Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Kaway : Kampung Adat Hingga Kini Belum Ada SK



Jayapura, - Ondoafi (kepala suku) Kampung Bambar-Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Orgenes Kaway menilai program Kampung Adat yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jayapura sejak beberapa tahun belakang ini hanya slogan belaka.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI– 13 Kampung adat dan 25  kampung yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kampung adat di Kabupaten Jayapura, ditantang untuk menata kelembagaan dan sistim pemerintahan yang berjati diri berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI- Sefanya Wally secara resmi dikukuhkan menjadi Kepala Kampung Adat Yoboi oleh Ondofolo Kampung Yoboi Frans P. Wally.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) kebangkitan masyarakat adat Thema kali ini “Adat kuat ekonomi masyarakat adat meningkat, Jayapura berkualitas.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE. M, Si mengatakan rekomendasi masyarakat adat yang di serahkan kepadanya itu, ia berencana  akan menyerahkan lagi kepada Gubernur untuk bersama-sama menindaklanjutinya kepada Presiden.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI- Upaya peningkatan ekonomi pada suatu daerah selalu saja dilakukan demi mensejaterahkan masyarakat setempat, demikian halnya kali ini Pemerintah Kabupaten merencanakan peningkatan ekonomi akan di mulai dari wilayah kampung-kampung adat.

Published in Kabupaten Jayapura

SENTANI- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur bagi aparatur pemerintahan kampung adat yang ada di 11 Kampung Adat di Kabupaten Jayapura, bertempat di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (5/7) kemarin.
Aparatur pemerintah kampung adat di 11 Kampung Adat yang ikut pelatihan ini terdiri dari aparatur kampung adat seperti Ondofolo maupun Kepala Kampung, sekretaris dan bendahara sebanyak 44 orang serta Sembilan (9) Dewan Adat Suku (DAS) sebanyak 27 orang, sehingga total keseluruhan peserta sebanyak 71 orang.
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemrintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, kegiatan pembekalan teknis bagi aparatur pemerintahan kampung adat ini dimaksudkan untuk menjawab persoalan di kampung, khususnya yang awalnya sebagai kampung dinas berubah menjadi kampung adat.
Dikatakannya, pelatihan ini menjadi bagian yang terpenting dalam menyiapkan sistem pemerintahan asli dan kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan kampung adat yang akan bekerja dan mengurus urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat adat.
Untuk itu, saya berharap melalui pelatihan ini akan memberikan informasi yang penting kepada kita untuk melaksanakan pemerintahan dan pembangunan disetiap kampung, harapnya.
Menurut dia, pelatihan peningkatan kapasitas ini menjadi agenda yang sangat penting karena kampung yang sebelumnya menggunakan sistem pemerintahan dinas yang sama secara nasional itu berubah bentuk dan susunan pemerintahannya lebih kepada sistem pemerintahan kampung adat.
Hal mendasar yang mengalami perubahan adalah sistem pemerintahan kampung adat adalah aparatur penyelenggaranya disesuaikan dengan sistem keondoafian atau sebutan lainnya yang dianut oleh masing-masing kampung adat yang sudah dibentuk dan diwariskan sejak turun temurun, imbuhnya.
Karena mengembalikan sistem pemerintahan kedalam sistem adat itu merupakan sebuah perjuangan yang dikerjakan oleh semua pihak guna mendapatkan sistem yang sesuai dengan keaslian masyarakat adat. Ini dimaksudkan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kampung adat bukanlah tujuan yang hendak dicapai, melainkan sarana untuk mempercepat pencapaian tujuan tersebut, sambungnya.
Karena itu, kata dia, pemerintah daerah terus menetapkan berbagai kebijakan dan program untuk mempercepat pembangunan di kampung-kampung. Karena kampung ini identik dengan masyarakat adat. Karena kemajuan dari suatu kampung adalah kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat adat adalah kesejahteraan daerah, tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Elisa Yarusabra, S.Sos, M.PA, mengatakan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersatukan persepsi terkait pelaksanaan pemerintahan kampung adat di Kabupaten Jayapura dan memberikan pelatihan teknis terkait manajemen pemerintahan, penyusunan program serta bagaimana pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan kampung adat.
Kita berharap dengan adanya pelatihan yang akan digelar selama dua hari ini bisa meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan kampung adat sebagai penyelenggaraan pemerintahan di kampung, terbangunnya pemahaman disemua pihak untuk melaksanakan tanggung jawab dalam membangun dan melayani sesuai kebutuhan dasar masyarakat adat, sebagaimana dalam amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus), harapnya. (Jems)

Published in Lintas Daerah