke. Selain bantuan uang tunai, bahan makanan dan pakaian layak pakai sumbangan dari masyarakat Merauke, juga ikut diserahkan bantuan sepeda untuk anak-anak korban kebakaran dari Bupati Merauke.    
Bupati Merauke, Frederikus Gebze,SE,M.Si dalam sambutannya mengatakan  atas nama pemerintah, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada instansi, kelompok maupun perorangan yang telah memberikan sumbangan atau bantuan secara suka rela untuk para korban musibah kebakaran. Menurut Bupati, dalam penanganan bencana, ada prosedur yang harus dipatuhi sehingga tidak menimbulkan permasalahan.
Lanjut Bupati, bencana itu terjadi tidak mengenal waktu dan hanya Tuhan yang taahu kapan dan dimana benacana itu akan terjadi.  Karena itu, antisipasi harus tetap dilakukan sehingga ketika terjadi bencana semua bisa ditangani dengan baik, mulai dari evakuasi korban hingga penanganan korban pasca bencana. Selain di Kota Merauke, juga harus dipikirkan bagaimana jika bencana itu terjadi di distrik atau kampung yang jauh dari kota.
“Itu harus dipikirkan. Harus ada prosedur yang disiapkan. Intinya asas pemerataan dan keadilan, supaya semua orang merasa betul kita memiliki nilai kemanusiaan,”ujar Bupati.   
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Merauke, Fransiskus X Sirfefa, dalam sambutannya mengatakan musibah yang telah terjadi merupakan kehendak dari  Tuhan dan ada rencana yang baik dibalik ini semua. “Sebagai umat beragama, saya yakin ini adalah rencana Tuhan. Dengan begini, mungkin kita lebih dewasa kedepan,”ujarnya.
Ia menilai apa yang telah dilakukan BPBD dan semua pihak termausk pihak kepolisian yang telah turun tangan membantu merupakan langkah yang sangat tepat, sehingga para korban bisa ditangani dengan baik. Pihaknya juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh masyarakat untuk bagaimana ikut berpartisipasi membantu para korban kebakaran. (Suyatmadi)

Published in Papua Selatan