Pasific Pos | Headline | Pasific Pos.com

| 25 May, 2019 |

Puncak Jaya Memanas

Senin, 31 Juli 2017 00:43

"20 Rumah dan 14 Honai Dibakar"



Jayapura,- Konflik masyarakat antar pendukung pasangan calon (paslon) bupati di kabupaten Puncak Jaya kembali memanas.
Sabtu pekan kemarin, sekitar pukul 12.00 wit t bentrok antar massa pendukung paslon nomor 3 dan paslon nomor 1 yang dibantu massa no 2  kembali terjadi di kota baru Mulia kabupaten Puncak Jaya.
Akibat bentrok ini 20 unit rumah dan 10 honai milik Warga pendukung paslon Nomor 2  dan sebuah posko terbakar. Sementara itu 14 honai milik Warga pendukung paslon nomor 3 terbakar.
Adapun korban secara keseluruhan sebanyak 40 (empat puluh) orang dengan perincian,  korban yang luka-luka dan dirawat di RS Mulia sebanyak 14 (empat belas) orang. Korban korban ini rata rata mengalami luka akibat terkena panah.  Sementara itu korban yang luka luka namun tidak  dirawat di rumah sakit sebanyak 25 (dua puluh lima) orang.
Dalam pertikaian ini terdapat satu korban meninggal dunia atas nama Letui Wonda alias Abetu Game. Dan pada hari Minggu (30/7) dilakukan upacara adat pembakaran jenasah. Upacara adat ini akan berlangsung selama tiga hari.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M.Kamal ketika di konfirmasi melalui telepon Seluler  membenarkan bentrokan tersebut dan hingga kini pihak kepolisian yang di bantu aparat TNI masih berjaga-jaga guna mengantisipasi aksi saling serang antar dua kelompok massa pendukung.
Dirinya menuturkan, penyebab bentrok dari hasil dugaan sementara lantaran salah paham dimana  saat massa pesangan nomor satu melakukan tradisi bakar batu namun  api tersebut berkobar besar dan berasap tebal yang mengakibatkan massa yang di pimpin Loni Telenggen alias Bongkar telenggen salah paham dan menganggap adanya penyerangan serta pembakaran rumah dan honai, sehingga massa paslon nomor 3 melakukan penyerangan menggunakan panah dan alat perang lainnya.
Lanjut Kamal, Kapolres Puncak Jaya AKBP Agustinus Fernando Indra Napitupulu bersama beberapa anggota Polisi dan TNI mendatangi lokasi kejadian untuk memisahkan kedua kubu yang bertikai.
Namun massa tidak menghiraukan himbauan dari Kapolres. “Walaupun sudah ada aparat kepolisian di lokasi untuk memisahkan kedua kubu, namun tidak digubris oleh massa, sehingga aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan perang,”ujarnya.
Kata Kamal, bentrok dapat diredakhkan Sekitar pukul 12.30  WIT, setelah aparat Kepolisian dan TNI berhasil memisahkan kedua kelompok yang bertikai dan mengawal ketat proses pemulangan massa itu ke tempat masing-masing.
“Saat ini angggota Kodim 1714/PJ dan anggota Polres Puncak Jaya masih bersiaga di sekitar tempat kejadian guna mengantisipasi aksi bentrok susulan. Akibat dari kejadian tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal dunia,”pungkasnya.
Kamal menambahkan dirinya  sangat menyayangkan pertikaian itu terjadi dikala kasus Pemilukada masih dalam proses Mahkama Konstitusi (MK). Apalagi beberapa pejabat Provinsi  baik Kapolda, Pangdam, Wakil Gubernur, Ketua DPRP Papua, beberapa Pendeta) telah ikut hadir ke Puncak Jaya untuk menyelesaikan pertikaian yang terjadi antar pendukung.
“Bahkan kelompok yang bertikai telah melakukan persepakatan damai namun beberapa kali telah terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak mentaati perdamaian yang telah disepakati, dan akan melakukan penangkapan dan penahanan terhadap beberapa pelaku tindak kejahatan di Puncak Jaya,”jelasnya.
Kamal juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para provoktor dan pelaku yang kesemuanya itu merugikan masyarakat Puncak Jaya. (Fani/Ridwan)

Published in Headline