Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 24 May, 2019 |

Boven Digoel,- Gotong  royong merupakan sikap hidup, cara kerja, dan kebiasaan yang sudah dikenal bangsa Indonesia secara turun-temurun sejak zaman dahulu. Dalam gotong royong, orang menyelesaikan suatu kegiatan secara bersama-sama dengan saling berbagi tugas dan saling tolong menolong serta menjunjung tinggi kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan perkembangan jaman, semenjak arus globalisasi dan modernisasi yang melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks dan tanpa disadari dengan perkembangan tersebut, lambat laun budaya gotong royong mulai memudar dalam masyarakat. suka tidak suka dan mau tidak mau, dapat kita rasakan bersama bangsa ini mulai kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya yang salah satunya adalah budaya gotong royong.
Namun berbeda dengan warga di Kampung Bomopai Boven digoel. Warga yang bermukim di pelosok Papua ini masih memelihara tradisi gotong royong yang masih sangat kental. Seperti yang terlihat dalam program TMMD ke-99 Tahun 2017 Kodim 1711/Boven Digoel dalam membangun Kampung Bomopai, dimana dalam pembangunan tersebut, tanpa dikomando, warga masyarakat yang laki-laki beramai-ramai membantu satgas TMMD bekerja, sedangkan warga masyarakat yang perempuan membantu memasak di dapur umum posko satgas TMMD.
Alfaris salah satu tokoh masyarakat Kampung Bomopai mengungkapkan bahwa, bergotong royong adalah satu kegiatan sosial yang sangat mulia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
 "Kita semua adalah anggota dari satu keluarga besar di kampung ini dan kita adalah sanak saudara dan keluarga, sehingga kita harus saling perduli, saling menolong, serta saling mendukung terutama dengan pembangunan di kampung kita yang di laksanakan oleh bapak-bapak tentara. Ini merupakan wujud kinerja Kodim 1705/Paniai  bersama rakyat, dari rakyat untuk rakyat. Kali ini nyata diwujudkan dengan bergotong royong membangun rumah ibadah kami.  Semoga apa yang mereka lakukan mendapat balasan dari yang maha kuasa" ungkapnya. (ist/fani)

Published in Lintas Daerah