Pasific Pos | Papua Barat | Pasific Pos.com

| 22 August, 2019 |

Manokwari, - Polres Kota Sorong menangkap satu (1) orang pendukung ISIS berinisial BA, Minggu 9 Juli 2017 di Kota Sorong.
Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.si., membernarkan penangkapan BA sebagai pendukung setia ISIS oleh Polres Kota Sorong.
“BA diamankan karena kita akan menyelidiki sejauh mana keterlibatan BA dengan ISIS,” ungkap Kapolda, kepada Wartawan di Lapangan Borasi Manokwari, Senin (10/7).
Dari rumah pelaku, dikatakan Kapolda, polisi menemukan buku 5 buah buku tentang keKhalifahan ISIS.
Dengan penangkapan itu, menurut Kapolda, ISIS ada disekitar masyarakat, sambung dia, pihaknya masih mendalami keterpengaruhan BA terhadap ISIS.
“Kepada seluruh masyarakat Papua Barat, mari kita tegakan NKRI, karena NKRI adalah harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar,” ajaknya.
Lanjut dia, keKhalifahan adalah hal yang salah, karena keKhalifahan akan menghilangkan Indonesia dengan berbaiyat ke luar Negeri.
Kapolda menegaskan, bahwa BA bukanlah mahasisiwa pada Fakultas teknik salah satu kampus di Sorong, melainkan BA hanyalah tamatan Madrasah.
Dikatakan Kapolda, BA saat ini masih di amankan di Polres Sorong Kota, untuk dilakukan penyelidikan terkait dengan keterpengaruhan BA dengan ISIS, dan jaringan yang sudah dibangun. [BOM]

Published in Papua Barat

Manokwari, - Setelah Bupati Manokwari,  Demas P. Mandacan menyerukan kewaspadaan masyarakat dari kelompok ISIS di Manokwari, kini giliran Wakil Bupati,  Manokwari, Edi Budoyo yang menyerukan agar pihak aparat keamanan meningkatkan pengamanannya guna mengantisipasi perkembangan ISIS di Manokwari.
Kepada wartawan di kantornya, kemarin, Budoyo mengatakan mendapatkan informasi dari Kapolsek Masni, bahwa kelompok ISIS menargetkan kampung-kampung terpencil sebagai sasaran pintu masuk ke daerah perkotaan.
"Kami dua hari kegiatan di  Distrik Masni,  Informasi yang disampaikan Kapolsek Masni, bahwa kita harus mewasdai ISIS, kalau di Manokwari keamanan penjagaannya seperti itu, maka bukan tidak mungkin ISIS akan masuk melalui kampung-kampung yang jauh yang susah dideteksi," kata Budoyo.
Memerangi kelompok radikal tersebut,  Budoyo mengaku bukan hanya tugas aparat keamanan tetapi juga masyarakat dengan ikut menjaga lingkungannya masing-masing dari gerakan yang mencurigakan.
"Masalah sudah ada atau belum nanti tugas aparat keamanan, tetapi itu juga tugas kita semua untuk ikut mencegah menularnya ISIS di Manokwari. Jika ada gerakan yang mencurigakan segera laporkan ke aparat keamanan atau RT setempat 1 x 24 jam supaya bisa diantisipasi secara cepat, " kata Budoyo.
Peringatan waspada sejak dini terhadap kelompok ISIS yang diserukan Bupati lanjut Budoyo, bertujuan untuk mencegah kejadian atau peristiwa yang sudah pernah terjadi di daerah bagian barat Indonesia.
"Tentunya kita semua berharap apa yang sudah terjadi di  daerah jawa tidak terjadi juga di Manokwari," tukasnya. [SDR-R3]

Published in Papua Barat

Bupati Sebut Ada ISIS di Manokwari

Jumat, 07 Juli 2017 01:25

Manokwari, – Bupati Manokwari, Demas P. Mandacan meminta masyarakat Manokwari lebih peka terhadap lingkungannya masing-masing.
Sebab, ungkap Mandacan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sudah masuk ke Manokwari.
“Ada informasi bahwa ISIS sudah masuk di Manokwari. Oleh sebab itu, saya minta semua untuk berhati-hati dan bila melihat orang baru, harus dipantau, sehingga jangan sampai melakukan hal-hal yang merugikan kita semua,” kata Bupati di GOW Manokwari, Kamis (6/7).
Sederhananya, kata Mandacan, semua warga wajib menjaga lingkungannya masing-masing dari ancaman pergerakan kelompok ISIS.
“Kalau ada yang mencurigakan, laporkan ke pihak kepolisian biar diselidiki. Jangan sampai hal ini terjadi di Manokwari,” harap orang nomor 1 di jajaran Pemkab Manokwari ini.
Secara terpisah, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Martuani Sormin Siregar mengaku belum tahu secara pasti, apakah ISIS sudah masuk di Manokwari atau belum.
“Kalau soal ISIS di Manokwari berada dan tidak ada, saya juga tidak tahu pasti, tetapi namanya pemikiran bisa saja. Namun, itu harus kita buktikan benar ada atau tidak,” kata Kapolda kepada para wartawan, kemarin. [SDR-R1]

Published in Papua Barat