Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

 

JAYAPURA, - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Jayapura, hingga Desember 2017 sebanyak 86 kasus.

Published in Kota Jayapura

Jayapura,-  Kekerasan kerap terjadi dalam masa pengenalan sekolah maupun yang dilakukan orang tua murid kepada guru. Mencegah hal itu, Walikota Jayapura, Benhur Tommi Mano meminta agar tidak ada lagi tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, baik yang dilakukan guru, siswa hingga orang tua murid.
"Saya harap tidak ada lagi guru yang memukul muridnya, guru yang memukul guru, atau orang tua yang memukul guru," tegas Walikota dalam apel menyambut tahun ajaran baru di SMP Negeri 5 Jayapura, Senin pagi kemarin.
Menurut Tommy Mano, lebih baik anak didik yang orang tuanya memukul guru dikeluarkan dari sekolah dan guru yang memukul muridnya akan dipecat.
"Saya tidak main-main dengan pendidikan karena saya sangat peduli dengan dunia pendidikan di Kota Jayapura," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya berharap Kota Jayapura dapat menjadi nomor satu di dunia pendidikan sehingga hal-hal yang harus diperbaiki pada masa kepemimpinan yang lalu, akan diperbaiki dan ditingkatkan dalam masa kepemimpinan kini.
"Hal ini demi mutu dan kualitas pendidikan di Kota Jayapura, karena pendidikan itu penting dan pendidikan itu mahal," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga mengharapkan masing-masing orang tua untuk membina dan mengasuh anak-anaknya dengan baik.
Senada dengan Wali Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan setempat I Wayan Mudiyasa mengatakan dalam rangka tahun ajaran baru khususnya di wilayahnya, pihaknya mengagendakan agar pada 20 Juli 2017 diintensifkan sebagai masuk sekolah secara efektif dan orang tua wajib mengantar anaknya ke sekolah. (Erna)

Published in Pendidikan & Kesehatan