Pasific Pos | Lintas Daerah | Pasific Pos.com

| 16 July, 2019 |

Masyarakat Maidey Minta Tingkatkan Pustu

Kamis, 22 Februari 2018 12:38

NABIRE - Masyarakat Kampung Maidey (SP III Lagari), Distrik Makimi meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui instansi teknis agar meningkatkan Puskesmas Pembantu (Pustu) di kampung tersebut menjadi Puskesmas. Warga setempat juga menilai sudah saatnya pemerintah membenahi Pustu tersebut dengan membangun fasilitas yang refresentatif.

Published in Papua Tengah

NABIRE - Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Distrik Makimi, Piet Natalis Golkario Katmo secara tegas menyatakan, setelah Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) melaksanakan tugas pencatatan ke masyarakat telah ditemukan adanya warga masyarakat yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk – elektronik (e-KTP) dan Nomor Induk Keluarga (NIK) di masyarakat 6 kampung se Distrik Makimi.

Published in Papua Tengah

Nabire,-  PT. Kristalin Eka Lestari, yang bergerak dibidang pertambangan emas yang beroperasi di wilayah Musairo  memberikan  paket sembako kepada warga Kampung Makimi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua.
Penyerahan paket sembako tersebut diberikan langsung oleh Komisaris Utama PT. Kristalin Eka Lestari, Arif Setiawan beserta istri, Lia.
Arif Setiawan disela-sela penyerahan sembako tersebut mengatakan, bahwa sembako yang diberikan bukan bersifat bantuan, tapi bagian hak rakyat.
"Ini bukanlah bantuan dari kami, sembako tersebut merupakan hasil dari sumber daya alam yang kami dapatkan di daerah ini," katanya.
Lebih lanjut dikatakan, pemberian sembako tersebut merupakan tanggung jawab perusahaan kepada warga sebagai pemilik hak ulayat.
Ditempat yang sama, Ketua Lembaga Adat Distrik Makimi, Silas Rumbobiar, mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah memberikan sembako tersebut.
"Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan yang telah memberikan sembako tersebut," ungkapnya.
Adapun sembako yang dibagikan berjumlah 125 paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, gula pasir, teh, kopi,  pasta gigi, sabun cuci dan sabun mandi.
PT. KEL akan terus berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah tersebut, guna mendukung program pemerintah. (Fani)

Published in Ekonomi & Bisnis

Masyarakat Makimi Terima Dana Tunai

Rabu, 12 Juli 2017 22:09

Nabire, Masyarakat Makimi menerima dana tunai 3 persen dari yang dijanjikan oleh PT Kristalin sebagai bentuk bagi hasil bagi masyarakat.
Pemberian dana ini secara langsung diterima masyarakat. Sedangkan mekanisme pembagiannya melalui pimpinan adat.
"Saya ingin semua masyarakat disini merasakan arti kehadiran kami," ujar Arif Setiawan selaku pimpinan PT Kristalin.
Lebih lanjut Arif mengatakan, apapun hasil dari perusahaan akan kita kembalikan bagi masyarakat juga. "Dalam bagi hasil perusahaan memberikan 10 persen bagi masyarakat. Ini terbagi atas, satu persen untuk pemilik tanah yang digarap, 3 persen dana tunai, 2 persen tabungan masa depan, 4 persen untuk pembangunan," ujarnya.
Dikatakannya, 3 persen yang dibagikan adalah berbentuk tunai. "Dana tiga persen dari bagi hasil ini, diterima secara tunai oleh masyarakat," ujar Arif.
Arif juga menjelaskan, bila pihaknya dalam hal ini PT Kristalin dalam visinya akan bersama sama dengan masyarakat untuk membangun ekonomi rakyat demi tercapainya kesejahteraan.
Untuk beberapa kegiatan kemasyarakatan lainnya PT Kristalin akan menggandeng pihak pihak lain. "Kami akan bekerjasama dengan pemerintah daerah, misalkan dengan dinas pendidikan, dinas kesehatan, pihak gereja. Ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujar Arif.
Lebih lanjut Arif mengatakan, bahwa kegiatan seperti ini akan berlangsung setiap bulannya. (Fani)

Published in Lintas Daerah

NABIRE – Pesona bahari dan hutan hutan pulau Nusi menjadi surge kecil dan saksi bagi pengunjung ke pulau ini. Pulau kecil ini masuk wilayah Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua.
Apabila anda berminat ke pulau Nusi, harus menuju pantai Nusi tempat wisata dan diantar ojek perahu dengan besar biaya Rp 200 ribu pulang pergi ke pulau tersebut. Untuk mencapai pantai Nusi yang tak jauh dari pusat kota Nabire anda harus menempuh jarak sekitar 30-35 kilometer dan harus membayar uang masuk pantai sebesar Rp 50 ribu.
Keindahan pulau Nusi akan anda dapatkan, dengan pasir putih bersih telapak kaki serta pemandangan terpampang kearah bibir pantai Nusi.
Ditambah lagi, suara burung-burung seakan diri anda dihibur sebuah intrumen alam, ditambah dengan bunyi kepakan sayap burung taon-taon didalam pulau tersebut dan keindahan kelompok burung Dara yang berterbangan disepanjang pantai Pulau Nusi.
“Saya sudah hampir sepuluh tahun di Nabire dan ini baru pertama kali saya ke Pulau Nusi, karena kesibukan urus anak-anak dan suami. Ternyata indah sekali,” kata Mama Aron sapaan sehari-harinya saat dijumpai media ini, Minggu (9/7/2017).
Pengunjung lainnya pun katakana hal yang sama, Rudi pekerjaan sehari-hari sopir rental mobil mengaku kerap kali mengantar langganannya ke pantai Nusi dan tak jarang langganannya meminta untuk menyebrang ke Pulau Nusi.
“Memang mahal uang masuk dan sewa perahu ke Pulau Nusi, tapi semua terobati dengan pantainya. Apalagi di pulau itu banyak burung-burung, paling bagus kalau saat matahari terbenam, pu (punya) indah ale,” kata Rudi.
Sembari anda telah kunjungi pulau Nusi, dan kembali ke Pantai Nusi. Pastinya kepuasan anda bertambah, dengan banyaknya pengunjung dan menantikan terbenamnya matahari dan hitamnya pasir pantai Nusi yang menjadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun asing. (Yadi)

Published in Ekonomi & Bisnis

Uang Rica Garam Dari Mendulang

Minggu, 09 Juli 2017 20:50

NABIRE - Masyarakat kampung Nifasi, Distrrik Makimi, Kabupaten Nabire sebagian besar berprofesi sebagai pendulang. Ada yang menjadi pekerja pada perusahaan pendulang namun ada juga masyarakat yang mendulang secara tradisional.
Antoni Erari sehari hari berprofesi sebagai nelayan namun ketika sedang tidak melaut dirinya mendulang  mencari emas di kali mosairo.
“Tapi kami agak susah kalau langsung ambil dari kali secara manual. Untung PT Kristalin membantu kami  dengan memberikan pasir hitam yang nantinya tinggal kami olah sedikit agar emasnya cepat kami dapat,” ujarvAntoni, Minggu kemarin.
Sejauh ini, masyarakat terus diberikan keleluasaan untuk melakukan aktifitas mendulang emas di wilayah tambang yang dikerjakan PT KEL.
Namun berbeda dengan perusahaan lainnya yang juga menggarap di sekitar kali Mosairo itu, dimana perusahan tersebut melarang masyarakat mendekat ke areal penambangan . "Saya bingung, kenapa kami mau mendulang saja di tanah milik kami, malah diusir. Kristalin (PT. KEL) yang meringankan kami dengan bebas mendulang di areal tambang mereka,”  ujar Antoni.
Antoni bekerja mendulang emas untuk menambah pemasukan bagi keluarga dengan membantu suaminya yang mencari nafkah sebagai nelayan. “Kami mama-mama hanya ingin mencari uang garam dan rica  dengan mendulang di tanah kami. Hanya perusahaan PT KEL yang bisa mengerti situasi kami. Tuhan akan sayang mereka karena baik kepada kami semua,” ujarnya.
Diakuinya setiap mendulang di kali Mosairo dapat membawa pulang 5 kaca hingga 1 gram emas. “Mama kalau dulang bawa pulang bisa sampai satu gram. Puji Tuhan mama kan bisa bisa beli sayur atau buat anak-anak sekolah,” tuturnya.
Hal senada juga dilontarkan Maria Erari selaku Tokoh Perempuan di kampung Nifasi. Menurutnya pihak perusahaan PT KEL yang memberikan bantuan tanpa membeda-bedakan golongan di masyarakat, secara khusus di kampung Nifasi dan Makimi.
“Harapan saya, apabila ada masalah harus duduk bersama dan dimusyarahkan, agar perusahaan yang bekerja merasa nyaman, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di Kampung Nifasi, begitu juga di kampung Makimi,” kata Maria. (Fani)

Published in Lintas Daerah