Pasific Pos | Edukasi | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

JAYAPURA,- Kepala Bidang Penindakan BBPOM Jayapura, Buyung Apt memastikan suplemen yang diklaim mampu menyembuhkan HIV/AIDS, seperti Purtier Plasenta sampai saat ini belum terdaftar di lembaga tersebut.

Published in Pendidikan & Kesehatan

MERAUKE,ARAFURA,-Satgas Yonif 755 Kostrad berikan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS kepada pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Yansmit Kabupaten Asmat guna memutus mata rantai penularan Virus HIV/AIDS. Hal ini disampaikan oleh Danyonif 755/Yalet Kostrad Mayor Inf Agus Rediyanto, S.E dalam rilis tertulisnya di Merauke, Rabu (10/4/). "Kita berpikir bahwa usia remaja merupakan usia yang rentan dan mudah akan tertularnya HIV/AIDS dan saat ini penyuluhan di sekolah merupakan tempat yang tepat." ungkap Danyonif.

Published in Papua Selatan

John Gobai : Cegah Penyakit itu, Perdasi Nomor 8 Tahun 2010 Perlu Direvisi



Jayapura, -  Anggota DPR Papua John NR Gobai mengatakan, sesuai data Dinkes Papua Per 1 Des 2018, HIV/AIDS di Papua berjumlah 38.784.

Published in Pendidikan & Kesehatan

JAYAPURA—Gubernur Papua Lukas Enembe kembali mengajak seluruh pemanggu kepentingan atau  stakeholder, untuk melakukan sosialisasi dan sirlkumsisi  ke seluruh lapisan masyarakat, sebagai upaya  untuk  mencegah  HIV/AIDS.

Published in Pendidikan & Kesehatan

JAYAPURA - Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, sosialisasi HIV dan AIDS terkendala Rapid Dignostic Test (RDT).

Published in Pendidikan & Kesehatan

JAYAPURA,- Kaum perempuan paling rentan untuk terinveksi TB paru, dimana ibu rumah tangga menjadi yang terbesar. Sehingga dari data tersebut, isu gender perlu mendapat perhatian dalam upaya penanggulangan TB paru danHIV/AIDS di Papua.

Published in Pendidikan & Kesehatan

Tekan HIV Dan AIDS Pasang 9 Jurus

Kamis, 20 September 2018 14:02

MERAUKE,ARAFURA,- Guna menekan kasus HIV dan AIDS di Kabuputen Merauke. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Merauke akan menerapkan sembilan jurus diantaranya adalah melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) sehingga ada perubahan perilaku yang lebih baik serta yang tertular tidak menularkan kepada orang lain.

Published in Papua Selatan

Penderita HIV Dan AIDS Capai 40.000 Kasus

Rabu, 19 September 2018 13:44

MERAUKE,ARAFURA,- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua menyelenggarakan pelatihan manajamen dan penggunaan aplikasi data bank KPA Kabupaten Merauke. Selain Merauke, kegiatan juga diselenggarakan di Kabupaten Mimika, Kerom dan Nabire.


Staf Program Dan Monev KPA Provinsi Papua, Daud Patana mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan data-data penjangkauan dan pendampingan yang sedang dilakukan baik oleh pihak KPA maupun LSM dapat terakomodir dengan baik. “Ini agar melihat sejauh mana penjangkauan untuk sejauh mana ditemukan kasus HIV, kemudian diobati dan dan terus mengkonsumsi obat secara rutin,” tuturnya di Hotel Corein, Selasa (18/9).


Menurutnya, selama ini data belum terpusat sehingga semua data-data terkait penjangkauan dapat dilaporkan secara akurat dan tidak ada perbedaan data. Intinya, semua data melalui satu pintu sehingga tidak ada perbedaan data yang satu dengan data yang lain.


Dengan kegiatan seperti diharapkan Indonesia dapat bebas HIV dan AIDS pada 2030 mendatang. Karena itu, KPA terus berupaya melakukan sosialisasi dan tes HIV di sejumlah Puskesmas yang tersebar di seluruh Indonesia.
Selanjutnya, data dari KPA Provinsi Papua penderita HIV dan AIDS hampir mencapai 40.000 kasus dan didominasi masyarakat umum. Salah satunya, Ibu Rumah Tangga (IRT). Data tersebut merupakan data komulatif sejak Tahun 1992 hingga sekarang.


Sementara itu, Sekertaris KPA Kabupaten Merauke, dr. Stefanus Ossok mengatakan dengan pelatihan ini semua data dapat terekam dan bisa membuat laporan dengan baik. Pasalnya, sampai sekarang belum dapat memberikan gambaran secara total apa yang sudah dilakukan dan hasilnya seperti apa.


“Saya berharap dengan pelatihan ini data lebih akurat dan sistem semakin hari semakin baik terkait dengan kasus HIV dan AIDS,” pungkasnya.

Published in Papua Selatan

NABIRE - Orang yang terjangkit atau kena HIV/Aids di wilayah Meepago dikabarkan sudah mencapai 7.000 jiwa, khususnya suku Mee yang paling banyak dan penyakit tersebut itu tidak membedakan suku, ras, agama, budaya dan lainnya sehingga disarankan agar mengasramakan di tempat khusus buat mereka.

Published in Papua Tengah

NABIRE- Komisi Penanggulaan Aids (KPA) Kabupaten Nabire mencatat sebanyak 7.000 orang terinveksi penyakit HIV/Aids. Dari jumlah ini kebanyakan orang dari suku Mee di wilayah Meepago sehingga perlu adanya antisipasi salah satunya jangan berganti-ganti pasangan, cukup memiliki ibu dan anak-anaknya itu yang dijaga baik.

Published in Papua Tengah

Halaman 1 dari 3