Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 21 May, 2019 |

Empat Kabupaten Belum Serahkan LPPD 2017

Selasa, 30 Januari 2018 17:56

Jayapura, - Sebanyak empat kabupaten belum menyerahkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2017 kepada pemerintah Provinsi Papua.

Published in Info Papua

JAYAPURA,- Pemerintah Provinsi Papua menilai pemerintah kabupaten mempunyai komitmen terhadap pemberantasan korupsi sesuai rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi.
Hal ini diukapkapkan Sekda Papya Hery Dosinaen,S.IP.M.KP dalam arahannya pada pembahasan draf rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi 20 kabupaten di Papua di Sasana Karya kantor Gubernur, Rabu (12/7) kemarin.
Dijelaskannya, beberapa waktu lalu Pemprov Papua telah melaunching sistem online perencanaan dan penganggaran, perijinan dan pendapatan daerah atau yang dikenal dengan e-government sebagai bagian dari Rencana Aksi program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Provinsi Papua.
“Kami sudah melaunching sistem perencanaan dan penganggaran on-line seperti e-Musrenbang, e-Planning dan e-Budgeting,” ungkapnya.
Menurutnya, penanganan korupsi di Papua sudah dilaksanakan di kabupaten dan kota. Walaupun ada beberapa kabupaten yang mempunyai kondisi geografis yang sulit, namun kabupaten tersebut mempunyai kebijakan dalam penanganan korupsi.
“Saya yakin kabupaten yang sulit mempunyai komitmen dalam aspek pemerintahan terutama dalam penanganan korupsi bisa berjalan dengan baik,” terangnya.
Walaupun mempunyai tantangan yang sangat luar biasa, baik itu kondisi masyarakat tingkat dependensinya terhadap para pemimpin formal maupun non formal yang sangat tinggi. Namun kabupaten dan kota di Papua mempunyai kebijakan terhadap penanganan korupsi.
“Ini yang sangat luar biasa, disamping kearifan lokal dan sosial budaya masyarakat tentunya berbeda dengan kondisi objektif yang ada di daerah lain,” katanya lagi.
Hal ini merupakan tantangan pemerintahan walaupun secara silogisme politik tidak bisa diterima tetapi inilah yang hal-hal yang menjadi tantangan dan realita yang dihadapi di Papua khususnya daerah pedalaman.
“Penyusunan rencana aksi tersebut merupakan respons positif Pemprov Papua terhadap program pencegahan tindak pidana korupsi,” tambahnya. (Bams)

Published in Info Papua

Jamaah Calon Haji Merauke Meningkat

Kamis, 13 Juli 2017 03:06

MERAUKE,- Jumlah jamaah calon haji Kabupaten Merauke dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang menunjukkan bahwa animo umat muslim di Kota Rusa untuk dapat menunaikan ibadah haji memang tergolong tinggi. Contohnya saja dari tahun 2013, jumlah jamaah awalnya hanya 70 orang, tahun 2014 meningkat menjadi 85 orang, tahun 2015 naik menjadi 105 jamaah, tahun 2016 bertambah menjadi 135 orang dan tahun ini sebanyak 168 jamaah.
“Alhamdulilah, jumlah jamaah selalu meningkat setiap tahun. Tidak hanya jamaah yang berusia muda saja tetapi ada pula beberapa di antaranya yang termasuk lansia,”terang Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Dikriwati kepada ARAFURA News di ruang kerjanya, Rabu (12/7).
Lebih lanjut ia menambahkan, jamaah termuda yang ikut tahun ini berusia 25 tahun dan yang paling tua 83 tahun. Khusus yang termasuk jamaah lansia tahun ini ada 9 orang sudah termasuk petugas pendamping.
Jamaah lansia betul-betul diperhatikan selama menjalankan ibadah haji terutama yang terkait dengan kesehatan karena untuk satu kloter sudah disiapkan petugas medis, pembimbing dan petugas kloter.
Pihaknya bersyukur selama menangani jamaah haji sama sekali tidak menghadapi kendala-kendala yang berarti karena semua dilayani dengan sangat baik. Apalagi dalam satu kuota sudah ditunjuk ketua rombongan dan ketua regu di mana 1 rombongan terdiri dari 4 regu. Sedangkan untuk 1 rombongan ada 45 orang yang terdiri dari 4 regu. Satu regu terdiri 10 orang dengan 1 ketua. (Istya Sari Utami)

Published in Papua Selatan

JAYAPURA,- bertampat di di distrik Puninggame kabupaten Lany Jaya, aksi kontak senjata kembali terjadi antara  pihak kepolisian Polres Lany Jaya dengan kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) yang berlangsung selama dua jam, sekitar Pukul 10:00 WIT hingga 12:00 WIT. Selasa (11/7).
Dari aksi kontak senjata pihak kepolisian dengan Kelompok keriminal senjata ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal ketika di konfirmasi di runag kerjanya Di Mapolda Papua, Selsa (11/7) sore membenarkan hal tersebut.
 Kata kamal kejadian kontak senjata tersebut ketika salah satu warga yang mendatangai Mapolsek Tiom guna melaporkan kejadian pemalakan yang dilakukan sekelompok orang yang membawa senjata saat warga hendak melintas.
"Saat tiba di tempat pemalakan dengan tujuan untuk mecari pelaku, tiba tiba anggota kami langsung di brondong tembakan, sehingga terjadi saling tembak antara anggota serta kelompok sipil bersenjata tersebut yang trejadi sekitar 30 menit,” jelasnya.

 Lanjut Kamal, karena kekuatan anggota Polres dan Polsek saat itu tidak sebanding dengan jumlah OTK. Maka anggota yang ada di lapangan kembali menghubungi Polres Lanny Jaya meminta bantuan personil, ketika anggota Polres tiba di lokasi kontak senjata kembali lagi terjadi selama 2 jam dengan lokasi yang tak jauh dari lokasi sebelumnya namun masih di Distrik Puninggame.

“Setelah kurang waktu 2 jam adu tembak, ketika Polisi mendekati lokasi OTK di mana posisi mereka berada di atas ketinggian mereka melarikan diri dan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut. Hanya saja kami belum menangkap mereka,” ucapnya.

Sementara itu kata Kamal hingga saat ini kondisi di Lany Jaya sendiri pasca kontak senjata dengan kelompok keriminal bersenjata tesebut aman kondusfi, namun pihaknya belum bisa mengetahui kelompok sipil bersenjata itu dari kelompok mana.

“Diduga pelaku yang melakukan penyerangan itu berjumlah 15 orang dengan mengunakan senjata berat, kami juga belum bisa memastikan dari mana kelompok sipil bersenjata ini,” pungkasnya. (Ridwan)

Published in Headline