Pasific Pos | Info Papua | Pasific Pos.com

| 23 May, 2019 |

Jayapura,- Sinode Kemah Injil Kingmi di Tanah Papua merasa resah dengan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Kabupaten Nduga tepatnya di distrik Trikora, kampung Gim-Ginem.

Published in Headline

Pdt. Yosia Tebay : Saat Ini Gereja Kingmi Urutan Pertama di Tanah Papua

 

 

Jayapura,- Perintis Gereja Kingmi di Tanah Papua, Pdt. Yosia Tebai, STh, MA mengungkapkan, sejarah singkat masuknya injil di Tanah Papua yakni keputusan hamba-hamba Tuhan dari Amerika yang kemudian mereka masuk di Enarotali pada 13 Januari 1939.

Published in Kota Jayapura

"Komferensi ke II Libatkan 150 Peserta Jemaat"




Jayapura  : Ketua Gereja GIDI Wilayah Pantai Utara, Pdt. Iker Kogoya mengajak kepada seluruh kader maupun para hamba-hamba di wilayah GIDI Klasis Port Numbay untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan membangun komunikasi baik ditingkat DPP maupun di tingkat wilayah.

Published in Kota Jayapura

WAMENA,- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen,SIP,M.KP mewaliki Gubernur Lukas Enembe, SIP,MH meresmikan Gedung Gereja Kingmi Jemaat Musia, Klasis Baliem Tengah Kampung Walelagama, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (7/07/2017) siang.
Prosesi peresmian Gereja diawali dengan ibadah syukuran yang dipimpin oleh Pdt. Matias Kudiai. Hadir dalam peresmian gereja Kingmi Jemaat Musia, Sekda Kabupaten Jayawijaya Yohanes Walilo, Staf Ahli Gubernur Semeon Itlay, Kepala Dinas Sosial Ribka Haluk, Sekretaris Majelis Rakyat Papua Wosiok Siep, Kadis Perumahan, Kawasan Pemikiman dan Pertanahan Daud Ngabalin, Anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya dan tamu udangan lainnya.
Sekda Papua Hery Dosinaen dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berhasil membangun sarana peribadatan yang cukup besar dan sebagaian anggaran dari swadaya masyarakat.
Ia mengatakan selain memiliki fungsi utama rumah doa, keberadaan gereja juga dapat dimanfaatkan melaksanakan kegiatan kerohanian lain sebagai upaya pembinaan kehidupan umat di lembah Pugima Wamena.
“Atas nama gubernur, saya sampaikan apresiai atas partsipasi aktif masyarakat dan membangun gereja ini, semoga Tuhan sebagai kepala gereja dan leluhur tanah ini membalas semua kerja keras saudara-saudara dengan berkat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Sekda mengaku di Negara kita banyak persoalan yang terjadi dan tidak menutup kemungkinan masalah itu akan terjadi juga di Papua. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menjaga Papua sebagai Tanah Damai.
“Sebagai umat beragama, marilah kita memiliki jiwa toleransi dengan sesama, saling menghormati dan kebersamaan sekaligus memberi perhatian dan kepedulia kepada sesama, marilah kita jaga dan pelihara keamanan Papua yang selama ini sudah berjalan dan terjalin dengan baik,’’ ajak Seka mengakhiri sambutannnya.
Sementara itu, Sekretaris Klasis Kingmi Pdt. Matias Kudiai mengatakan, syukur kepada Tuhan karena Gereja Kingmi yang dibangun selama 11 tahun lamanya kita dapat resmikan oleh Sekda Papua.
Oleh karena itu, gereja yang mega dia atas tanah ini menjadi awal kembangkitan pemberitaan injil bagi anak-anak cucu kita di lembah pugima.
Ia berharap, gembala dan jemaat untuk lebih bersemangat lagi dalam pelayanan dan ibadah karena telah didukung dengan sarana dan fasilitas gedung yang memadai. Imbaunya.
Ketua Panitia peresmian Gereja Kingmi Musia Ribka Haluk dalam laporannya mengatakan panitia pembangunan gereja di bentuk sejak 22 Oktober 2002, peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 7 Juli 2006.
Jadi, selama lima tahun itu kita cari dana dengan modal dasar bantuan dari Gubernur Papua Lukas Enembe ketika itu masih menjadi Wakil Bupati Puncak Jaya sebesar Rp 10 juta.  Pembangunan gedung gereja ini selama 11 tahun dan baru diresmikan hari ini,” jelasnya.
Kata Rikba Haluk, pembangunan gedung gereja ini punya nilai sakral, karena terjadi proses perubahan dalam masyarakat di lembah Pugima Wamena.
Selain itu, gedung gereja yang dibangun oleh oleh jemaat sendiri tanpa melibatkan kontraktor maupun tukang bangunan profesional.
Lanjutnya, begitu gembiranya masyarakat dengan peresmian gedung gereja ini, maka masyarakat apresiasikan dengan melakukan bakar batu dengan menyumbang babi sebanyak 385 ekor.
Sementara sumber anggaran pembangunan ini diperoleh dari Gubernur Papua, Pemda Kabupaten Jayawijaya, Bupati Kabupaten Nduga,  Dinas Sosial Provinsi Papua dan dana swadaya jemaat Musia Kampung
Walelagama.

Published in Info Papua