Pasific Pos | Info Papua | Pasific Pos.com

| 21 August, 2019 |

Sentani, Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu di Papua. Kita mengunjungi berbagai kampung yang ada di Papua dengan bermodalkan bahasa Indonesia dapat berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Ini menandakan integrasi Papua ke Indonesia pada tahun 1963 membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan Papua. Demikian dikatakan Pdt. Albert Yoku (Ketua Tim 6) kepada wartawan di kediamannya, Senin (30/4).

Published in Sosial & Politik

Jayapura,- Pidato Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, yang mengutip salah satu buku dengan menyebut Indonesia akan bubar pada 2030, merupakan warning untuk pemerintah pusat.

Published in Headline

JAYAPURA, - Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengapresiasi pelaksanaan Halal Bi Halal yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua dan dihadiri oleh jajaran ASN, TNI Polri, dan masyarakat, di  Gedung Olahraga Cenderawasih Jayapura, Senin (10/7).
Mengusung tema "Ciptakan Harmoni Berlandaskan Kasih Menembus Perbedaan, Wujudkan Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera,", Wagub Klemen Tinal menyampaikan makna dari kata Kasih Menembus Perbedaan yang menurutnya memiliki makna yang sangat dalam.  
"Kasih menembus perbedaan adalah bukan kasih yang diberikan antara suku Papua kepada suku Jawa maupun sebaliknya. Tapi kasih dalam konteks Otonomi Khusus yang dimaksud adalah kasih yang kita nyatakan kepada orang yang menyakiti dan mengkhianati kita. Itulah kasih menembus perbedaan, itulah kasih yang sempurna," ujar Wagub
Dikatakan, Provinsi  Papua memiliki jumlah penduduk yang sedikit dari daerah lain di Indonesa. Bahkan orang asli Papua menjadi kaum minoritas. " Namun jika kita bisa menjadi terang bagi Republik ini, itulah kasih sesungguhnya," katanya.
Di kesempatan Halal Bi Halal ini, Wagub mengajak seluruh ASN, TNI Polri dan masyarakat untuk saling memaafkan, dan bersama sama membangun Papua yang luar biasa ke depan.
"Tanah Papua adalah salah satu nikmat yang Tuhan berika. Disaat daerah lain masih tidur, kita di Papua sudah terbangun duluan untuk bertemu dengan Tuhan dalam doa di pagi hari," ucapnya.
Sebagai sebagai Wakil Pemerintah, Wagub menyampaikan bahwa di Papua tidak ada istilah 'Orang Papua' dan 'Orang Pendatang', 'Orang Gunung' dan 'Orang Pantai.
"Kita semua yang ada di Papua adalah orang Papua. Cuma asalnya kita ada yang dari Jawa, Maluku, Ambon, ada juga dari Jayawijaya, Serui. Tapi aslinya kita tetap orang Papua. Jangan ada kata pendatang, sebab kalau sudah beranak cucu disini, ya tetap orang Papua. Di Papua, kita tidak boleh hidup seperti air dan minyak. Kita harus hidup berdampingan dan bersama sama membangun Papua," jelasnya panjang lebar.
"Kita harus bersyukur jadi orang Papua yang luarbiasa. Dan penganut Islam di Papua harus menjadi Islam yang Rahmatan lil Alamin (Islam yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta-red),"sambungnya.
Acara Halal Bi Halal ini dihadiri oleh Kasdam Cenderawasih, Brigjen TNI, Herman Asaribab, Wakapolda, Brigjen Pol Agus Riyanto, perwakilan DPRP dan Forkopimda.
Di kesempatan itun Wagub juga menyerahkan bingkisan kepada 10  pondok pesantren dan yayasan  yan gada di kota Jayapura. (Bams)

Published in Info Papua