Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 20 May, 2019 |

JAYAPURA,- bertampat di di distrik Puninggame kabupaten Lany Jaya, aksi kontak senjata kembali terjadi antara  pihak kepolisian Polres Lany Jaya dengan kelompok Keriminal Bersenjata (KKB) yang berlangsung selama dua jam, sekitar Pukul 10:00 WIT hingga 12:00 WIT. Selasa (11/7).
Dari aksi kontak senjata pihak kepolisian dengan Kelompok keriminal senjata ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal ketika di konfirmasi di runag kerjanya Di Mapolda Papua, Selsa (11/7) sore membenarkan hal tersebut.
 Kata kamal kejadian kontak senjata tersebut ketika salah satu warga yang mendatangai Mapolsek Tiom guna melaporkan kejadian pemalakan yang dilakukan sekelompok orang yang membawa senjata saat warga hendak melintas.
"Saat tiba di tempat pemalakan dengan tujuan untuk mecari pelaku, tiba tiba anggota kami langsung di brondong tembakan, sehingga terjadi saling tembak antara anggota serta kelompok sipil bersenjata tersebut yang trejadi sekitar 30 menit,” jelasnya.

 Lanjut Kamal, karena kekuatan anggota Polres dan Polsek saat itu tidak sebanding dengan jumlah OTK. Maka anggota yang ada di lapangan kembali menghubungi Polres Lanny Jaya meminta bantuan personil, ketika anggota Polres tiba di lokasi kontak senjata kembali lagi terjadi selama 2 jam dengan lokasi yang tak jauh dari lokasi sebelumnya namun masih di Distrik Puninggame.

“Setelah kurang waktu 2 jam adu tembak, ketika Polisi mendekati lokasi OTK di mana posisi mereka berada di atas ketinggian mereka melarikan diri dan tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut. Hanya saja kami belum menangkap mereka,” ucapnya.

Sementara itu kata Kamal hingga saat ini kondisi di Lany Jaya sendiri pasca kontak senjata dengan kelompok keriminal bersenjata tesebut aman kondusfi, namun pihaknya belum bisa mengetahui kelompok sipil bersenjata itu dari kelompok mana.

“Diduga pelaku yang melakukan penyerangan itu berjumlah 15 orang dengan mengunakan senjata berat, kami juga belum bisa memastikan dari mana kelompok sipil bersenjata ini,” pungkasnya. (Ridwan)

Published in Headline