Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

Jayapura, DPRD Mimika duduk bersama dengan PUK SP KEP SPSI PT. Freeport Indonesia pimpinan Sudiro, terkait permasalahan mogok kerja karyawan PT. Freeport Indonesia dan dihadiri sekitar 50 orang. Pertemuan dipimpin oleh Karel Gwijangge selaku Ketua Badan Legislasi DPRD Mimika.

Published in Headline

JAYAPURA - Sekretaris Komisi I DPR Papua, Mathea Mamoyao minta Bupati Mimika untuk menindak tegas Kepala Dinas Pendidikan, bahkan jika perlu di copot dari jabatannya. Permintaan ini, menyangkut kinerja Kadis Pendidikan Mimika, yang dinilai gagal melaksanakan tugasnya, karena hingga kini guru honorer di wilayah itu menuntut hak mereka yang sudah enam bulan tidak dibayarkan.

Published in Lintas Daerah

"Demo Guru Honor di Gedung DPRD Mimika"

JAYAPURA,- Sebanyak 80an Guru Honorer Sekolah Dasar (SD) mendatangi Kantor DPDRD Kab Mimika, menuntut Tunjangan Tambahan Penghasilan guru (TTP) serta insentif untuk triwulan satu dan triwulan dua serta meminta agar kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Mimika segera di copot lantaran kinerjanya tidak becus, Rabu (12/7) Siang.

Dari data yang dihimpun di bidang Humas Polda Papua menyebutkan para Pendemo mendatangi kantor DPRD Kab Mimika yang beralamat di jalan Cendrawasih Distrik Mimika Baru Kab Mimika sambil membawa alat peraga berupa spanduk bertuliskan:

"Kami mohon bapak bupati segera copot Jeni Usmani S.Pd,M.Pd dari jabatan kepala dinas pendidikan dasar dan kebudayaan Kab Mimika", "Kinerja kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Kabupaten Mimika Jeni Usmani S.Pd,M.Pd bobrok".

Kabid Humas Polda Papua kombes Pol A.M.Kamal menyampikan para pendemo yang berjumlah 80an orang itu mendatangi gedung DPRD mengunakan kendaraan roda dua dan dikawal aparat kepolisian Polres Mimika untuk menyampaikan orasinya menuntut tunjangan dibayarkan serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Segera dicopot.

“Para guru Honorer Sekolah Dasar (SD) melakukan orasi didepan gedung DPRD Kabupaten Mimika diawali dengan penyampaian dari salah satu pendemo Alexander Rahawarin. Yang intinya kami datang kemari di halaman gedung DPRD yang terhormat untuk mengadukan permasalahan kami kepada bapak anggota dewan, supaya kami dibantu atas permasalahan kami saat ini. Selama ini Ibu Jeni selalu mengatasnamakan Bupati atas apa yang terjadi di Dinas Pendidikan Dasar, "saya selaku Kepala Dinas hanya menjalankan perintah Bapak Bupati" tutur Alexander meniru ucapan Kadis Pendidikan. Kami datang kesini untuk minta perlindungan dari bapak Dewan yang terhormat atas permasalahan dan keadaan yang sedang terjadi terhadap kami para Guru Honorer ini,” jelas Kamal.

Lanjut Kamal, demo tersebut berjalan aman dan kondusif tanpa ada yang melakukan hal hal anarkis setelah perwakilan anggota DPRD menerima aspirasi mereka dan akan meneruskan kepada pimpinan guna ditindak lanjuti.

“Semua berjalan aman tanpa ada yang kacau, usai menyampaikan orasi mereka para guru honorer ini langsung di terima Anggota DPRD guna menindaklanjuti apa yang ingin di sampaikan di ruangan,” tutur Kamal.

Published in Lintas Daerah