Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com - Results from #30

| 24 August, 2019 |

Pasca Lebaran, Harga Emas Naik

Senin, 10 Juli 2017 23:59

MERAUKE,- Pasca lebaran harga emas masih mengalami kenaikan berkisar 595.000/gram, meskipun harga tersebut juga tergantung dari jenis masing-masing emas. Sebab sejumlah emas memang memiliki perbedaan, ada yang buatan tangan dan ada pula yang biasa. Untuk emas yang termasuk buatan tangan bahkan bisa mencapai angka 600.000 sedangkan yang biasa bermain di harga 595.000.
Terjadinya perbedaan harga ini karena emas yang buatan tangan kualitasnya memang lebih tinggi. Namun begitu, pembeli yang meminati emas biasa tetap tinggi sehingga tidak sedikit yang membeli emas dengan tipe ini. “Pasca lebaran harga emas yang kita pasarkan memang mengalami kenaikan, baik emas tipe biasa maupun yang buatan tangan. Meskipun harga naik, peminat kedua emas ini sama-sama banyak,”ujar pemilik toko emas Bintang Subur, Anjunaidi Saing kepada ARAFURA News di tokonya, Senin (10/7).
Menurutnya, pelanggan yang datang ke tokonya semakin meningkat khususnya yang  membuat cincin kawin. Sebelum bulan puasa harga emas juga tidak banyak mengalami perubahan dengan yang sekarang, kalaupun ada selisih juga tidak begitu jauh. Pada Bulan Mei, harga sempat berada di angka 585.000 lalu begitu mendekati puasa dan lebaran mulai merangkak naik. Ia menjelaskan, harga yang berlaku saat ini belum bisa diprediksikan akan bertahan sampai kapan. Pihaknya mengakui sempat mengalami kondisi di mana jumlah pembeli mengalami penurunan akibat dipengaruhi oleh masalah ekonomi. (:Istya Sari Utami)

Published in Papua Selatan

NABIRE - PT Kristalin Ekalestari (KEL) mewujudkan janjinya memberikan sepuluh  persen dari hasil yang didapatkan perusahaan kepada masyarakat.
Sepuluh persen hak yang diberikan oleh PT KEL diterima oleh dua kampung yaitu masyarakat kampung Nifasi dan masyarakat kampung Makimi.
Dana 10 persen ini juga mempunyai pembagian yang akan dinikmati secara adil. Pembagian tersebut,   satu persen bagi pemilik lokasi tanah yang tanahnya  digunakan untuk penambangan,  tiga persen untuk masyarakat yang diberikan  secara tunai, dua persen untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, keagamaan, adat, sosial, sementara sisanya empat persen untuk pembangunan di kampung Nifasi dan Makimi.
Pembagian hasil tunai  akan diterima masyarakat setiap tanggal satu, sementara itu tanggal satu masyarakat akan menerima sembako.
Sementara itu hingga saat ini PT KEL telah membangun sebanyak delapan rumah bagi masyarakat kampung Nifasi. "Kami setiap bulannya akan membangun satu buah rumah, dan ini berkelanjutan, demikian dikatakan Komisaris Utama PT Kristalin Ekalestari, Arif Setiawan.
Lebih lanjut Arif  mengatakan, kebijakan ini sebagai terobosan dari  perusahaan yang perlu diketahui publik serta pemerintah setempat. "Dalam rangka membantu mensejahterakan masyarakat kami akan terus membangun rumah baik kami sedang berproduksi ataupun tidak berproduksi," ujar Arif.
“Perusahaan kami memberikan hak kepada masyarakat sebesar 10 persen, yang diatur secara baik dan transparan,” ujar Arif saat bertemu langsung dengan masyarakat di kampung Nifasi dan Makimi, Nabire, Papua, Sabtu (8/7) kemarin.
Tak hanya itu, menurutnya agar tak menimbulkan kecurigaan dan saling tuding menuding pihaknya akan jalankan sistem bagi hasil ini yang tiap bulan memperbaharui data-data pembagian itu ke papan ke informasi di kantor desa.
“Pembagian ini juga akan terpampang di papan informasi di kantor desa. Seperti 2 persen bagi masyarakat untuk dana pendidikan, kesehatan, keagamaan, adat dan sosial. Hal ini agar semua transparan,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Suku Nifasi, Aser Monei menyatakan puji syukur atas komitmen yang dilakukan oleh perusahaan tambang PT KEL di kampung Nifasi. Ia juga khilaf apabila ada sedikit meleceng dalam melangkah memimpin sukunya dan akan memperbaiki semua itu.
“Saya harap juga saat pembagian sembako semua warga menerima semua bantuan itu. Karena pengalaman sebelumnya, kadang ada warga yang tak menerimanya dan ini mari kita sama-sama perbaiki lagi,” kata Aser.
Sementara Kepala Dusun Makimi, Antonius Yoseni berterima kasih atas kebijakan perusahaan yang mau membantu masyarakat Makimi. Ia memberi saran kepada perusahaan juga agar bersahabat kepada alam, agar apa yang dikerjakan diterima oleh alam semesta.
“Program ini harus ada dasar hukumnya yaitu membuat komitmen diatas hitam dan putih agar mengikat semua pembicaraan menjadi satu dasar hukum yang dapat dipertangunggjawabkan,” kata Antonius. (Fani)

Published in Ekonomi & Bisnis

Uang Rica Garam Dari Mendulang

Minggu, 09 Juli 2017 20:50

NABIRE - Masyarakat kampung Nifasi, Distrrik Makimi, Kabupaten Nabire sebagian besar berprofesi sebagai pendulang. Ada yang menjadi pekerja pada perusahaan pendulang namun ada juga masyarakat yang mendulang secara tradisional.
Antoni Erari sehari hari berprofesi sebagai nelayan namun ketika sedang tidak melaut dirinya mendulang  mencari emas di kali mosairo.
“Tapi kami agak susah kalau langsung ambil dari kali secara manual. Untung PT Kristalin membantu kami  dengan memberikan pasir hitam yang nantinya tinggal kami olah sedikit agar emasnya cepat kami dapat,” ujarvAntoni, Minggu kemarin.
Sejauh ini, masyarakat terus diberikan keleluasaan untuk melakukan aktifitas mendulang emas di wilayah tambang yang dikerjakan PT KEL.
Namun berbeda dengan perusahaan lainnya yang juga menggarap di sekitar kali Mosairo itu, dimana perusahan tersebut melarang masyarakat mendekat ke areal penambangan . "Saya bingung, kenapa kami mau mendulang saja di tanah milik kami, malah diusir. Kristalin (PT. KEL) yang meringankan kami dengan bebas mendulang di areal tambang mereka,”  ujar Antoni.
Antoni bekerja mendulang emas untuk menambah pemasukan bagi keluarga dengan membantu suaminya yang mencari nafkah sebagai nelayan. “Kami mama-mama hanya ingin mencari uang garam dan rica  dengan mendulang di tanah kami. Hanya perusahaan PT KEL yang bisa mengerti situasi kami. Tuhan akan sayang mereka karena baik kepada kami semua,” ujarnya.
Diakuinya setiap mendulang di kali Mosairo dapat membawa pulang 5 kaca hingga 1 gram emas. “Mama kalau dulang bawa pulang bisa sampai satu gram. Puji Tuhan mama kan bisa bisa beli sayur atau buat anak-anak sekolah,” tuturnya.
Hal senada juga dilontarkan Maria Erari selaku Tokoh Perempuan di kampung Nifasi. Menurutnya pihak perusahaan PT KEL yang memberikan bantuan tanpa membeda-bedakan golongan di masyarakat, secara khusus di kampung Nifasi dan Makimi.
“Harapan saya, apabila ada masalah harus duduk bersama dan dimusyarahkan, agar perusahaan yang bekerja merasa nyaman, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di Kampung Nifasi, begitu juga di kampung Makimi,” kata Maria. (Fani)

Published in Lintas Daerah

Halaman 4 dari 4