Pasific Pos | Opini | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

MERAUKE,ARAFURA,- Program Studi Diploma III Keperawatan Merauke mendapat kepercayaan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk menjadi pengelola program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga kesehatan perawat. Rekognisi Pembelajaran lampau atau yang lebih dikenal dengan RPL adalah program akselerasi dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan dibawah Diploma III.

Published in Papua Selatan

    Pemerintah mewajibkan setiap tenaga kesehatan yang menjalankan praktik di bidang pelayanan kesehatan wajib memiliki surat tanda regisraasi (STR). STR menjadi salah satu instrumen dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan upaya kesehatan termasuk profesi perawat yang diwajibkan harus memiliki surat tanda registrasi (STR).

Published in Opini

      Perawat merupakan salah satu profesi dalam dunia kesehatan. Sebagai profesi tentunya diharapkan bahwa perawat harus dapat memberikan pelayanan yang profesional sehingga para perawat harus memiliki kompetensi yang memenuhi standar praktik keperawatan.

Published in Opini

      Diana adalah seorang perawat di ruang poli. Dua bulan mendatang Rumah Sakit tempat Diana bekerja terjadwalkan untuk melakukan akreditasi. Diana mendapatkan tugas untuk berperan dalam persiapan akreditasi tersebut. Diana harus mengadakan beberapa penyuluhan tambahan agar memenuhi target akreditasi, melengkapi dan menata borang administrasi pasien dan juga mempunyai agenda rapat untuk membahas persiapan akreditasi. Semua kegiatan persiapan akreditasi tersebut membuat Diana kekurangan waktu untuk melakukan layanan keperawatan, akhirnya layanan yang dia berikan kepada pasien kurang optimal.

Published in Opini

    Pengaturan dan pengelolaan dalam pelayanan keperawatan selalu membutuhkan sistem manajerial keperawatan yang tepat. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan seluruh sumber daya keperawatan dalam menghasilkan pelayanan keperawatan yang efektif, berkualitas, bermutu, dan prima. Faktor internal yang mendukung pelayanan keperawatan yang bermutu antara lain motivasi pengembangan karir profesional dan tujuan pribadinya serta faktor eksternalnya yaitu kebijakan organisasi, kepemimpinan, struktur organisasi, sistem penugasan, dan sistem pembinaan. Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan menyatakan bahwa setiap peningkatan mutu pelayanan kesehatan harus diikuti ataupun disertai dengan peningkatan mutu pelayanan keperawatan. Oleh karena itu perawat menjadi kunci dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan, hal ini didasarkan kenyataan bahwa 60% lebih pelayanan di rumah sakit merupakan pelayanan keperawatan dan hampir semua pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di rumah sakit atau di tatanan pelayanan kesehatan lain dilakukan oleh perawat.

Published in Opini

    Pendidikan di perguruan tinggi merupakan gerbang pertama bagi setiap orang untuk meraih impian masa depannya. Sebagai salah satu profesi berprospek kerja terbaik dengan permintaan sebesar 30% hingga tahun 2024, menurut The US Bureau of Labor Statistic tahun 2017, jumlah calon mahasiswa peminat jurusan keperawatan pada level perguruan tinggi tidaklah sedikit. Oleh sebab itu, perguruan tinggi yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional dan tempat kegiatan proses pembelajaran diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik yang professional serta berkepribadian (Wati, 2016). Dalam hal ini, menurut Afriantoni, et al (2016) suatu perguruan tinggi dituntut untuk memiliki dosen yang berkualifikasi yang baik serta berkualitas sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkualitas, yang pada akhirnya membawa pada output yang berkualitas pula.

Published in Opini

     Perawat merupakan profesi yang senantiasa berkembang guna meningkatkan standart profesionalismenya. Pengembangan profesi perawat dilakukan dengan meningkatkan standart pendidikan akademik, profesi dan vokasional perawat. Pada tahun 2016, muncul kontroversi ditengah upaya pengembangan pendidikan profesi dan vokasional perawat, yang dilatarbelakangi oleh terbitnya SK MENRISTEK DIKTI RI Nomor 239/KPT/I/2016 tentang pembukaan Program Studi Profesi Ners bagi lulusan diploma IV Keperawatan. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan kebijakan Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003 yang mengatur sistem pendidikan nasional saat ini, termasuk didalamnya kebijakan pengaturan pendidikan profesi yang hanya diperuntukan bagi lulusan sarjana.

Published in Opini

        Kepala ruang (karu) memegang peran penting dalam pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien karena bertindak sebagai manager lini pertama dan menjadi leader bagi semua perawat. Kepemimpinan yang efektif dalam keperawatan sangat penting karena dapat mengoptimalkan biaya, akses dan kualitas perawatan kesehatan. Penelitian yang berkembang  saat ini menunjukkan korelasi positif antara penerapan gaya kepemimpinan transformational leadership dengan tingkat kepuasan kerja perawat yang tentu saja berdampak pada kualitas pelayanan terhadap pasien. Transformational leadership meliputi komunikasi yang efektif, sifat inspirational, kepercayaan, dan kerja sama tim.

Published in Opini

     Marla Johnson adalah perawat di unit onkologi dan secara teratur bertanggung jawab atas tugas shift malam. Rata-rata usia di unit tersebut adalah 49 tahun sedangkan Marla baru berusia 27 tahun. Dalam masa karirnya, Marla melamar untuk posisi manajer perawat yang kosong. Sebagai bagian dari proses seleksi, dia memiliki tiga panelis dalam wawancaranya: Satu dengan tim eksekutif, yang kedua dengan manajer perawat lainnya dan yang ketiga dengan staf unit. Wawancara dengan tim eksekutif dan manajer perawat berjalan dengan sangat baik. Marla menangani skenario berbasis kompetensi yang diberikan kepadanya secara professional dan mengesankan anggota panel. Namun wawancara dengan staf unit tidak berjalan dengan baik. Komentar tentang yang diberikan berfokus pada tema yang sama: “Marla adalah perawat yang hebat dan cerdas, tapi dia terlalu muda untuk menjadi manajer kami”.

Published in Opini

Program Preceptorship merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di Indonesia. Preceptorship berfokus kepada pembinaan/pembimbingan yang intensif bagi perawat baru (preceptee) selama melaksanakan pengalaman belajar dilahan klinik dengan didampingi oleh perawat yang berpengalaman sejak awal masuk bekerja (preceptor). Di Indonesia program preceptorship masih sangat jarang ditemui. Istilah preceptorship lebih dikenal dengan sebutan proses bimbingan klinik, sedangkan preceptor dikenal dengan istilah CI (Clinical Instructor). Menurut Nursalam, seorang Guu besar Keperawatan Indonesia, program precetorship digunakan sebagai alat sosialisasi, orientasi dan program bimbingan yang popular bagi perawat baik lulusan baru dan yang berpengalaman. Perawat baru adalah perawat yang baru saja memasuki pengalaman praktek klinik dimana belum pernah dialami sebelumnya.

Published in Opini

Halaman 1 dari 2