Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

 Jayapura, Satu anggota TNI tewas tertembak saat  terjadi kontak tembak antara kelompok KKSB pimpinan Lekagak Telenggen  dengan pasukan TNI di daerah longsoran Baganbaga distrik Yambi kabupaten Puncak Jaya, Jumat (18/1) siang.

Published in Headline

JAYAPURA,-  Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik menyesalkan insiden penembakan yang terjadi Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Rabu (9/1/2019) pagi.

Published in Headline

JAYAPURA,- Kontak Tembak antara TNI dan Kelompok kriminalitas bersenjata Pimpinan Lerymayu Telenggen kembali lagi terjadi di Sinak kabupaten Puncak Jaya, Rabu (9/1) pagi sekitar pukul 08:55 WIT.

Published in Headline

"Satu dari dua anggota yang tewas, DPO Polda Papua yang serang Polsek Pirime beberapa tahun lalu"

 

JAYAPURA,- Dua Anggota kelompok kriminal bersenjata pimpinan lekagak Telenggen, yakni G dan KM tewas lantaran terlibat kontak senjata dengan aparat gabungan TNI-POLRI di distrik Balingga Kabupaten Lanny Jaya, Sabtu (3/11) pagi.

Published in Headline

Jayapura, - Setelah berhasil merebut markas milik kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di kampung Gubuleme, distrik Tingginambut kabupaten Puncak Jaya Papua, pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Gakkum TNI/Polri dipimpin okeh Lettu Inf Angga memutuskan untuk tetap bertahan.

Published in Headline

Jayapura, - Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgasgakkum) gabungan TNI/Polri melaksanakan patroli rutin dalam rangka penegakkan hukum di wilayah Papua terhadap Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang selama ini telah melakukan perbuatan melanggar hukum di wilayah kedaulatan NKRI khususnya di wilayah pegunungan Papua.

Published in Headline

 

Timika, Kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, kembali terjadi Rabu (4/4/2018).

Published in Headline

Timika,- Dua korban kontak tembak antara TNI/Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Minggu (1/4) lalu berhasil dievakuasi dari Banti ke RS PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Selasa (3/4) siang.

Published in Headline

 

Jayapura, Satu anggota personil Yonif 751/Raider tewas saat kontak tembak dengan kelompok TPN-OPM di kampung Utikini, Banti Komplek distrik Tembagapura, kabupaten Mimika.

Published in Headline

JAYAPURA,- bertampat di di distrik Puninggame kabupaten Lany Jaya, aksi kontak senjata kembali terjadi antara  pihak kepolisian Polres Lany Jaya dengan kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) yang berlangsung selama dua jam, sekitar Pukul 10:00 WIT hingga 12:00 WIT. Selasa (11/7).
Dari aksi kontak senjata pihak kepolisian dengan Kelompok keriminal senjata ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal ketika di konfirmasi di runag kerjanya Di Mapolda Papua, Selsa (11/7) sore membenarkan hal tersebut.
 Kata kamal kejadian kontak senjata tersebut ketika salah satu warga yang mendatangai Mapolsek Tiom guna melaporkan kejadian pemalakan yang dilakukan sekelompok orang yang membawa senjata saat warga hendak melintas.
"Saat tiba di tempat pemalakan dengan tujuan untuk mecari pelaku, tiba tiba anggota kami langsung di brondong tembakan, sehingga terjadi saling tembak antara anggota serta kelompok sipil bersenjata tersebut yang trejadi sekitar 30 menit,” jelasnya.

 Lanjut Kamal, karena kekuatan anggota Polres dan Polsek saat itu tidak sebanding dengan jumlah OTK. Maka anggota yang ada di lapangan kembali menghubungi Polres Lanny Jaya meminta bantuan personil, ketika anggota Polres tiba di lokasi kontak senjata kembali lagi terjadi selama 2 jam dengan lokasi yang tak jauh dari lokasi sebelumnya namun masih di Distrik Puninggame.

“Setelah kurang waktu 2 jam adu tembak, ketika Polisi mendekati lokasi OTK di mana posisi mereka berada di atas ketinggian mereka melarikan diri dan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut. Hanya saja kami belum menangkap mereka,” ucapnya.

Sementara itu kata Kamal hingga saat ini kondisi di Lany Jaya sendiri pasca kontak senjata dengan kelompok keriminal bersenjata tesebut aman kondusfi, namun pihaknya belum bisa mengetahui kelompok sipil bersenjata itu dari kelompok mana.

“Diduga pelaku yang melakukan penyerangan itu berjumlah 15 orang dengan mengunakan senjata berat, kami juga belum bisa memastikan dari mana kelompok sipil bersenjata ini,” pungkasnya. (Ridwan)

Published in Headline