Pasific Pos | Kriminal | Pasific Pos.com

| 20 November, 2019 |

JAYAPURA,– Kepolisian Daerah Papua memberikan warning terhadap para pengguna media sosial (medsos), yang memberikan informasi bohong (hoax) dan juga informasi yang dapat meresahkan masyarakat umum.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, guna mengantisipasi adanya start kampanye di medsos, yang memberikan informasi berdampak negatif terhadap masyarakat.

“Bagi siapa saja tak dilarang menggunakan medsos dalam mengenalkan para calon yang didukungnya. Namun, kami harapkan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tak berbau SARA atau pun kampanye hitam yang saling menjatuhkan lawan,” terangnya.

Kamal meminta agar kampanye menggunakan medsos bersifat positif bagi orang yang didukungnya, sehingga hal itu tak merugikan dirinya atau pun calonnya.

“Menurut saya lebih baik memberikan informasi terkait visi misi dan program kerja para kandidatnya, ketimbang memberikan informasi yang menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat,” pungkasnya.

Akan tetapi, Kamal menegaskan, pihaknya selama 24 jam terus memantau pergerakan di medsos, agar dapat mendeteksi adanya informasi hoax, yang perlu direspon dengan cepat oleh kepolisian.

“Kami memiliki alat yang canggih untuk menangani medsos. Tim Cyber Polda Papua terus bekerja untuk hal itu. Namun, sejauh ini belum ada hal-hal yang menonjol untuk ditangani. Kita harapkan situasi seperti ini terus berjalan,” tuturnya.

Terkait informasi mengenai munculnya foto Gubernur Papua, Lukas Enembe di facebook yang tengah bermain judi di Singapura, sampai sejauh ini belum ada yang merasa dirugikan, hingga belum dilaporkan ke Polda Papua.

“Kasus itu tak ada yang melaporkan. Namun, kami harapkan tak melakukan hal-hal yang bersifat provikatif di medsos. Jangan kira, mengupload status atau foto itu tak ada aturannya. Ada UU yang mengaturnya, siapa pun bisa dipidanakan, jadi hati-hati,” katanya.

Published in Headline

Di Dok V Atas IRT Di Perkosa

Rabu, 21 Jun 2017 10:05

 

Jayapura,-Nasib  malang dialami Ibu rumah tangga (IRT) berinisial SW (27) warga Jalan Mandala Dok V atas Kelurahan Mandala Distrik Jayapura Utara, lantaran dirinya di perkosa dirumahnya, Senin (19/6) kemarin sekitar Pukul 12:00 WIT.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal ketika di konfirmasi membenarkan hal tersebut saat di temuai diruang kerjanya, Selasa (20/6) siang.

Published in Kriminal