Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 27 May, 2019 |

JAYAPURA, – Bakal Calon Gubernur Provinsi Papua, John Wempi Wetipo optimis kerja relawan akan meningkatkan ektabilitasnya di mata masyarakat Papua, menjelang Pilkada Provinsi Papua pada tahun 2018 mendatang.
Dimana melalui hasil survey internal yang dilakukannya, tercatat John Wempi Wetipo yang kerab di sapa JWW itu menorehkan hasil 24,0 persen atau menduduki posisi kedua dari Lukas Enembe sebagai petahana, untuk dipilih masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah dan Pesisir apabila pilkada dilaksanakan hari ini.

Published in Sosial & Politik

JAYAPURA,- Calon Gubernur Provinisi Papua periode 2018-2022 Jhon Wempi Wetipo (JWW) direncanakan Rabu mendatang akan menyambagi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional guna mendaftarkan diri dalam pertarungan memperebutkan kursi nomor satu di Provinsi Papua.

 Hal ini disampaikan Jhon Wempi Wetipo (JWW)usai mengikuti acara Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Pati di PTC Entrop, Minggu (16/7) sore.
 JWW menyampaikan dirinya dalam minggu ini akan menyambangi dewan pusat untuk mendatarkan diri lantaran Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional Provinsi Papua tidak membuka pendaftaran penjaringan Calon Gubernur Provinsi Papua periode 2018-2022.

baca juga, Hadiri Halal Bihalal KKP, JWW Minta Doa Restu

“Setelah Fit and Proper Test di Partai Golkar senin besok, PKB akan membuka pendaftaran maka kita akan menyambagi untuk mendaftarkan diri, namun untuk pendaftaran ke DPP pusat Partai demokrat dan PAN rencanya dalam minggu ini,” pungkasnya.

Lanjut JWW, untuk PAN dirinya sudah mendapatkan rekomendasi dari Sekjen Partai PAN untuk mendaftarkan diri di Pusat, sementara untuk Partai Demokrat dirinya akan langsung mendatarkan diri lantaran kedua partai ini merupakan Partai Nasionalis jadi siapa saja warga Negara bisa berhak untuk mendaftarkan diri di Partai ini.

“Untuk Demokrat dan PAN saya langsung  mendaftar ke pusat, kedua partai inikan partai nasionalis dan terbuka untuk siapa saja, kecuali Partai Lokal kalau sudah ada yang mengkalim ya kita tidak bisa berbuat apa apa,” tuturnya.

 Dirinya menambahkan, siapa saja warga Negara Republik Indonesia boleh mendaftar di pertai tertentu untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur. Namun untuk putusan itu kita kembali kepada partai tersebut siapa yang akan mendapatkan rekomendasi sebagai calon. Namun yang telah terjadi di DPD Provinsi Papua ini tidak sesuai dengan mekanisme yang ada, namun dirinya berkomitment akan mendapatkan rekomendasi dari pusat.

 “Silahkan di DPD mau berbuat semauanya maupun berbuat yang keras keras ya silahkan,  nanti kita lihat disana (Pusat) saja, siapa yang memiliki starategi lebih baik ya dia yang dapat rekomendasi dari pusat untuk maju, namun  mudah mudahan untuk JWW bisa lancar lancar,” jelasnya.

Published in Headline