Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

JAYAPURA,– Guna mencegah terjadinya konflik antar pendukung calon Bupati di Intan Jaya, menjelang pelaksanaan PSU di 7 TPS, para kandidat dan tim sukses di kumpulkan untuk membuat komitmen bersama mensukseskan pilkada di Intan Jaya.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menerangkan, pertemuan itu digelar guna mengajak seluruh elemen masyarakat disana untuk mensukseskan pilkada, hingga terpilihnya kepala pemerintahan, tanpa adanya konflik.

“Sebelumnya daerah ini melakukan konflik antar pendukung pada saat pilkada. Maka dari itu, kita berupaya untuk konflik itu tak terulang kembali, mengingat di Intan Jaya akan digelar PSU pada 7 TPS,” pungkasnya.

Kamal menjelaskan pada saat pertemuan, Wakil Gubernur Klemen Tinal menerangkan apabila PSU mendatang konflik, hal itu tidak hanya menyanyitkan hati orang banyak tetapi juga Tuhan.
“Saya ingatkan, bagi yang nantinya menang dan kalah, mereka adalah pemenang. Karena dari puluhan ribu masyarakat di Intan Jaya, empat pasangan inilah yang terpilih,” kata Kamal menirukan pernyataan Klemen Tinal.

Sementara Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan, kedatangan mereka ke Intan Jaya untuk membawa harapan bagi masyarakat pada pelaksanaan pesta demokrasi yang menentukan siapa pemimpin lima tahun kedepan didaerah tersebut.

“Walaupun kita berbeda pilihan, demokrasi adalah saling menghargai, setiap individu warga negara punya hak, harus saling menghormati satu sama lainnya , mulai dari rumah ataupun satu kampung kita tidak boleh saling menyalahkan, memusuhi, menyakiti karena berbeda itu,” jelasnya.

Boy berharap peristiwa yang terjadi sebelumnya tak terulang, agar tak ada lagi korban jiwa mau pun material.
“Saya menghimbau kepada para tokoh-tokoh apabila ada yang berbeda pilihan harus kita hargai, biarlah pelaksanaan pilkada yang lalu kita jadikan pelajaran, jangan ada lagi saling serang dalam pelaksanaan PSU nanti,” katanya.

Kamal menjelaskan saat ini sudah ada 2 SSK Brimob membeck up Polres Paniai dalam pelaksanaan PSU di sana. “Pengamanan khusus dilakukan ditempat pelaksanaan pemilu, kantor KPU dan Panwaslu serta kantor pemerintahan,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, lanjut Kamal, apabila terjadi konflik, semua yang terlibat akan ditindak tegas. Pasalnya, hal itu telah disepakati pemerintah setempat dan para calon.

“Kalau terjadi tindakan kekerasan maka kami pihak keamanan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku. Maka dari itu kami berpesan, apabila salah satu pasangan calon merasa dirugikan dalam pelaksanaan nantinya maka ada langkah-langkah hukum yang harus di tempuh bukan mengerahkan massa untuk saling serang,” katanya.

Kamal berjanji Kepolisian dan TNI bersikap netral dalam pelaksanaan pemilu. “Jangan berharap dukungan dari kepolisian atau TNI, kami akan mengawal pelaksanaan ini agar berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Sebatas diketahui pemilu di Intan Jaya sebelumnya sudah dilaksanakan pleno rekapitulasi oleh KPU Provinsi Papua pada akhir bulan April Lalu. Namun, Mahkamah Konstitusi (MK) meminta tujuh TPS kembali dilakukan pemilihan ulang.

Dimana perolehan suara pasangan nomor urut 1, Bartolomius Mirip dan Deny Miagoni, memperoleh 8.636 suara, nomor urut 2 Yulius Yapugau dan Yunus Kalabetme memperoleh 33.958 suara, nomor urut 3 Natalis Tabuni dan Yann Robert Kobogoyauw memperoleh 31.476 suara, sedangkan pasangan nomor urut 4 Thobias Zonggonau dan Hermaus Miagoni memperoleh 1.928 suara.

Published in Headline