Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 23 August, 2019 |

NABIRE, - Bupati Nabire Isias Douw mengucapkan selamat datang kepada Presiden RI dan ibu Iriana Joko Widodo. "Terima kasih sudah hadir di Kota emas nama julukan Kota Nabire," katanya.

Published in Lintas Daerah

Kunker ke Nabire, Jokowi Nginap Semalam

Selasa, 19 Desember 2017 18:33

JAYAPURA,- Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo (Jokowi) direncanakan bakal tiba di Bandara Eduard Osok Sorong Papua Barat dan selanjutnya Presiden melanjutkan perjalanan dengan Pesawat TNI AU Menuju Kabupaten Nabire Provinsi Papua Pukul 12.30 WIT.

Published in Headline

Nabire, Ribuan penonton memadati jalan Merdeka Nabire guna menyaksikan Nabire Creative Festival yang menampilkan parade mobil hias dan kreasi pakaian dari bahan daur ulang atau bahan bekas, Sabtu (11/11/17).

Published in Lintas Daerah

Kapan Lagi Goyang Nabire

Minggu, 29 Oktober 2017 11:03

Nabire , "Kapan lagi ... goyang Nabire achhh" . Ucapan ini keluar dari beberapa anak anak muda yang hadir pada malam hiburan rakyat di lapangan Sapta Marga, kodim 1705/Paniai.

Published in Lintas Daerah

Tim Marching Band Ikut NCF

Minggu, 29 Oktober 2017 16:11

Nabire, Dua belas (12) tim marching band mengikuti Nabire Creatif Festival. Festival marching band yang digelar di lapangan Sapta Marga Kodim 1705/Paniai Sabtu (28/10/17) bertujuan memeriahkan peringatan HUT Sumpah Pemuda dan juga dalam rangka mencari bibit bibit muda guna menghadapi PON 2020 di tanah Papua.

Published in Lintas Daerah

JAYAPURA,- Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen berkesempatan bersilaturahmi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Kabupaten Nabire.
Silaturahmi dilakukan lewat apel gabungan yang dilakukan di halaman Kantor Bupati Nabire, Kamis (27/7/2017) dan dihari seluruh ASN yang ada didaerah itu.
Sekda Hery mengatakan, dirinya sngat bangga terhadap Nabire yang merupakan tempat pertama dirinya menempah hidup sebagai ASN.

Published in Lintas Daerah

Nabire,-  PT. Kristalin Eka Lestari, yang bergerak dibidang pertambangan emas yang beroperasi di wilayah Musairo  memberikan  paket sembako kepada warga Kampung Makimi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua.
Penyerahan paket sembako tersebut diberikan langsung oleh Komisaris Utama PT. Kristalin Eka Lestari, Arif Setiawan beserta istri, Lia.
Arif Setiawan disela-sela penyerahan sembako tersebut mengatakan, bahwa sembako yang diberikan bukan bersifat bantuan, tapi bagian hak rakyat.
"Ini bukanlah bantuan dari kami, sembako tersebut merupakan hasil dari sumber daya alam yang kami dapatkan di daerah ini," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, pemberian sembako tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan kepada warga sebagai pemilik hak ulayat.
Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Distrik Makimi, Silas Rumbobiar, mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah memberikan sembako tersebut.
"Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan yang telah memberikan sembako tersebut," ungkapnya.
Adapun sembako yang dibagikan berjumlah 125 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, teh, kopi,  pasta gigi, sabun cuci dan sabun mandi.
PT. KEL akan terus berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah tersebut, guna mendukung program pemerintah. (Fani)

Published in Ekonomi & Bisnis

Masyarakat Makimi Terima Dana Tunai

Rabu, 12 Juli 2017 22:09

Nabire, Masyarakat Makimi menerima dana tunai 3 persen dari yang dijanjikan oleh PT Kristalin sebagai bentuk bagi hasil bagi masyarakat.
Pemberian dana ini secara langsung diterima masyarakat. Sedangkan mekanisme pembagiannya melalui pimpinan adat.
"Saya ingin semua masyarakat disini merasakan arti kehadiran kami," ujar Arif Setiawan selaku pimpinan PT Kristalin.
Lebih lanjut Arif mengatakan, apapun hasil dari perusahaan akan kita kembalikan bagi masyarakat juga. "Dalam bagi hasil perusahaan memberikan 10 persen bagi masyarakat. Ini terbagi atas, satu persen untuk pemilik tanah yang digarap, 3 persen dana tunai, 2 persen tabungan masa depan, 4 persen untuk pembangunan," ujarnya.
Dikatakannya, 3 persen yang dibagikan adalah berbentuk tunai. "Dana tiga persen dari bagi hasil ini, diterima secara tunai oleh masyarakat," ujar Arif.
Arif juga menjelaskan, bila pihaknya dalam hal ini PT Kristalin dalam visinya akan bersama sama dengan masyarakat untuk membangun ekonomi rakyat demi tercapainya kesejahteraan.
Untuk beberapa kegiatan kemasyarakatan lainnya PT Kristalin akan menggandeng pihak pihak lain. "Kami akan bekerjasama dengan pemerintah daerah, misalkan dengan dinas pendidikan, dinas kesehatan, pihak gereja. Ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujar Arif.
Lebih lanjut Arif mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini akan berlangsung setiap bulannya. (Fani)

Published in Lintas Daerah

Nabire, Akibat penahanan yang dilakukan terhadap dua orang warga, masyarakat Nifasi melakukan pemalangan terhadap areal pertambangan PT TAP di kali Musairo kabupaten Nabire, selasa siang kemarin.
Diketahui kejadian ini berawal ketika tanggal 29 Juni 2017, Lewi dan Antonia beserta masyarakat lainnya melakukan penganiayaan kepada dua wartawan yang sedang meliput di lokasi penambangan di sungai Musairo.
Lewi dan Antonia yang diperiksa polisi sejak Senin (10/7) pagi hingga menjelang tengah malam di Polres Nabire langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan ke dalam ruang tahanan.
Masuknya kedua tersangka ini ke dalam sel disaksikan oleh puluhan masyarakat Nifasi. Antonia tampak didampingi ibu dan ayahnya Oscar Erari, sementara Lewi didampingi oleh ibunda tercinta.
Usai menyaksikan anak perempuannya dimasukkan ke dalam sel, Oscar Erari selaku bapak tampak marah. "Saya yang punya tanah. PT TAP sudah ambil hasil dari situ banyak, tapi saya tidak diperhatikan. Sekarang saya mau kasih ke orang lain tapi dorang bikin ini ke saya. Tunggu sa palang besok," ujarnya Senin menjelang tengah malam di Polres.
Janji Oscar Erari tampak benar benar dilaksanakan. Selasa siang Oscar Erari beserta puluhan masyarakat Nifasi tampak memasang palang di lokasi operasi PT TAP. "Sa dan keluarga usir baik baik PT TAP. Dorang tra boleh kerja," ujar Oscar Erari.
Tampak beberapa mobil tidak diperbolehkan memasuki areal dan beberapa orang karyawan yang sedang bekerja tampak disuruh turun.
"Sa akan palang sampe sa pu anak dia keluar," ujar Oscar. Oscar juga menjelaskan alasan pemukulan wartawan dikarenakan masyarakat marah akibat pemberitaan di sejumlah media yang menurut masyarakat tidak benar. "Kami marah sama wartawan karena tulis yang tra benar," ujar Oscar. (Fani)
Published in Lintas Daerah

NABIRE – Pesona bahari dan hutan hutan pulau Nusi menjadi surge kecil dan saksi bagi pengunjung ke pulau ini. Pulau kecil ini masuk wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua.
Apabila anda berminat ke pulau Nusi, harus menuju pantai Nusi tempat wisata dan diantar ojek perahu dengan besar biaya Rp 200 ribu pulang pergi ke pulau tersebut. Untuk mencapai pantai Nusi yang tak jauh dari pusat kota Nabire anda harus menempuh jarak sekitar 30-35 kilometer dan harus membayar uang masuk pantai sebesar Rp 50 ribu.
Keindahan pulau Nusi akan anda dapatkan, dengan pasir putih bersih telapak kaki serta pemandangan terpampang kearah bibir pantai Nusi.
Ditambah lagi, suara burung-burung seakan diri anda dihibur sebuah intrumen alam, ditambah dengan bunyi kepakan sayap burung taon-taon didalam pulau tersebut dan keindahan kelompok burung Dara yang berterbangan disepanjang pantai Pulau Nusi.
“Saya sudah hampir sepuluh tahun di Nabire dan ini baru pertama kali saya ke Pulau Nusi, karena kesibukan urus anak-anak dan suami. Ternyata indah sekali,” kata Mama Aron sapaan sehari-harinya saat dijumpai media ini, Minggu (9/7/2017).
Pengunjung lainnya pun katakana hal yang sama, Rudi pekerjaan sehari-hari sopir rental mobil mengaku kerap kali mengantar langganannya ke pantai Nusi dan tak jarang langganannya meminta untuk menyebrang ke Pulau Nusi.
“Memang mahal uang masuk dan sewa perahu ke Pulau Nusi, tapi semua terobati dengan pantainya. Apalagi di pulau itu banyak burung-burung, paling bagus kalau saat matahari terbenam, pu (punya) indah ale,” kata Rudi.
Sembari anda telah kunjungi pulau Nusi, dan kembali ke Pantai Nusi. Pastinya kepuasan anda bertambah, dengan banyaknya pengunjung dan menantikan terbenamnya matahari dan hitamnya pasir pantai Nusi yang menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun asing. (Yadi)

Published in Ekonomi & Bisnis

Halaman 1 dari 2