Pasific Pos | Papua Barat | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

 

JAYAPURA - Jelang pelaksaan ibadah puasa ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah / 2018 Masehi, Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura diminta untuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap komoditi pangan yang masuk dan keluar diwilayah Kota Jayapura.

Published in Kota Jayapura

Ransiki, TP – Lahan seluas 22.000 hektar di wilayah provinsi Papua Barat tengah dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan komoditas Jagung. Dari luasan areal itu, pengembangan komoditas jagung terluas dilaksanakan di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) di atas areal lahan sekitar 850 hektar.

Published in Papua Barat

NTUP Tanaman Pangan Alami Peningkatan

Kamis, 07 Desember 2017 08:11

MERAUKE, ARAFURA,- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si mengatakan sejak dicanangkan oleh Gubernur Papua pada Tanggal 9 April 2014 lalu sebagai komoditas unggulan Provinsi Papua, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengembangkan kawasan buah merah seluas 676 Ha dan 11 unit usaha kecil pengolahan minyak buah merah.

Published in Papua Selatan

Manokwari, TP - Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengungkapkan Komoditi ekspor yang ada di Papua Barat, kedepan akan menjadi perhatian serius pihaknya.
“Ini menjadi program prioritas kita kedepan, berdasarkan potensi pertanian yang ada di Papua Barat ini,” ungkap Dominggus, kepada Wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (3/7).
Lanjut dia, salah satu contoh komoditi ekspor yang dimiliki Papua Barat adalah seperti buah Pala dan kelapa yang dapat diolah untuk peningkatan ekonomi rakyat.
Dikatakan Dominggus, dirinya sudah menyampaikan hal itu kepada Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sorong beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Menteri Pertanian akan mendorong hal itu sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah Papua Barat untuk mempersiapkan lahan komoditi ekspor.
Ia menegaskan, dalam waktu dekat dirinya akan memanggil para Bupati dan Walikota untuk membahas potensi pertanian dan komoditi ekspor yang ada di masing-masing daerah.
Khusus untuk Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), dikatakan Dominggus, kedepan akan menjadi target utama pemberdayaan pertanian untuk menghasilkan sayur mayur segar, guna memenuhi kebutuhan pasar.
“Yang paling penting adalah Komitmen kita, karena Pemerintah pusat kan sudah siap untuk membantu,” tukasnya. [BOM]

Published in Papua Barat