Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 25 August, 2019 |

SENTANI – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kabupaten Jayapura menyambut kebijakan Pemerintah daerah menjadikan Kabupaten Jayapura sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan menggelar workshop tentang KLA kepada puluhan siswa-siswi dan dewan guru dari sejumlah sekolah di Kota Sentani.

Published in Kabupaten Jayapura

Menuju KLA, Perlu Komitmen Bersama

Selasa, 04 September 2018 12:45

MERAUKE,ARAFURA,- Bupati Merauke, Frederikus Gebze, SE, M.Si mengatakan agar Kabupaten Merauke menjadi Kota Layak Anak (KLA) perlu peran semua pihak baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua stake holder yang ada untuk bersama-sama mendorong Kabupaten Merauke menjadi Kota Layak Anak.

Published in Papua Selatan

Wujudkan KLA, Butuh Dukungan Semua Pihak

Kamis, 23 November 2017 20:46

MERAUKE,ARAFURA,- Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Merauke menggelar Bimtek Kota Layak Anak (KLA). Melalui Bimtek ini diharapkan masyarakat bisa memahami dengan baik, dimana untuk mencapai Kota Layak Anak perlu mencapai 24 indikator dengan lima klaster. Salah satunya adalah sekolah ramah anak.

Published in Papua Selatan

SENTANI - Sebagai tindak lanjut dari pencanangan Kabupaten Jayapura menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) pada tahun 2014 lalu oleh Bupati Jayapura saat itu, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Jayapura menindaklanjuti dengan mengadakan Workshop Menuju Kabupaten Layak Anak, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (20/11/17).

Published in Kabupaten Jayapura

Bupati Mathius Minta PKK Wujudkan KLA

Selasa, 11 Juli 2017 00:03

SENTANI,- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, meminta kepada seluruh PKK ditingkat Distrik se-Kabupaten Jayapura harus mengambil peranan yang sangat starategis, untuk mewujudkan dan menggerakkan pencanangan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang dimulai dari kampung ramah anak atau kampung layak anak yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura beberapa tahun yang lalu.
Saya minta kepada ibu kader PKK ditingkat distrik bisa mengambil bagian dan peranan yang penting guna mendukung dan mensukseskan visi-misi pemerintah daerah tentang kabupaten layak anak yang dimulai dari kampung ramah anak atau layak anak, pinta Bupati Mathius dalam sambutannya pada acara pembukaan Jambore Kader PKK se-Kabupaten Jayapura tahun 2017, di Lapangan AURI Lanud Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (9/7) lalu.
Bupati Mathius mengungkapkan, kontribusi dan semangat dari ibu-ibu lebih tinggi di berbagai aktivitas dibandingkan dengan bapak-bapak seperti di berbagai aktivitas baik di gereja maupun di masjid.
Itu pertanda bahwa sebenarnya ada kekuatan besar yang belum kita kelola secara maksimal, juga ada kekuatan besar untuk pembangunan itu ada ditangan seorang ibu, karena ini fakta. Oleh karena itu, kami pemerintah daerah menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya Jambore Kader PKK se-Kabupaten Jayapura tahun 2017 ini, ucapnya.
Ketika ibu-ibu ini bisa diberi bekal tambahan lagi baik dari pemateri dan juga dari pengalaman-pengalaman diantara ibu-ibu yang datang dari berbagai distrik dan kampung, maka itu juga akan menambah semangat, spirit dan wawasan serta pengetahuan untuk kita bisa lebih berkreasi lagi di tempat kita masing-masing, sambung Mathius Awoitauw.
Menurut Bupati Mathius, dukungan buat PKK ini berasal dari dua sumber, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Tapi, juga di kampung memiliki dana yang berasal dari alokasi dana baik dari APBN, Prospek maupun ADK. Itu ada sekitar Rp 100 juta yang setiap kampung juga mengalokasikannya, dan juga ada sumber-sumber lain dari kampung memberikan support kepada PKK, tuturnya.
Kita berharap PKK ini bisa bersinergi dengan kekuatan kelompok-kelompok perempuan lain yang ada di kampung-kampung, misalnya dengan ibu-ibu di persatuan wanita di gereja, persekutuan wanita, kemudian persatuan ibu-ibu di masjid. Hal ini bisa diorganisir dan terintegrasi dengan program-program yang memiliki tujuan yang sama, harapnya. (Jems)

Published in Lintas Daerah