Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

JAYAPURA,- Kepala kepolisian Daerah (Polda) Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengaharapkan perdamaian yang dilaksanakan di kabupaten Puncak Jaya semoga dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi kedepan demi kesejahteraan.

“Kami sangat bersyukur semua sudah berkumpul dan saling merangkul, termasuk para paslon serta tokoh-tokoh adat, agama, Jadi kami berharap  tidak ada lagi konflik yang dapat merugikan semua pihak,” ungkapnya saat diwawancarai usai mengikuti Pengobatan Massal dalam rangka HUT TNI, Kamis (28/9/17) pagi.

Labih lanjut Kata Boy dalam pelaksanaaan perdamaian yang dilakukan ini merupakan modal besar kedepannya guna membangun kebersamaan dan persatuan yang lebih solid lagi tanpa ada konflik maupun aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun banyak orang.

“Sudah bakar batu bersama dan dengan perdamaian yang dilaksanakan ini saya lihat semua komponen dari masing-masing paslon bergandengan tangan, mudah-mudahan ini modal besar untuk membangun puncak jaya lebih maju lagi kedepannya,” ungkapnya.

Sementara itu saat ditanyakan terkait dengan penarikan BKO Brimob yang melakukan pengamanan sejauh ini di Kabupaten Puncak Jaya dirinya menyampaikan akan ditarik secara bertahap sampai semua benar-benar kondusif.

“Untuk BKO Brimob yang ada rencananya akan ditarik bertahap setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih mendatang dan kondisi disana harus betul-betul kondusif,” ungkapnya.

Published in Sosial & Politik

JAYAPURA, – Kepolisian Resort (Polres) Puncak Jaya tengah menyelidiki pelaku penembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata yang ikut memanaskan situasi konflik antar pendukung pasangan calon Bupati di daerah setempat.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmas Mustofa Kamal mengungkap setidaknya sudah ada tujuh orang saksi telah diperiksa atas keterlibatan kelompok KKB dalam konflik di Puncak Jaya.

Published in Headline

JAYAPURA ,- Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni, SE meminta tiga kandidat calon Bupati Kabupaten Puncak Jaya untuk duduk bersama dan menghadiri perdamaian.
Tindakan tersebut sebagai langkah konkrit agar masing-masing pendukung calon tidak lagi saling menyerang, sebagaimana konflik pasca Pilkada yang terjadi di Kampung Legimut, Distrik Pagaleme, Puncak Jaya, Sabtu 29 Juli kemarin.

Published in Headline