Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com - Results from #20

| 19 August, 2019 |

Manokwari, TP - Terdakwa Ramli Antana dan Rupidi alias Pidi yang tersangkut kasus penambangan Emas illegal di Sungai Waserawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, divonis 1 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Senin (11/12/17).

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf A. Rodja menegaskan, proses hukum terhadap 5 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang melakukan penambangan Emas ilegal di Kali Kasi, Kampung Pubuan, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, tetap berlanjut.

“Tetap dilanjutkan. Prosesnya sudah penyidikan, karena kasusnya sudah tahap 1,” kata Rodja kepada para wartawan di Polda Papua Barat, Jumat (24/11/17).

Ditegaskan Kapolda, meski pelaku merupakan warga negara asing, tetapi proses hukum tetap berlanjut, karena mereka sudah melakukan tindak pidana. “Saya kira semua akan mengerti,” tukasnya.

Ditanya apakah proses hukum ini sudah mendapat respon dari Kedutaan Besar (Kedubes) Tiongkok, Kapolda mengaku sampai hari ini tidak ada.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 5 warga negara asing asal Tiongkok diamankan anggota Ditreskrimsus Polda Papua Barat, Rabu (20/9/17) sekitar pukul 11.00 WIT, karena melakukan penambangan Emas ilegal di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw.

Kelima WNA ini berinisial WH (47 tahun), WD (46 tahun), WB (42 tahun), WS (47 tahun), dan ZL (45 tahun).

Selain itu, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya excavator (dipinjampakaikan), mesin genset untuk pembangkit listrik, mesin pompa air, dan mesin las yang dipakai para tersangka di lokasi penambangan Emas, termasuk butiran Emas seberat 160 gram dan Mercury yang diisi dalam 2 botol bekas air mineral. [BOM-R1]

Published in Papua Barat

JAYAPURA, - Asisten Manajer Supporting Bisnis Pegadaian Area Jayapura, Ahmad mengatakan sejak diluncurkan pada Januari 2016, program tabung emas di Pegadaian mendapat respon yang baik oleh masyarakat di Kota Jayapura.

Published in Ekonomi & Bisnis

Manokwari, TP - Lokasi penambangan Emas ilegal yang dilakukan 5 warga negara asing (WNA) Tiongkok di Kali Kasi, Kampung Pubuan, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, disinyalir melanggar Undang-undang Kehutanan.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari menyoroti penanganan kasus dugaan penambangan Emas illegal yang melibatkan 5 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang ditangani penegak hukum di Papua Barat.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP– Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM)Papua Barat menanggapi seputar penahanan 5 warga negara asing (WNA) asal Chinaoleh penyidik Polda Papua Barat, beberapa waktu lalu.

Published in Papua Barat

Manokwari,TP –Sebanyak 5 warga negara asing (WNA) China diamankan penyidik Polda Papua Barat dan ditetapkan menjadi tersangka kasus penambangan Emas ilegal di Kali Kasih,Kampung Pubuan, Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Published in Papua Barat

Penambangan Emas Ilegal di Kebar

Kamis, 28 September 2017 22:01

5 Warga Negara Asal China Terancam 10 Tahun Penjara

 

Manokwari,– Akhirnya, pihak Polda Papua Barat mengakui tentang penangkapan 5 Warga Negara Asing (WNA) asal China terkait penambangan Emas ilegal di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Rabu (20/9) lalu.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Pengadilan Negeri (PN) Manokwari melanjutkan sidang kasus pertambangan Emas di Sungai Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari atas terdakwa Rahman Mana, Jumardin, dan Alam, Senin (18/9).

Published in Papua Barat

Nabire, Akibat penahanan yang dilakukan terhadap dua orang warga, masyarakat Nifasi melakukan pemalangan terhadap areal pertambangan PT TAP di kali Musairo kabupaten Nabire, selasa siang kemarin.
Diketahui kejadian ini berawal ketika tanggal 29 Juni 2017, Lewi dan Antonia beserta masyarakat lainnya melakukan penganiayaan kepada dua wartawan yang sedang meliput di lokasi penambangan di sungai Musairo.
Lewi dan Antonia yang diperiksa polisi sejak Senin (10/7) pagi hingga menjelang tengah malam di Polres Nabire langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dimasukkan ke dalam ruang tahanan.
Masuknya kedua tersangka ini ke dalam sel disaksikan oleh puluhan masyarakat Nifasi. Antonia tampak didampingi ibu dan ayahnya Oscar Erari, sementara Lewi didampingi oleh ibunda tercinta.
Usai menyaksikan anak perempuannya dimasukkan ke dalam sel, Oscar Erari selaku bapak tampak marah. "Saya yang punya tanah. PT TAP sudah ambil hasil dari situ banyak, tapi saya tidak diperhatikan. Sekarang saya mau kasih ke orang lain tapi dorang bikin ini ke saya. Tunggu sa palang besok," ujarnya Senin menjelang tengah malam di Polres.
Janji Oscar Erari tampak benar benar dilaksanakan. Selasa siang Oscar Erari beserta puluhan masyarakat Nifasi tampak memasang palang di lokasi operasi PT TAP. "Sa dan keluarga usir baik baik PT TAP. Dorang tra boleh kerja," ujar Oscar Erari.
Tampak beberapa mobil tidak diperbolehkan memasuki areal dan beberapa orang karyawan yang sedang bekerja tampak disuruh turun.
"Sa akan palang sampe sa pu anak dia keluar," ujar Oscar. Oscar juga menjelaskan alasan pemukulan wartawan dikarenakan masyarakat marah akibat pemberitaan di sejumlah media yang menurut masyarakat tidak benar. "Kami marah sama wartawan karena tulis yang tra benar," ujar Oscar. (Fani)
Published in Lintas Daerah

Halaman 3 dari 4